A' Little Girl> EMPATBELAS

6.3K 230 3
                                        

.EMPATBELAS.

"Laditt owyy laditt bangun kebo ouy!!!" teriaku membangunkan si ladit.

"Udah bangun belum?" tanya om riyo yang sekarang ada di belakangku.

"Dia kebo banget om inikan udaah jam 06:26 kan bisa tellat" ucapku berengut dan tergesah gesah gk puguh sembari melihat arloji yang ada di sebelah tangan kiriku.

"Wajarlah dia datang jam empat"

"Hah? Ko jam empat om? Ko bisa?"

"Heuh taulah om bingung ngurusnya lagi kudi gimana"

"Sabar om hehe" cengirku dan langsung di hadiahi oleh senyuman hangatnya om riyo.

"Ya udah kamu masuk aja gusur dia kekamar mandi" ucapnya lempeng.

"Loh ko aurl sih om?"

"Udah sanah nanti telat " ucapnya sembari melengos pergi.

Ah mendingan masuk aja aku dari pada telat berangkat sekolah ishh dasar ladit pe'ak.

"Ladiitt" teriakku dengan sekali hentakan aku langsung membuka pintu kamar si ladit dan jrenggg gelap vroh.

"Dit?" ucapku sembari mengendap endap kearah kasur dan ya ampun dia masih memakai baju yang semalam. Ada apa sih di luar ampe harus pulang pagi. Bikin aku sibuk aja di pagi hari nan cerah ini.

"Dit?" aku terus menggerak gerakan lengannya.

"Hmm" aku langsung terdiam tiba tiba kepalaku sangat pusing.

Aku terus memegang kepalaku kenapa sakit banget. "Akhhh" aku tersungkur kebawah kasur oh ini sangat sakit, kenapa ingatan ini datang lagi? Sungguh ini sangat menyakitkan.   Terasa perih, sekelebat bayangan laki laki yang dulu selalu di impikannya datang lagi dan itu gk bertahan lama karna...

"Ra?" ucap seseorang yang langsung mendekapku dan semuanya gelap. Entah mengapa bayangan anak lelaki itu selalu datang di mimpiku dan selalu membuatku perih untuk mengingatnya.

~

"Eungh " erangku tertahan.

"Aurl?" sayup sayup ada seseorang yang memanggilku.

Aku langsung membuka mataku tangan ku terasa hangat dan sentak ku melihat siapa yang memegang tanganku dan seketika senyumku merekah.

"Ayah?" ucapku sembari meneteskan buliran bening aku langsung memeluk tubuh tegap ayahku yang selalu ku rindukan ini . ya allah betapa merindunya aku pada sosok ini.

"Eshh pelan sayang" sontak aku melepaskan pelukanku dan tersenyum di hadapannya. Tangan beliau langsung mengusap rambut hitam bergelombang ku, itu adalah sentuhan yang paling nyaman. Aku langsung menidurkan kepalaku tanpa bisa melepaskan tangan ayah dan

"Manja" ucap seseorang yang ternyata di ruangan ini bukan hanya aku dan ayah tetapi ada temen temen aku dan om riyo.

"Biarin weks" ucapku sembari menjulurkan lidahku kearah si ladit.

"Ayah kapan pulang?" rengekku manja.

"Alah si neng kalo lagi manja manjaan gemmesin deh, bikin abang pengen nyium aja" celetuk si deni dan langsung di hadiahi sikutan si ander.

"Bangsat lu dre" ucap si deni sembari memegang tempat yang tadi di sikut si andre. Pas kena perutnya haha...

"Tadi,  om riyo ngasih tau ayah kalo kamu pingsan jadi ayah langsung pulang"

"Ayah mau nginepkan?" tanyaku antusias. Dan sudah terlihat jelas dengan yang di tampakan oleh raut wajah ayah.

"Maaf sayang ayah harus pergi lagi sekarang tante kamu lagi butuh tenaga ayah dan om riyo"

A' Little GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang