PART 11

2.5K 107 0
                                        

"Baik Mis,,,ter" Ucapan Salima terpotong karena baru menyadari Jalal sudah menutup panggilannya

^^^

Akhirnya Jodha sudah sampai di kantor, ia telat lebih dari satu jam, segera ia naik lift khusus karyawan menuju lantai 22. Sesaat setelah dia keluar lift Salima langsung melihatnya dan menghampiri Jodha

"Ya Tuhan,,, Jodha,, Kau kemana saja,, Bos mencari mu sejak tadi, cepat kau temui dia" Kata Salima

"Maceeeetttttttt Salima..." Kata Jodha

"Cepat temui dia sekarang juga, jangan mengerjakan apa-apa dulu dan mungkin kau tidak punya kesempatan mengerjakan pekerjaan mu lagi" Kata Salima khawatir

"Apa benar aku akan di pecat Salima hanya karena aku tidak masuk kemarin?"

"Aku tidak tahu, ayo sini" Salima menarik tangan Jodha menuju pintu sang CEO "Good luck Jodha" kata Salima lagi sambil menepuk bahu Jodha memberi nya semangat, setelah itu ia berlalu menuju meja kerjanya

"Bismillah,,, Help me God.. Fighting..." Jodha menyemangati dirinya sendiri, sekali lagi dia menghembuskan nafas panjang sebelum mengetuk pintu di depannya (Pucuk,, Pucuk,, Semangka Jodha,,, hihihi)

TOK,, TOK,,

"Masuk" Suara di dalam sana merespon ketukan pintu yang dilakukan Jodha

Jodha membuka pintu, jantungnya berdetak lebih cepat saat ini seperti habis berlari cukup jauh

Di dalam sana Jodha melihat seorang pria yang masih berkutat dengan file-file ditangan nya bisa dipastikan dialah CEO baru itu, pikir Jodha.

Jodha sudah berada depan mejanya, ia bingung dan tidak tahu harus berkata apa lagipula ia takut mengganggu, jadi Jodha memutuskan untuk diam saja dan tetap berdiri disana. Jodha memperhatikan pria dihadapan nya yang masih menunduk daritadi, tiba-tiba sang CEO membuka mulutnya

"Apa kau akan terus berdiri disana nona? Duduklah" Jalal mulai mengangkat wajahnya

Jodha sudah hendak duduk tapi saat matanya menangkap sosok di hadapan nya, Jodha kembali berdiri begitupun dengan Jalal mereka berdua sama-sama kaget, belum ada kata-kata yang keluar dari mulut keduanya, setelah beberapa detik mereka sama-sama terdiam akhirnya Jodha memberanikan diri berbicara lebih dulu walaupun ia masih nampak sangat kaget.

"Jalal? Ka,, Kau,, CEO di,,sini??" Tanya Jodha polos, seharusnya ia tidak perlu menanyakan hal ini lagi, bukankah sudah sangat jelas terlihat bahwa memang Jalal si CEO baru itu

Jalal mencoba bersikap normal, sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Apalagi di pertemuan terakhir mereka saat di Indonesia dulu hubungan mereka belum membaik.

"Ya, Aku Jalalludin Akbar CEO baru THE WORLDS. Apa kabar nona Jodha? Sudah lama tidak bertemu" Kata Jalal kemudian berusaha mencairkan suasana dengan mengulurkan tangan nya pada Jodha

"Ba,, Baik" Kata Jodha gugup dan menyambut uluran tangan Jalal, mereka lalu bersalaman

"Ya Tuhan,, semua nya benar-benar berakhir sekarang. Tamat kau Jodha" Kata Jodha dalam hati

"Duduklah" Kata Jalal, ia masih berusaha bersikap senormal mungkin. Walaupun tidak bisa dibohongi Jodha yang sekarang kelihatan sangat berbeda, rambutnya yang panjang dengan sedikit kepang di samping semakin menambah kecantikan alami nya, begitu juga dengan busana yang dikenakan Jodha hari ini yang memakai blouse putih dilapisi blazer Pink lembut dengan rok diatas lutut dengan warna senada, perpaduan yang membuatnya semakin anggun dan membuat siapapun yang melihatnya enggan mengalihkan pandangan darinya termasuk Jalal sendiri.

Karena Jalal yang sedari tadi terus menatapnya tanpa mengatakan apa-apa, membuat Jodha cemas dan takut dengan apa yang akan dihadapinya nanti

"Jalal,,, emm,, Sorry,, Mister" Jodha jadi salah tingkah sedangkan Jalal nampak menyembunyikan senyum nya melihat kegugupan Jodha yang berhadapan dengan nya, padahal dulu dia sangat berani padanya.

SEUNTAI HARAPANKU (FanFiction)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang