Donghae duduk sambil menatap layar komputer saat kesadarannya tiba-tiba diterjang berbagai pikiran yang berbeda, satu pikiran berkejaran dengan pikiran lain bahkan terkadang bertabrakan selama paling tidak satu jam ini. Dan itu benar-benar tidak ada kaitannya dengan dirinya.
Sebelumnya di hari ketika mereka sedang berada di sebuah conference meeting dengan beberapa anggota dari luar negeri, Eunhyuk, salah satu dari produser Hits Entertainment dan juga teman baiknya, harus menendang kaki Donghae di bawah meja saat salah satu dari anggota luar negeri menanyakannya pertanyaan dan Donghae hanya duduk di sana dengan tampang blank. Mungkin masih dapat diterima jika hanya terjadi sekali. Tapi tiga kali dalam rentang 30 menit?
Donghae menekan tulang hidungnya, merasakan sakit kepala yang mulai datang. Satu minggu belakangan ini benar-benar seperti ujian baginya. Ujian untuk tetap menjauh dari istrinya yang secara terus-menerus dilihatnya di setiap sudut rumah mereka setiap kali ia pulang. Satu-satunya jalan keluar yang dapat ia temukan adalah mengurung dirinya sendiri dalam ruang kerjanya.
Donghae mulai merasa tercekik di dalam ruangannya. Terkadang ia hanya akan duduk di dalam sana dan memainkan ponsel sampai ia yakin Dara sudah masuk ke dalam kamarnya.
Donghae menyandarkan dirinya dengan berat di kursi sambil berpikir apa yang bisa ia lakukan hari ini untuk menghindari Dara.
Eunhyuk memasuki ruang kerjanya dengan seringai yang membuat Donghae jengkel karena itu berarti Eunhyuk menemukan sesuatu yang menghiburnya. Dan itu bisanya adalah ketidakberuntungan bagi Donghae.
"Jadi, ada apa denganmu?" Eunhyuk menjatuhkan dirinya di sofa dan mengangkat kedua kaki ke atas meja.
Donghae kembali pada komputernya. "Tidak ada apa-apa."
Eunhyuk bersuara. "Benar. Dan alasan yang membuatmu melamun di meeting tadi adalah karena kau sedang tidak memikirkan apa-apa."
Donghae memiringkan kepalanya menatap Eunhyuk. "Dia ingin aku membawanya ke Jeju," katanya pada Eunhyuk setelah beberapa saat. Eunhyuk tahu kondisi pernikahannya berantakan serta istrinya yang baru saja terlibat kecelakaan.
"Kalau begitu bawa saja dia ke sana," kata Eunhyuk seolah itu adalah hal yang paling jelas di dunia.
Donghae mencemooh. "Dan apa? Menemukan bahwa orangtuanya telah bercerai selama 7 tahun?"
"Bagaimanapun nantinya dia akan tahu ketika ingatannya kembali."
"Sekarang dia hidup seperti berumur enam belas tahun," jelas Donghae seperti yang dilakukannya beratus kali setiap Eunhyuk menanyakan tentang Dara. "Dan itu adalah waktu saat dia mempercayai orangtuanya sebagai... aku tidak tahu... panutannya sebagai orang yang sudah menikah, atau apapun itu."
"Ahhh." Eunhyuk mengangguk, paham. "Jadi kau sedang melindunginya."
"Apa?" Donghae tergagap. "Tidak!"
"Dude, ini bisa menjadi kesempatanmu untuk mendapatkannya. Katakan saja."
"Aku tidak ingin mendapatkannya." Donghae menekankan jari-jarinya pada keyboard dengan sedikit terlalu keras. "Semuanya sudah selesai. Tanpa kecelakaan ini, kami mungkin sudah bercerai. Aku hanya tidak ingin menjadi orang yang akan memberitahu kabar tentang orangtuanya yang sudah berpisah, hidup di dua negara yang berbeda dan bahwa dia sudah tidak lagi berbicara dengan mereka sejak mengetahui itu semua."
Eunhyuk menggelengkan. "Oke, apapun yang kau katakan. Tapi aku benar-benar berpikir ini adalah kesempatanmu untuk-"
"Dia membenciku, oke," Donghae menginterupsi apapun yang akan dikatakan oleh temannya. "Dia setuju menikahiku hanya untuk menyelamatkan imagenya. Dia tidak pernah berbicara kepadaku selama bertahun-tahun kami menikah kecuali saat menyangkut urusan bisnis. Praktisnya dia tinggal di hotel yang berbeda karena tidak ingin pulang ke rumah yang sama di mana aku tinggal dan kau pikir aku punya kesempatan begitu sekarang dia amnesia?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You (Indonesian Translation) - COMPLETED
FanfictionDara terbangun di sebuah rumah sakit dengan 15 tahun hidupnya hilang dari ingatannya. Dari seorang gadis sederhana dan ceria yang sedang berusaha menamatkan sekolahnya, ia terbangun menjadi seorang CEO dari salah satu perusahaan hiburan musik terbes...
