Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 32 ~> Ruang ganti Pakaian🔞⚠️

488 21 4
                                        

{Di Rumah}

Keesokan harinya....

Pagi ini, ‎semua orang sudah berkumpul dimeja makan kecuali Forlan, yang seperti biasa belum bangun. Tidak ada yang heran, kebiasaan bangun siang itu sudah jadi ciri khasnya.

‎"Gue kayaknya bakal cari kerja deh." celetuk Brayden sambil menyendok nasi.

‎"Lo mau kerja di mana?" tanya Nayfan, mulutnya masih penuh makanan.

‎"Mungkin di perusahaan gitu. Kalau gue diterima." jawab Brayden santai.

‎Dunfiw menoleh ke arah Savan.‎
"Gimana keadaan kaki lo, Savan?"

‎"Udah nggak terlalu sakit, Kak." jawab Savan pelan. "Tapi aku masih belum bisa jalan normal, masih agak pincang."

‎"Nanti berobat ya, Kakak temenin." ujar Nayfan lembut.

‎"Si Forlan mana sih, anjir?" keluh Phuwiniy sambil mengunyah ayam.

‎"Biarin lah, Phuwiniy." sela Brayden.
"Dia mungkin masih mau istirahat. Kemarin kelihatannya capek banget."

‎Belum sempat mereka lanjut bicara, suara langkah kaki terdengar dari arah tangga, cepat dan tergesa.

‎Muncullah Forlan, buru-buru merapikan bajunya sambil menuruni tangga.

‎"Forlan, kamu mau ke mana?" tanya Savan.

‎"Aku ada jadwal Photo Short, Kak." jawab Forlan cepat. Ia mengambil roti isi cokelat, meneguk susu dalam sekali minum.

‎"Tapi, bukannya ini hari libur?" tanya Dunfiw heran.

‎"Aku mau ketemu Gama!" jawab Forlan singkat, lalu berlari keluar dari rumah.

‎"FORLAN!!" teriak Phuwiniy dari ruang makan.

‎"Dia masih keras kepala kayak biasa." gumam Phuwiniy sambil menggeleng.

‎"Biarin aja." kata Nayfan dengan nada pasrah. "Kita nggak bisa larang kalau udah kecintaan kayak gitu."

‎Phuwiniy mendengus. "Ngomong gitu seolah lo nggak pernah kecintaan."

‎Ucapan itu langsung dibalas tatapan tajam dari Nayfan.

‎"Maksud lo Phu—" Nayfan hendak membalas, tapi terpotong oleh suara Dunfiw.

‎"Udah, Nayfan! Jangan berantem." ujar dunfiw

‎"Kak Brayden anterin gue ke rumah sakit. Kita harus periksa kaki Savan." ujar dunfiw tenang.

‎"Kok gue? Ayam gue belum abis ini" ujar brayden.

‎"Gue aja yang bawa Savan ke rumah sakit." ujar Nayfan.

‎"Gimana caranya lo bawa dia?" tanya Dunfiw.

‎"Pake motor." jawab Nayfan santai.

‎"Pake motor butut lo itu?" celetuk Phuwiniy sambil nyengir.

‎"Phuwiniy, lo mau banget ribut sama gue ya?!" ucap Nayfan kesal.

Forbidden Castle ||•END•||Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang