.ENAM.
Aku terus berjalan sambil bersenandung lagu pavoritku, hingga ku sampai di pekarangan rumah yang cukup luas. Piyuhh Aku langsung mengelus elus dada pasalnya motor si laditt gk ada ya pasti yang mpunya nya juga gk ada. 'Selamettt' batinku sambil terus mengelus dada dan sedikit menutup mata.
"Dari mana aja lo?"
Deg
Eh ?
Eit!
'Siapa tuh?' aku langsung celingukan mencari asal suara itu, seketika buluk kudukku berdiri merinding yang ku rasakan, segera ku mengambil kunci rumah dan
"Elo kalo gue tanya ya jawab"
"Astagfirulohaladiym" aku langsung tersentak dan menghadap ke arah suara, suwer gue hampir kena penyakit jantung.
"La.laditt?" ucapku masih sedikit gugup, perasaan tadi gk ada deh motornya tapi knapa yang mpunyanya disini? Dan kalo juga baru datang tadi aku nggak ngedenger suara motornya. Ah au lah puhing.
"Cepat buka pintunya" ucapnya mengagetkanku dan membangunkan ku dari lamunan yang berkhayal ini.
Aku langsung nurut dan langsung masuk ke dalam rumah sebelum ku melangkah kan kaki untuk pergi ke kamar dan mencoba rok baru ku
"Aurl gue aus!" ucap seseorang yang sekarang sedang bersandar di atas sopa creamnya menidurkan tubuhnya di punggung sofa.
Merasa di panggil aku langsung menghentikan langkahku dan ber balik badan, ku lihat dia sedang memejamkan matanya seperti yang sedang kelelahan dan tunggu apa itu? Aku langsung mengernyitkan dahiku, ada luka lebam di wajahnya? Kenapa lagi ini bocah?
"Aurl" panggil nya lagi.
"Iya iya ish " ucapku sambil menyimpan barang bawaan ku ke kamar dan mengambilkan air serta kotak p3k untuk mengobati lebam si laditt.
"Inih " ucapku sambil menyodorkan minuman kearahnya dan tak lupa aku juga duduk di sampingnya, awalnya dia sempet merhatiin aku duduk di sampingnya tapi sepertinya dia gk masalah dengan ada nya gue di sampingnya.
Aku terus memandangi wajahnya meskipun minumnya sudah selesai tapi aku masih tetap kepo dengan luka lebam yang ada di wajahnya itu, gk mungkin kan dia jaatoh hingga babak belur kaya gitu? Stupid girl Aurl.
"Kalo niat mau ngobatin ya obatin jangan di liat melulu" ucapnya to the poin merasa aku yang di ajaknya ngomong aku langsung krusak kerusuk membuka kotak p3k, sedikit kaget sih karna dari tadi aku hanya bengong bae liat mukanya hehe.
Setelah mengoleskan sedikit betadine ke daerah lebamnya, ternyata aku di buat shock lagi setelah ku pegang pundak dan pinggangnya dia mengeluh ke sakitan.
Aneh juga sih kenapa dia bisa kaya gini dan kata si ema juga pernah ngomong kalau si laditt itu susah banget untuk di obatin lah ini? Nyusahin aku inimah!.
tapi aku belum sempat nannya kenapa dia kaya gitu tapi tau lah aku pasti bakalan tanyain tentang masalah ini di waktu yang deket deket juga you know lah rasa kepo ku itu selalu berlebihan.
"Ya allah lo kenapa sih hah? Luka sampai ke seluruh tubuh gini?" dan dia hanya menggelengkan kepalanya sambil memegangi ujung bibirnya yang lebam, aku sempat meringis melihatnya apa lagi saat dia teriak menjerit, horor coy kudu punya kesabaran extra kalau mau ngobatin si laditt mah.
KAMU SEDANG MEMBACA
A' Little Girl
Teen FictionBELUM SELESAI -------------------- Mengapa sikapnya sangat berbeda terhadapku? Sungguh kadang itu membuatku bingung. Aurl~ Sikapku berbeda hanya kepada orang yang kusayang. Laditt~ [17++]
