Pikiran buruk baru saja terlintas di pikiran Clarine saat terdengar suara samar dari luar. Buru-buru Clarine keluar dari ruangannya dan menuruni tangga.
Begitu melihat Zoenoel yang tampak baik-baik saja, Clarine langsung mengembuskan nafas lega. Kegundahannya hilang seketika.
Namun ada yang aneh, Clarine tidak melihat keberadaan Faenish, Ezer, Drina serta Pak Razor. Clarine justru melihat sosok pemuda yang kalau tidak salah namanya Rael. Clarine pernah melihat pemuda itu saat berkunjung ke rumah Faenish beberapa minggu yang lalu. Tepat sehari sebelum pemuda itu berhasil melarikan diri.
Saat ini, Rael sedang melayang tak sadarkan diri, bersebelahan dengan dua sosok Glassina. Salah satu Glassina juga melayang tak sadarkan diri, sementara yang satu lagi terlihat transparan dan berdiri menginjak lantai.
"Apa yang terjadi?" tanya Clarine begitu ia menghampiri teman-temannya.
"Kami mendapat beberapa masalah karena pemuda itu." Maery menunjuk ke arah Rael. "Serta karena kemunculan Pengkor yang—"
"Bukan hanya beberapa masalah, kita mendapatkan bencana berlipat-lipat," sanggah Ryn dengan nada kesal dan tatapan menusuk ke arah Rael. "Gara-gara dia, kami kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan Pak Razor. Tak hanya itu, dengan segel sialannya, sekarang Ezer kehilangan kesempatan untuk bebas dari pengaruh Katharina. Seakan semua itu belum cukup, Pengkor datang membawa kekacauan dan bom. Mereka nyaris membuatku benjol dengan pecahan beton."
"Rael sudah ada di ruangan Glassina lebih dahulu untuk melakukan sejenis ritual. Ia juga nyaris menyerang Faenish dengan segel Mawakes Jiwa, segel yang pernah mengikat Faenish dengan Ezer beberapa waktu lalu." Maery menjelaskan dalam bisikan kepada Clarine, sementara Ryn masih menggerutu sendiri. "Sialnya bagi Rael, tepat saat segel diaktifkan, Zoenoel tiba-tiba saja muncul di antara mereka dengan teleportasi. Akibatnya, bukan Faenish yang terkena segel, tetapi justru Glassina yang pada saat itu dibopong oleh Zoenoel. Masalahnya, hingga Glassina terbebas dari ikatan segel, ia kehilangan bakatnya. Jadi Faenish dan Ezer tidak bisa melakukan percobaan pada gadis itu—"
"Untung saja bukan Zoenoel yang kena," potong Ryn histeris. "Aku tidak bisa membayangkan jika dua pria normal diikat oleh segel mengerikan itu. Bagaimana mungkin Zoenoel akan mencintai Rael? Mereka akan terikat selama-lamanya. Itu benar-benar mengerikan."
"Setidaknya Rael juga mendapatkan hukuman tersendiri." Maery memberikan pendapatnya. "Aku tidak bisa membayangkan bagaimana sengsaranya pemuda itu karena tidak bisa berpisah dengan sosok berisik seperti Glassina. Kalaupun nantinya Glassina bisa terbebas karena mencintai Rael, pasti cerita mereka akan sangat-sangat panjang. Mustahil gadis seperti Glassina akan begitu saja bertobat."
"Apa maksudmu berkata begitu?" tuntut sosok transparan Glassina berang.
"Kau berisik dan kau bodoh," balas Ryn.
"Kau juga berisik Ryn. Kalian berdua diamlah." Dazt ikut mengeraskan suara. "Kepalaku sakit gara-gara kalian, jadi sebaiknya kalian bersiap ke sekolah. Biar aku yang menjaga Glassina dan Rael di sini."
"Dengan senang hati. Ayo kita pergi," seru Ryn sambil mengait lengan Maery. "Kau harus segera mencari penyumpal telinga untuk dirimu Dazt."
Mendengar sindiran Ryn, sosok transparan Glassina kembali berteriak kencang. Clarine bahkan harus menutup kedua telinganya saat ikut berjalan keluar bersama yang lainnya.
***
Berita soal pembobolan di lapas segera mencuat menjadi berita hangat pada hari itu. Para siswa di akademi sibuk berbagi asumsi saat membaca tulisan di langit-langit ruang lingkar jalan. Clarine sudah mendengar cerita dari Maery saat jam istirahat, tetapi Maery pun tidak begitu tahu cerita lengkapnya. Terutama tentang fakta hilangnya beberapa tahanan selain Glassina dan tentang Pengkor yang dinyatakan sebagai pihak yang bertanggung jawab.
KAMU SEDANG MEMBACA
CONNECTION
FantasyBuku Ketiga dari empat buku dalam seri T.A.C.T. (Fantasy - Romance) Apa yang akan kamu lakukan saat mengetahui kalau dirimu dijodohkan dengan lebih dari satu orang? Atau ketika seseorang yang kau ketahui berniat menyakitimu kini memegang kekuasaan d...
