Tidak banyak yang berubah setelah Jungkook dan Seulyoung menikah. Mereka tetap sering adu mulut seperti anak kecil, suka meributkan hal-hal kecil dan sedikit melakukan hal-hal yang manis.
Jungkook dan Seulyoung, keduanya resmi lulus kuliah sekitar 2 bulan yang lalu. Sekarang Jungkook lebih fokus untuk bekerja di kantor ayahnya, membantu sebisanya. Sedangkan Seulyoung memutuskan untuk tidak mengambil pekerjaan apapun. Ia lebih sering di rumah.
Membangunkan Jungkook, menyiapkan baju yang akan Jungkook pakai ke kantor, lalu membuat sarapan. Itu adalah kegiatan rutin Seulyoung setiap paginya.
Meskipun tidak terlalu pandai memasak, membuat sarapan adalah hal yang wajib menurut Seulyoung. Lagipula Jungkook bukanlah orang yang suka memilih-milih makanan. Jadi hal itu cukup memudahkan Seulyoung.
“Sayaang~ bisa tolong ambilkan handukku? Aku lupa membawanya~”
Seulyoung yang saat itu sedang berkutat di dapur kecilnya hanya bisa menghela nafas dan melangkah mencari handuk Jungkook.
Setelah menemukannya, Seulyoung segera menuju kamar mandi. Ia mengetuk pintunya. “Jungkook? Ini handuknya~” Teriak Seulyoung di depan pintu kamar mandi.
Beberapa detik kemudian pintu kamar mandi terbuka, memunculkan kepala Jeon Jungkook.
“Aku tidak tahu kalau kau punya kebiasaan meninggalkan handuk saat mandi.” Cibir Seulyoung sambil menyerahkan handuk pada Jungkook yang kini hanya bisa menunjukkan cengirannya.
Seulyoung mendecih dan berbalik, berniat kembali ke dapur.
“Hey Seulyoung!” Jungkook memanggilnya membuat Seulyoung kembali menatapnya.
“Apa lagi?” Seulyoung menunjukkan ekspresi malasnya.
“Tidak mau mandi bersama?” Tanya Jungkook dengan senyuman menggoda.
Seulyoung membulatkan matanya, namun ekspresinya berubah menjadi datar sedetik kemudian. “Tidak. Terimakasih.”
“Ck tidak asyik!”
Seulyoung kembali ke dapurnya dengan kekehan kecil setelah pintu kamar mandi kembali di tutup oleh Jungkook yang tadi mengumpat karena mendapat penolakan. Bukannya tidak mau, tapi Seulyoung sudah mandi tadi dan jika menerima tawaran Jungkook, itu hanya akan mengulur waktu. Jungkook bisa saja telat ke kantor. Jadi menolak adalah pilihan terbaiknya.
-----
Oh ya, Yeonmi sudah melahirkan. Sekarang Seulyoung dan Jungkook punya keponakan yang cantik bernama Lee Yeonhee.
Seulyoung tentu saja excited saat Yeonhee lahir ke dunia. Dia sangat sering main ke rumah Chanhee sejak Yeonhee lahir. Sekarang Yeonhee berusia tiga bulan, masih sangat kecil. Tapi Seulyoung suka bermain dengannya.
Mengingat statusnya yang juga sudah menikah, Seulyoung pun tak jarang mendapat pertanyaan kapan akan menyusul Chanhee untuk memiliki buah hati. Seulyoung terlalu malas menanggapi pertanyaan semacam itu. Anak itu adalah anugrah dari Tuhan, Seulyoung mana tahu kapan dirinya akan hamil. Lagipula, ia dan Jungkook tidak berniat menunda untuk memiliki anak. Mereka hanya tinggal menunggu Tuhan member anugrah itu.
Pagi itu, suasana di apartemen Jungkook dan Seulyoung terlihat begitu tenang. Hingga akhirnya teriakan Jungkook memecahkan ketenangan itu.
“Seulyoung~” Ia berteriak dari kamarnya. Jungkook bingung karena setelah selesai mandi dia tidak menemukan pakaian di atas tempat tidur mereka. Padahal biasanya Seulyoung sudah menyiapkannya.
Karna tidak mendapat jawaban apapun dari Seulyoung, Jungkook akhirnya mencarinya keluar kamar setelah memakai baju yang ia ambil sendiri dari lemarinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
YoungKook Series (COMPLETED)
FanfictionLee Seul Young and Jeon Jung Kook "When you fallin' love with your bestfriend.."
