Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 10 ~> Berenang

590 46 2
                                        

Sebelum kejadian melihat Forlan dengan Gama diruang tengah Castle....

{Di kamar Winan dan Savan}

Winan dan Savan memasuki kamar, ruangan yang mempertemukan mereka untuk kedua kalinya. Tapi kali ini berbeda. Mereka akan berbagi tempat itu... untuk sebulan penuh.

"Lo mau ganti baju dulu? Atau langsung tidur?" tanya Winan sambil meletakkan handuk dan beberapa baju bersih di sofa kecil dekat tempat tidur.

"Gue... mau langsung tidur aja, Winan." jawab Savan pelan, tersenyum kecil tapi tulus.

Winan mengangguk, lalu mengambil selimut tebal dari lemari.
"Ini, malam-malam di kamar suka dingin banget. Jadi pake ini aja, biar lo nyaman." ujarnya sambil menyodorkan selimut itu ke Savan.

Savan menerimanya dengan kedua tangan. "Makasih, Winan..." ucapnya, pelan dan agak malu. Sentuhan perhatian itu sederhana, tapi menghangatkan hatinya lebih dari selimut manapun.

"Gue tidur duluan ya." kata Winan, lalu merebahkan diri di sisi tempat tidur.

Savan membaringkan tubuhnya, menatap langit-langit sebentar, lalu secara diam-diam mengalihkan pandangannya ke Winan yang sudah memejamkan mata.

Ternyata dia... nggak sejahat yang orang bilang. Ternyata dia bisa sepeduli itu sama orang lain. Selama ini... gue salah menilai dia, ya?

Savan menarik selimut sampai ke dagu. Rasa bersalah itu masih ada, sisa night party yang tak pernah ia maafkan dalam dirinya sendiri. Tapi malam ini... setidaknya, ia mulai mengerti bahwa, mungkin....
Winan juga punya sisi yang selama ini ia tutupi.

Pagi harinya...

Savan membuka matanya perlahan, kelopak matanya masih berat. Tapi saat pandangannya mulai jelas, ia langsung membeku.

Winan menatap nya tepat di sebelahnya, wajahnya terlalu dekat.
Dan... tersenyum.

"Kenapa, Winan?" tanya Savan pelan, separuh masih mengantuk, kaget.

"Gue senang." jawab Winan, masih dengan senyum tipis yang gak bisa disembunyikan. "Sekarang gue nggak sendirian lagi dikamar. Ada lo."

Tanpa nunggu respon, Winan bangkit dari tempat tidur, nyari handuk sambil nyengir kecil.

"Savan, gue mau berenang. Lo mau ikut gak?"

Savan duduk perlahan, rambutnya masih acak-acakan. Tapi wajahnya cerah. "Ayok. Gua juga pengen berendem. Kayaknya seru."

"Yaudah, sini ikut gue." kata Winan santai sambil membuka pintu kamar.

Savan mengangguk dan segera menyusul dari belakang. Langkah mereka menelusuri lorong panjang Castle yang masih sepi. sampai Winan dan Savan tiba diruang tengah.

Savan sekilas menangkap sosok Forlan di ruang tengah bersama Gama, sepertinya mereka sedang bersiap pergi entah ke mana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Savan sekilas menangkap sosok Forlan di ruang tengah bersama Gama, sepertinya mereka sedang bersiap pergi entah ke mana.

Savan bersembunyi diam-diam. Nafasnya masih tersengal, bukan karena lelah, tapi karena jantungnya berdetak terlalu cepat. Barusan... terlalu dekat dengan Forlan.

Forbidden Castle ||•END•||Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang