Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 41 ~> Cinta membuat kalian Bodoh

140 19 8
                                        

{Di Castle}

Mereka kembali tinggal di Castle, dan sudah satu minggu berlalu.
Selama waktu tersebut, Madam tidak pernah meninggalkan mereka, selalu bersama.

Kini Madam tak lagi terlihat asing atau berbeda.... pakaian yang ia kenakan layaknya manusia pada umumnya. Dengan busana gelap yang nyaman, Madam tampak menyatu dengan kehidupan mereka, seolah Castle bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan rumah.

 Dengan busana gelap yang nyaman, Madam tampak menyatu dengan kehidupan mereka, seolah Castle bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan rumah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Madam cantik banget pakai baju itu." ucap Dunfiw sambil menoleh.

Madam yang sejak tadi duduk tenang perlahan mengangkat wajahnya. Tatapannya jatuh pada Dunfiw, seolah menilai sekaligus memahami.

Bibirnya bergerak tipis sebelum akhirnya ia berbicara, suaranya lembut namun penuh wibawa.
"Kamu tidak kalah cantik dengan saya." ujar Madam pelan.

Dunfiw langsung berhenti sejenak, lalu terkekeh kecil.
"Aku ganteng, Madam. Bukan cantik."

Dunfiw kemudian duduk di sofa, mulai memberi makan anjing. Gerakannya sederhana, penuh perhatian. Anjing itu memakan makanan itu dengan lahap, seolah nyaman dengan kehadiran Dunfiw.

 Anjing itu memakan makanan itu dengan lahap, seolah nyaman dengan kehadiran Dunfiw

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aku juga mau dong dikasih makan kayak Puppy." ucap Raychen yang berdiri disamping Dunfiw, dengan manja.

Dunfiw menoleh sebentar, sementara Madam langsung melirik Raychen dengan ekspresi datar, tapi jelas menyimpan sindiran.
"Kamu mau makan, makanan anjing juga?" celetuk Madam.

Raychen terdiam sepersekian detik, lalu langsung memasang wajah cemberut.
"Ya nggak makanan anjing juga dong, Madam." protesnya pelan, bibirnya sedikit maju, jelas kesal tapi tak benar-benar marah.

Madam hanya menghela napas ringan, lalu kembali menyandarkan tubuhnya dengan anggun. Sorot matanya tetap tenang, seolah sudah terbiasa menghadapi tingkah mereka.

Di sudut ruangan, tiba-tiba terdengar suara yang memecah keheningan.

nggg... kriiit-

Naravan yang sejak tadi duduk dikursi dengan gitar listrik dipangkuannya berhenti mendadak. Jarinya kepeleset saat memetik senar, gesekan kasar itu terdengar nyaring dan sumbang, membuat semua kepala refleks menoleh ke arahnya.

Forbidden Castle ||•END•||Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang