Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bonus 🐻

82 8 0
                                        

Suara tawa Chenle dan Mark terdengar renyah dari koridor. Lily tersenyum sambil membawa vitamin dan botol air. Tugasnya sebagai staf medis NCT Dream sudah seperti bagian dari rutinitasnya setiap hari. Kedekatannya dengan para member terbentuk alami, bukan hanya sekadar profesionalisme, melainkan juga persahabatan tulus. Mereka sudah seperti keluarga bagi Lily.

Namun, tidak semua orang senang melihat kedekatan itu.

Lily sedang berjalan sendirian di lorong yang sepi setelah selesai memeriksa nct dream. Tiba-tiba, sebuah tangan menarik lengannya. Itu adalah Seulgi asisten manager nct . Ia menyeret Lily ke sebuah ruangan gudang yang gelap dan pengap. Minji satu rekan dengan seulgi sudah ada di sana. Pintu ditutup, membuat suasana semakin mencekam.

"Dengar ya, Lily!!" kata Minji, matanya menyala penuh amarah.
"Kami sudah muak melihatmu. Jangan pikir kami tidak tahu apa yang kamu lakukan."

"Aku tidak mengerti maksudmu Eonni," jawab Lily, berusaha tetap tenang meskipun jantungnya berdebar kencang.

Seulgi melangkah maju menjambak rambut Lily. "Jangan pura-pura bodoh. Kami melihatmu. Setiap kali kamu memeriksa mereka, kamu selalu menyentuh mereka. Memegang tangan, menepuk bahu. Seolah-olah kamu punya hak."

"Itu bagian dari pekerjaanku!" bantah Lily, suaranya bergetar. "Aku harus memeriksa mereka untuk memastikan mereka dalam kondisi baik. Itu tanggung jawabku Eonni."

"Tanggung jawab? Jangan berlebihan," desis Seulgi, mendorong Lily ke dinding. "Jangan terlalu dekat dengan mereka. Jangan sentuh mereka. Kau pikir kau ini siapa? Kau hanyalah staff "

Minji mendekat, menatap Lily dengan tatapan meremehkan. "Jika kamu masih nekat, kami bisa membuatmu menyesal. Dan percayalah, kami bisa melakukan hal yang lebih buruk daripada ini."

Mereka lalu meninggalkan Lily sendirian, terduduk di lantai, napasnya tersengal. Air mata mengalir di pipinya. Ia tidak takut, tetapi ia merasa kecewa.

Lily melangkah keluar dari gudang, Pikirannya kosong. Ia hanya ingin pulang. Setelah mengambil tasnya, ia langsung menuju halte tanpa berpamitan pada siapa pun.

Ponselnya berdering, nama Mark terpampang di layar. Lily mengabaikannya. Beberapa detik kemudian, deringnya kembali terdengar. Kali ini dari Haechan. Lily menghela napas, lalu mengangkatnya.

 Lily menghela napas, lalu mengangkatnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Yeoboseyo.., Lily-aa? Kau baik-baik saja?" tanya Haechan dari seberang. "Kau tidak kelihatan setelah latihan selesai. Mark hyung mencarimu."

"Aku... aku sudah di jalan, Haechan-ii. Tiba-tiba badanku tidak enak," jawab Lily, berusaha terdengar setenang mungkin.
"Mungkin karena kelelahan. Tolong sampaikan pada yang lain ya, aku butuh istirahat."

"Oh,. Baiklah kalau begitu. Istirahat yang cukup ya. Jangan lupa minum vitamin," pesan Haechan dengan nada khawatir.

"Nee gomawoo "

NCT DREAM - MY DREAMS IMAGINECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang