Jalal mengakhiri lagunya dan beranjak, ketiga bodyguard nya sudah kembali bersama Jalal
Suara teput tangan penonton mengakhiri lagu Jalal, ia kemudian bangkit dan turun dari panggung
"Ini saatnya" Batin Jalal
^^^
Hingga tiba-tiba tanpa bisa dihindari para wanita yang hadir disana langsung menghampiri Jalal dan mengungkapkan kekaguman mereka padanya serta basa-basi lainnya, Jalal yang sudah akan menjalankan rencana nya untuk membawa Jodha menjadi terhambat karena wanita-wanita itu terus mengelilinginya, jadi mau tidak mau Jalal sedikit meladeni mereka sambil sesekali matanya memperhatikan Surya dan Jodha, hingga pada saat Jalal kembali melihat kearah tempat Jodha tadi berada dia tidak melihat Jodha begitu pun dengan Surya sekarang. "Sial" Jalal berdecak kesal
"Menyingkirlah kalian atau ku bakar tempat ini sekarang" Kata Jalal lantang dengan amarah yang kembali membara di dadanya.
Mendengar ucapan Jalal barusan yang menyeramkan, membuat para wanita itu bergidik ngeri lalu segera menyingkir dari hadapannya, wajah Jalal kini sudah berubah merah padam kilatan amarah sangat terlihat jelas di sorot mata tajam nya.
"Si bre****k itu sudah pergi membawa Jodha, siapkan mobil ku sekarang, aku harus mengejar mereka secepatnya" Perintah Jalal pada ketiga bodyguarnya
Tidak butuh waktu lama, mobil Jalal sudah berada di depan nya, ia segera masuk dan melajukan mobil nya di ikuti oleh ketiga bodyguard nya di mobil lain, seperti kesetanan Jalal melajukan mobilnya dengan kencang, ia hanya ingin segera menemukan Jodha secepatnya dan jangan sampai si bre****k itu melakukan hal yang tidak-tidak pada Jodhanya.
^^^
"Halo" Jalal menelphon Husen
"Jalal, bagaimana, kau sudah bersama Jodha sekarang?" Tanya Husen
"Surya sudah lebih dulu membawanya setelah aku selesai bernyanyi tadi, sekarang coba kau lacak kearah mana dia membawa Jodha"
"Baik, tunggu sebentar,,,, Yeah,aku menemukan nya,, jalan itu, yah,, dia membawa Jodha ke rumahnya, jarak mobil mu dengan mobil nya tidak terlalu jauh sebenarnya Jalal, apa kau melihatnya sekarang?"
"Sebentar,, Ah ya,, aku menemukan nya"
"Aku, Hasan dan orang-orang kami akan menyusul mu kesana untuk berjaga-jaga. Hati-hati bro"
"Terima kasih"
^^^
Di dalam mobil Surya
"Kau mau membawa ku kemana Surya" Entah ini sudah berapa kali Jodha mengajukan pertanyaan yang sama pada Surya namun tidak dijawabnya, Surya hanya menyeringai licik menatap Jodha
"Surya,,!!" Kata Jodha lagi dengan keras dan bergetar, ia sangat ketakutan sekarang
"Kita akan ke rumah ku Honey dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh pasangan pengantin pada umumnya di malam pertama mereka,,, Hahaha,, Aku sudah tidak sabar"
"Jangan bermimpi Surya. Tolong!! Toloongg!!!" Jodha berteriak mencoba mencari pertologan di tengah-tengah ketakutan yang melandanya
"Hahahha,,, Percuma kau berteriak dan meminta tolong Jodha, semua orang tahu kalau kau istri ku. Jadi seperti kesepakatan kita, menurutlah padaku maka orang-orang yang kau sayangi akan selamat, kau masih ingat itu kan honey,,hmm"
^^^
Mobil Surya sudah sampai di sebuah rumah yang besar, inilah rumah yang baru di beli nya beberapa hari lalu, rumah ini terlihat begitu sepi, sepertinya tidak ada orang di dalam sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEUNTAI HARAPANKU (FanFiction)
RomanceFanFiction dari drama Jodha-Akbar Semoga berkenan,,, selamat membaca.. ;)
