Ch16

11.2K 1.1K 40
                                        

Hening.

Hanya terdengar bisingnya kedai coffee serta ramainya kota Seoul di luar sana. Baekhyun masih terdiam dengan kepala yang ia tundukan, jujur, ia takut. Sementara Chanyeol, masih menatapnya dengan tatapan sulit di artikan. Ada seribu rasa yang menghantui lelaki tinggi ini, entah itu kecewa, senang, dan sedih. Semuanya bercampur menjadi satu dan membuatnya sulit untuk mengutarakannya.

"Baek," panggil Chanyeol lirih ketika berhasil me-mantapkan hatinya. Kondisinya belum sepenuhnya pulih, badannya masih terasa panas, dan wajahnya memerah.

Baekhyun mengangkat wajahnya, menatap Chanyeol. Sedetik kemudian, dahinya berkerut melihat hal aneh, wajah Chanyeol memerah. Seketika ia teringat, terakhir kali ia bertemu yaitu kemarin malam. Dan kondisi Chanyeol saat itu tengah sakit.

Belum sempat Chanyeol mengeluarkan katanya, Baekhyun sudah lebih dulu memegang dahinya. Bahkan sampai tangan serta lehernya.

"Kau! Ck," kesal Baekhyun segera menarik tangan Chanyeol. Hanya satu yang ada di pikirannya, yaitu membawa Chanyeol pulang dan merawatnya. Tak perduli jika perutnya tengah meronta dan berteriak makan, karena demi apapun, saat ini Chanyeol butuh dirinya.

Tanpa sadar, kedua sudut Chanyeol terangkat membentuk sebuah senyuman. Perutnya mendadak geli ketika ia merasa senang, seperti ada ribuan kupu-kupu yang keluar dari perutnya. Dan seketika rasa kesal, kecewa, serta sedih itu hilang begitu saja. Hatinya terlalu senang.

-

"Ada apa?" tanya Jongin langsung ke inti. Ia tak bohong, jika saat ini tengah di hantui rasa penasaran. Jujur saja, ini pertama kalinya, mereka, Sehun dan Jongin berbicara setelah kejadian sepuluh tahun lalu.

"Sehun, kenalkan. Ini Jongin, kakak tirimu. Dan yang disebelah appa adalah eomma baru mu." ujar Tuan Oh dengan senyum mengembang, tersirat jelas tatapan bahagia di matanya.

Sehun memincingkan matanya tak suka. Ia tak suka dengan kalimat yang baru saja di lontarkan Ayahnya. Sebuah kata eomma barumu terdengar begitu mistis di telinganya. Baginya, Ibunya hanya satu. Dan tak bisa di ganti dengan yang baru.

"Hai, aku Jongin." ujar anak berumur dua belas tahun itu. Senyuman yang menambah ketampanan anak ini menguar seluruhnya. Tetapi, tidak berdampak sama sekali pada Sehun.

Dan Sehun berlari menuju kamarnya. Semenjak itu, semenjak pertama kalinya pipinya terkena tamparan sang Ayah, Sehun mulai menaruh benci.

Benci kepada Jongin dan Ibunya.

Sehun menatap Jongin tajam dan datar, tatapannya masih sama seperti sepuluh tahun yang lalu. Tatapan yang mematikan dan terdapat kebencian di dalam sana. Tetapi, satu hal yang aneh. Ada sirat kerinduan disana.

"Tidak. Aku hanya ingin mengingatkanmu, jangan ganggu Baekhyun." ujar Sehun.

Jongin tersenyum kecut. Ia sama sekali tak menyangka jika Sehun meminta untuk bertemu hanya ingin membicarakan hal tak penting seperti ini.

"Baekhyun? Lelaki lemah dan selalu menyusahkan itu?" tanya Jongin dengan salah satu sudut bibir yang terangkat.

Tak sadar, rahang Sehun mulai mengeras. Inilah yang membuat Sehun semakin membencinya.

"Sialan. Dia tidak seperti itu!" gertak Sehun tegas.

Salah satu alis Jongin terangkat, "Oh? Ternyata adikku ini, menyukainya? Hah .. Aku bingung, mantra apa yang ia gunakan sehingga bisa memikat banyak pria." ujarnya tersenyum remeh.

Sehun menggebrak meja, menjadikannya sebagai pusat perhatian secara tak sadar. "Aku peringatkan padamu sekali lagi. Jangan ganggu dia, dan biarkan dia bahagia!" bentaknya benar-benar sudah kalap.

Kakinya terus melangkah keluar dari restorant dengan langkah kaki yang besar. Kedua alisnya bersatu dan dahinya berkerut. Sehun benar - benar sudah jatuh cinta.

-

"Terimakasih, Baek" ujar Chanyeol dengan lirihnya. Sebuah senyuman hangat dan tipis menghiasi wajahnya. Sementara Baekhyun, berusaha mati-matian untuk tidak memeluk lelaki tampan di hadapannya. Ia rindu saat-saat seperti ini. Tetapi ia tidak bisa untuk seperti dulu.

"Baek," panggil Chanyeol ketika Baekhyun hendak keluar dari kamar. Baekhyun tak berbicara sekalipun, karena ia tahu, tak seharusnya ia berada disini.

Langkah Baekhyun tentu terhenti, ia menarik nafas panjang sebelum akhirnya menoleh ke belakang. "Ya, Chanyeol?" tanyanya dengan ramah. Ia tidak bisa berpura seperti ini.

"Ada apa? Kenapa kau seperti menghindar dan menjaga jarak denganku? Apa aku punya salah? Maaf.." ujar Chanyeol dengan sisa tenaga yang ada. Karena demi apapun, tubuhnya sangat lemah. Jika saja ia tak pergi keluar untuk membeli makan dan bertemu Baekhyun, pasti ia tak selemah ini kondisinya.

Air mata Baekhyun sukses jatuh dan mengalir dengan deras. Ia berlari menubruk tubuh lemah Chanyeol, memeluknya sangat erat sambil terisak.

"Chanyeolie.." panggilnya di sela isakan tangisnya. Ia bahkan melupakan fakta bahwa Chanyeol tengah sakit.

Seulas senyum bahagia mengembang di wajah Chanyeol. Tangannya beralih untuk membalas pelukan Baekhyun. Ia memejamkan matanya, menyesap wangi yang menguar dari lelaki mungil itu.

"Kenapa menangis?" tanya Chanyeol dengan sedikit kekehan. Ia mengelus surai hitam milik Baekhyun dengan lembut.

Baekhyun menjauhkan tubuhnya agar bisa menatap lelaki tinggi itu. Ia mengusap wajahnya kasar dengan isak tangis yang sesekali terdengar.

"Yeolie, maafkan aku.." cicitnya dengan suara parau.

Nyatanya, Baekhyun tak bisa untuk berjauhan dengan lelaki itu. Meskipun seribu cara telah ia lakukan agar bisa melupakan Chanyeol, tetapi justru takdir juga mempunyai seribu cara lain untuk menyatukan mereka. Baekhyun tak perduli lagi dengan larangan Jongin, atau yang lainnya. Karena dipikiranya hanya satu, Chanyeol.

Chanyeol tertawa samar karena wajah imut Baekhyun. Chanyeol seperti seorang pedofil jika di hadapkan situasi ini.

"Kau ini, kenapa lucu sekali sih." ujar Chanyeol seraya menoel pipi Baekhyun.

Baekhyun mengerucutkan bibirnya kedepan, "Ish, yeolie.. Aku serius!" kesalnya

Chanyeol terkekeh, "Aku juga serius, Park Baekhyun." ujarnya dengan senyuman hangat.

"Yak! Namaku Byun Baekhyun! Bukan Park Baekhyun. Seenaknya saja mengganti margaku." ujar Baekhyun.

Cup. Cup. Cup.

"Mulai sekarang, marga kau adalah Park Baekhyun." ujar Chanyeol setelah mengecup bibir Baekhyun berulang kali.

"So, will you marry me?"

-

iya tau kok chapter ini hancur banget huhu. btw, aku baru saja post cerita HunHan!! sneak peek/? spin-off/? dari cerita ini. So yang penasaran sama hubungan mereka, bisa cek disana. Baru prolog/? sih hehehe. Akan aku lanjut kalau cerita ini end. Dan mungkin 1-2 chapter lagi!!!

So stay tune saja ..

Dan mohon doa nya, senin aku UNBK! whtdfk. Kayaknya aku akan post 1 chap lagi minggu ini. Sampai ketemu Chap depann!

Help MeWhere stories live. Discover now