.TIGABELAS.
Satu bulan setelah kepergian bunda bunga, aku mulai bisa menerima semuanya. Yang tidak ku bisa terima saat ini adalah keadaan rara. Semakin hari hidupnya semakin menyakitkan hati.
"Dit si Aurl masih di kamar lo?" tanya si andi yang sekarang ada di rumah aku untuk ngejenguk rara yang dari sebulan lalu tidak mau pergi sekolah boro boro pergi sekolah keluar rumah juga dia gk nafsu. Makan? Kalian liataja tubuhnya yang surus kering itu, sangat enyakitkan.
"Iya ndie. Heh gue udah bingung kudu gimana lagi" ucapku letih.
"Gimana kalo lo nyelusup aja kekamarnya"
"Kamar gue" rallatku.
"Ah iya iya terserah lo deh. Gimna huh?"
"Gue gk berani ndie"
"Arghh anjing lu katanya mau ngelindungi dia di suruh gitu aja lo ogah,"
"Ndie dia itu masih butuh sendiri"
"Denger ya laditt sahabat gue yang kaya eek..."
"Babi lu " ucapku langsung menoyoor kepalanya
"Arghh kalem beb"
"Jijik"
"Haha. Udah deh ladit, lo kudu nekad untuk yang satu ini, kamu gk kasian huh sama ayahnya? Ayah lo? Bunda lo?"
"Bunda gue gk ada"
"Iya apa kate lu dah, tapi gue mohon untuk saat ini lo turutin rencana gue"
"Tapi..."
"Elo yang masuk atau gue?" ucapnya.
"Anjing!" ucapku prustasi aku terus menggaruk garuk rambut kepalaku. Penat rasanya,seperti ada sesuatu yang hilang dan di gantikan oleh beban yang sangat berat. hilang ke hilangan yang sangat besar, hilang semuanya dengan sekejap mata. Gue benci saat saat begini. Gue benci melihat gadisku,gue benci pada diriku sendiri..
"Udah ditt lo masuk aja lo punya kan kunci cadangan kamar lo?" aku langsung menganggukan kepalaku.
"Sip dan mumpung orang orang rumah pada gk ada" ucapnya tersenyum jahil.
"Bangsat. Cabut lu" usir ku
"Ahah sabar coy udah gk sabaran aja nih" ucapnya sambil ber lalu keluar.
Hah beginilah dampak nggak ada nya bunda bunga semuanya pada berubah derastis.
Keadaan rara yang semakin hari semakin susah untuk di ajak ngobrol.
Bunda pergi entah kemana, dia hanya menitipkan pesan ladit percaya ama bunda do'ain bunda agar cepat pulang dan jaga Rara bunda pergi . kata kata itu masih jelas di otaku hehh kehidupanku berubah. Benar benar berubah.
Ayah dan om aldi sekarang selalu sering ke luar kota, entah ada urusan apa tapi beliau selalu ngomong untuk kehidupan bersama. Entahlah aku tak mengerti.
Dan disini aku hanya sendiri, sendiri melawan sepi. Kadang si andi juga ikut nginep di rumah, aku tak perlu khawatir tentang makanan atau kebersihan rumah karna semuanya telah di berikan ke pada bik izah orang kepercayaan ayah dan bunda dari dulu.
Sepi, aku terus bergumam. Bergumam entah apa. Aku terus menyusuri tempat ini. Ya taman belakang sekarang aku sedang duduk di ayunan yang sering kami duduki bersama dulu.
Bunga tulip yang hampir layu. Tapi tidak mati karna bi izah selalu menyiramnya.
Apa yang harus aku lakukan tuhan? Apa itu cara yang terbaik? Apa aku coba? Ya coba!
KAMU SEDANG MEMBACA
A' Little Girl
Ficção AdolescenteBELUM SELESAI -------------------- Mengapa sikapnya sangat berbeda terhadapku? Sungguh kadang itu membuatku bingung. Aurl~ Sikapku berbeda hanya kepada orang yang kusayang. Laditt~ [17++]
