Menceritakan tentang enam bersaudara yang tanpa sengaja terjebak di sebuah castle misterius. Awalnya, salah satu dari mereka menemukan buku tentang "Forbidden Castle" di sebuah toko buku. Dengan rasa penasaran yang besar, ia mengajak saudara-saudara...
Nayfan dan Savan sudah berada diluar Castle. Mereka terdiam sejenak, menatap bangunan megah itu.
"Ayok masuk, Savan." ujar Nayfan.
"Kak Nayfan yakin kita nggak akan diusir?" tanya Savan lirih.
"Kalo lo diusir, gue yang turun tangan bacotin mereka." jawab Nayfan santai.
Savan pun melangkah masuk dengan langkah pelan, karena kakinya masih sangat sakit.
Saat mereka masuk, suasana di dalam Castle itu sangat sepi... seperti tidak ada kehidupan. Mereka berdua menaiki tangga menuju kamar Winan. Sesampainya di depan kamar itu, Savan terdiam sejenak.
"Masuk, Savan." ujar Nayfan.
"Tapi... Kak Nayfan, gimana?" tanya Savan gugup.
"Masuk. Kakak jagain di luar." balas Nayfan lembut.
Savan pun masuk ke dalam. Ternyata Winan sudah tertidur pulas. Lalu, ia duduk di sampingnya, memperhatikan wajah Winan yang tenang.
Tiba-tiba— Tring!
"Anjir, notifikasi gue kenceng banget!" ucap Nayfan panik sambil buru-buru mengecek ponselnya. Ternyata Adik dan Kakaknya sudah mengirim banyak pesan. Ia pun membalas pesan-pesan itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ck, mereka banyak ba—mphhh!" ucapan Nayfan terputus ketika sebuah tangan menutup mulutnya dan menariknya ke belakang.
{Di Hotel My love Mix-up}
Keesokan harinya....
Di pagi hari... Forlan masih tertidur pulas di atas kasur ketika cahaya matahari menembus tirai jendela dan menyentuh wajahnya. Ia mengedip mata pelan, lalu membuka mata.
"Ugh… Gama?" gumamnya setengah sadar.
"Sayang? Kamu sudah bangun?" suara lembut Gama terdengar dari sisi lain kamar. Ia datang membawa secangkir teh hangat dan duduk di tepi kasur.