Chapter 1 : Sekolah baru

16.4K 622 18
                                    

"Ayo Diiiin buruaaaan, udah telat niih!" Teriak Dita yang suaranya macam toa sambil menekan klakson mobilnya berulang kali.

Dina keluar dari pintu rumah membawa sepotong roti dan mengangguk "iyaaa" jawab Dina kalem. Nida-bundanya Dina Dita- keluar dan melambaikan tangannya saat mobil yang dikendarai anak kembarnya melaju.

Dina POV

Sepertinya, Dita kesal lagi padaku, ralat, bahkan setiap hari dia begitu padaku. Bersabarlah Dina mungkin ini yang terbaik, jadi bawa nyaman saja.

**

Terlihat bangunan yang menjulang tinggi di tatapanku. Benar, ini adalah bangunan SMA Bintang Jakarta dimana SMA ini adalah sekolah baruku dan Dita. Dita memarkirkan mobilnya di tempat parkiran. Sedangkan aku sekarang malah pergi duluan ke ruang kepsek. Awalnya aku ingin menunggunya, tapi dia malah menolak entah kenapa. Di sana, aku bertemu Pak Edi-Wakil Kepala Sekolah- yang mau mengantarkan aku ke kelasku.

Aku mengekori Pak Edi menuju kelas. Saat Pak Edi dan aku memasuki kelas itu, yang tadinya ramai menjadi hening tanpa suara.

"Selamat pagi anak anak"

"Pagiii paak," Jawab murid murid di sana serentak.

"Jadi, sekarang kita kedatangan murid baru," Pak Edi menengok ke arahku dan tersenyum "Dina, perkenalkan dirimu,"

Deg deg deg deg
Jangtungku berdegup cepat. Aku menarik napas dan.. "Mm, Selamat Pagi nama saya Dina Andita Graham, biasa dipanggil Dina. Salam kenal," itulah perkenalan singkatku.

Pak Edi mengangguk "Sekarang, Dina kamu duduk sama Hendra yang duduk di belakang sana," ucap Pak Edi sambil menunjuk salah satu murid di belakang. Aku hanya mengangguk dan Pak Edi langsung meninggalkan kelas.

Aku berjalan menuju ke arah cowok yang duduk di belakang itu. Aku berasa canggung banget disini karena aku engga kenal satupun orang di sini.

Cowok yang duduk di sebelah ku itu tersenyum, "Hai, nama gue Hafiz Hendra Kusuma, panggil... Hendra aja," ucap Hendra sambil mengulurkan tangannya yang berniat untuk salaman. Aku salaman dengannya dan mengangguk "Iya hai juga, nama gue--" belum sempat melanjutkan berbicara, Hendra sudah memotong pembicaraan ku, "Iya gue tau lo Dina," jawab Hendra dan tersenyum. Sumpah dia senyum langsung kaya Shawn Mendes sumpah. Aku memang fans berat Shawn Mendes, dan karena senyumannya, aku jadi melting dibuatnya. Alhamdulillah Ya Allah, Engkau memberikan teman sebangku yang wajahnya mirip Shawn Mendes...

********

Aloha! Bagaimana cerita nya? Bagus? Kurang panjang ya? Hehe, maaf soalnya masih belajar nulis. And don't forget to leave vomment (s) yaa! Luv yuu

HatedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang