Seorang wanita dengan setelan rapi langsung berjalan mendekat begitu melihat Eucharistia melangkah ke luar dari ruangan kelas Duel. "Ibu Eucharistia, saya sudah menunggu Anda."
"Maaf. Kalau boleh saya tahu, Anda siapa?" Eucharistia balas bertanya.
"Ah, perkenalkan saya Telly." Wanita itu mengusapkan telapak tangan, seakan membersikan sesuatu sebelum mengulurkannya ke arah Eucharistia. Senyuman yang begitu lebar terlukis di wajahnya. "Saya adalah anggota baru dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan mempertimbangkan kesibukan Anda, maka saya telah ditugaskan sebagai asisten pribadi Anda. Saya benar-benar mengagumi Anda. Adalah suatu kehormatan bisa bekerja bersama Anda. Mohon bimbingannya."
"Asisten pribadi?" Kening Eucharistia berkerut bingung. "Saya tidak mendengar ada posisi seperti itu sebelumnya."
"Di kementerian lain memang tidak ada, tetapi bukankah kementerian kita spesial karena ada orang hebat seperti Anda sebagai pemimpinnya."
Eucharistia tidak begitu menyukai orang yang terlalu melebih-lebihkan, tetapi ia sebisa mungkin bersikap profesional. "Anda terlalu berlebihan."
"Tentu saja tidak berlebihan, Anda benar-benar pribadi yang sangat hebat. Ah, maaf saya hampir lupa, kedatangan saya ke sini adalah untuk menemani Anda ke gudang penyimpanan di markas Kelompok Pelindung. Hal ini terkait dengan buku-buku yang pernah disita Kelompok Pelindung. Semua buku itu sekarang adalah tanggung jawab kementerian kita. Jadi apa kita berangkat sekarang, atau Anda masih harus melakukan sesuatu?"
"Kita bisa pergi sekarang," jawab Eucharistia.
"Bagus sekali," seru Telly. "Portal terdekat ada di salah satu pohon tak jauh dari gerbang sekolah, izinkan saya memandu Anda."
"Tidak perlu bersikap terlalu formal seperti itu, panggil saja saya Eucharistia. Siapa tahu kita bisa menjadi lebih akrab."
"Oh, Anda memang baik hati. Namun, mana mungkin saya menyapa seorang yang sangat hebat seperti Anda dengan tidak sopan, maaf saya tidak berani."
"Baiklah, terserah padamu."
"Terima kasih atas pengertiannya."
Telly kemudian memandu Eucharistia menyusuri area pepohonan di dekat gerbang sekolah. Di area itu, bukannya memandang jalan, Telly justru mendongak dan memperhatikan dedaunan. "Sebentar, seharusnya portal itu ada di sekitar sini. Kita hanya perlu mencari sehelai daun merah."
Clarine tak bisa menemukan daun merah yang dimaksud Telly di antara jutaan daun yang melingkupi mereka. Namun Clarine bisa merasakan sensasi getaran dari arah kiri.
"Mungkin kita sebaiknya berjalan ke sana." Eucharistia menunjuk ke arah salah satu pohon.
"Ah, Anda menemukannya. Mata Anda jeli sekali. Sebentar, saya akan menyibakkan Tirai Satu Arah-nya." Telly menggambar segel dan mengarahkannya ke pohon yang di tunjuk Eucharistia. Detik selanjutnya, sebagian pemandangan di sekitar pohon tersebut tampak melipat diri layaknya gambar pada gorden yang disingkapkan. Sekarang di hadapan mereka tampak sebuah ruangan penuh cermin yang sama sekali tidak sesuai dengan pemandangan hutan di sekelilingnya.
"Saya menyukai tempat ini. Mereka seakan meminta kita merapikan diri sebelum bertemu." Sambil memperhatikan pantulannya, Telly melangkah memasuki ruangan cermin. Ia bahkan sedikit berputar untuk melihat keadaan pakaiannya. "Ah maaf, saya agak lemah terhadap cermin."
Eucharistia tersenyum memaklumi seraya ikut melangkah masuk.
"Sebentar, saya perlu mencari sebuah tombol. Seharusnya ada di sekitar sini." Telly menundukan badan untuk meraba-raba area tepian cermin di bagian bawah. "Ini dia," seru Telly seraya menggeser sedikit permukaan cermin di bawah jarinya. Tampaklah sebuah celah kecil dengan tombol merah di dalam. "Kelompok Pelindung menggabungkan teknologi dan penggunaan bakat dalam markas mereka, bukankah itu unik?"
KAMU SEDANG MEMBACA
CONNECTION
FantasyBuku Ketiga dari empat buku dalam seri T.A.C.T. (Fantasy - Romance) Apa yang akan kamu lakukan saat mengetahui kalau dirimu dijodohkan dengan lebih dari satu orang? Atau ketika seseorang yang kau ketahui berniat menyakitimu kini memegang kekuasaan d...
