*Ruang UKS
"Dar, maksud lo tadi apa? Naura jadikan lo pengganti dia, maksudnya gimana sih?" tanya Irsyad.
Adara menghela nafas. "Jadi tadi tuh..." menjelaskan dengan detail kejadian yang baru saja dia alami.
"Itu serius? Atau jangan-jangan Alisha cuma mau bikin lo berdua berantem doang?!" ucap Irsyad sedikit tak percaya.
"Lebih baik lo jangan percaya dulu sama Alisha, lo tau kan sifat dia itu kayak gimana. Gua gak mau, hubungan lo sama Naura jadi berantakan" saran Gibran.
Adara terkejut mendengar perkataan Gibran, ia sontak bangun dari brankar.
"Lo berdua kok jadi belain Naura gini sih. Jelas-jelas gua tadi dengar rekaman suara dia. Lo berdua gak percaya sama gue? Lo berdua pikir gue bohong gitu" tuduh Adara.
"Lo kenapa sih? Gua sama Irsyad itu mau kasih tau lo buat jangan terlalu percaya sama Alisha?! Lo tau kan sifat dia itu kayak gimana?!" jelas Gibran.
Adara terdiam dan terus memandangi wajah mereka berdua. Pikirannya menjadi tak menentu, mana yang harus dia percaya, Naura atau Alisha? Kata hatinya mengatakan jika ia harus percaya dengan Naura. Tapi pikiran terus teringat akan bukti yang Alisha berikan kepadanya tadi.
"Kayaknya lo butuh waktu buat mencerna semua ini Dar. Gue sama Irsyad pergi dulu. Lo pikir baik-baik, mana yang harus lo percaya. Naura atau Alisha. Dan gue harap lo percaya sama orang yang tepat," ucap Gibran, kemudian pergi di ikuti oleh Irsyad.
'Mana yang harus gue percaya sekarang?' batin Adara.
Sementara itu, di luar terlihat Gibran dan Irsyad tengah berdiri di depan pintu UKS. Keduanya masih di buat bingung akan sikap Adara yang tiba-tiba berubah.
"Gibran, Irsyad" panggil Naura, yang tengah berjalan menghampiri mereka bersama dengan Rahsya.
"Gimana Adara? Dia gak papa kan?" tanya Naura khawatir.
"Dia gak papa kok" balas Gibran.
"Kalo gitu gue masuk buat nemenin Adara di dalam?!"
"Nau jangan!" halang Irsyad.
"Kenapa? Gue cuma mau nemenin Adara doang kok?!"
"Emang kenapa sih Syad? Naura kan cuma mau nemenin Adara doang?" tanya Rahsya.
Irsyad dan Gibran saling pandang. Kemudian, mereka menjelaskan pada Rahsya dan Naura, apa yang Adara bilang pada mereka barusan.
"Gue beneran gak bilang kayak gitu ke Alisha. Bahkan hari ini gue sama dia belum ketemu dari tadi pagi?!" jelas Naura.
"Kita percaya Nau sama lo. Gak mungkin lo kayak gitu ke Adara. Kita semua tau, lo itu peduli dan sayang sama Adara" balas Rahsya.
"Tapi bisa aja kan, rasa sayang Naura ke gue itu, waktu dia dalam keadaan baik-baik aja. Kalo dalam keadaan terancam, bisa aja kan rasa sayang itu hilang" sahut Adara, seraya keluar dari ruang UKS.
Semua menoleh. "Apa maksud lo ngomong kayak gitu?" tanya Rahsya.
Adara tak menjawab. Ia memandang Naura sekilas, kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Adara...." seru Naura memanggil. Tak ada respon. Adara terus berjalan tanpa menoleh ke arah belakang.
"Dia kenapa sih? Masak lebih percaya sama omongan Alisha,ketimbang kita saudaranya sendiri?!" gerutu Irsyad.
"Nanti biar gue aja yang ngomong sama Adara" ucap Rahsya.
"Jangan lo. Biar gue aja yang ngomong sama dia. Karena masalah ini menyangkut gue sama Adara. Gue gak mau Adara mikir kalo kalian ngebela gue, dan gak percaya sedikit pun sama dia" ujar Naura.
"Yaudah kalo itu mau lo. Lo aja yang bilang ke Adara, dan gue harap dia mau dengerin omongan lo" sahut Rahsya.
Bel berbunyi. Semua siswa pun segera pergi menuju ke kelas mereka masing-masing.
*****
Malam itu, rumah keluarga Fatir terasa lebih sunyi dari pada biasanya. Naura kini tengah berjalan untuk menghampiri Adara, yang saat itu sedang duduk termenung di kursi taman yang berada di samping rumah.
"Adara..." panggilnya.
Adara menoleh. Mengetahui siapa yang memanggilnya, ia pun bangun dan berniat untuk pergi. Akan tetapi, Naura berhasil mencegah hal itu.
"Lo kenapa Dar?"
"Maksud lo?"
"Gue mohon sama lo, plis percaya sama gue. Gue gak pernah ngomong kayak gitu."
"Udah ada buktinya, lo masih mau bohong? Kalo emang itu gak bener, kenapa Alisha punya rekaman suara lo?"
"Ya gue gak tau Dar. Bisa aja kan dia edit suara orang lain, biar mirip sama suara gue"
"Udahlah Nau. Gue gak mau percaya lagi sama lo!!"
"Jadi, lo lebih percaya sama Alisha ketimbang sama gue, saudara lo sendiri?"
"Iya. Gue lebih percaya sama Alisha. Lo juga harus inget, kita bukan saudara kandung Nau. Jadi, gak mustahil jika salah satu diantara kita ada yang berkhianat," ujarnya, kemudian pergi begitu saja.
"Adara..." seru Naura.
'Gue gak nyangka. Lo lebih percaya Alisha ketimbang gue. Saudara lo sendiri Dar' batin Naura.
Dari kejauhan, Alisha yang sudah memantau mereka sedari tadi mengunakan drone kini tersenyum puas.
"Akhirnya, ini momen yang gue tunggu. Tinggal beberapa rencana lagi, dan misi gue akan selesai?!" gumam Alisha.
Bersambung.....
KAMU SEDANG MEMBACA
MAGIC 5
Ficção AdolescenteMenceritakan tentang lima orang anak yang memiliki kekuatan berbeda-beda dan di temukan di tempat dan waktu yang berbeda
