Chapter 7

984 100 10
                                        

Donghae oh Donghae T.T

Chapter ini udah mulai seru nih. Sisi Donghae mulai diceritain agak dalam. Loh kok agak sih? Iya soalnya chapter selanjutnya lebih lebih hihihi

And pssst. I'll give you a spoiler wkwk

There is a little sweet scene ^_^

Happy reading Darahae shipper!!





"Dia menyebalkan. Berengsek. Benar-benar... arrggghh!" Dara sedang mengomel marah sampai terengah sambil memukuli bantalnya yang ia bayangkan sebagai Donghae.

Sudah dua hari dan Donghae hilang tak ada kabar. Dara bahkan belum bertukar sepatah kata pun dengannya dari hari ketika mereka kembali dari Jeju. Dara pikir mereka paling tidak sudah menjadi teman, tapi tidaaaaaaak. Donghae kembali menjadi pria es lagi terhadap Dara. Baru kemarin, Dara berlari menuruni tangga hanya untuk menangkap bayangan punggung pria itu menghilang ke dalam ruang kerjanya. Dara sudah memanggilnya namun pria itu bahkan tidak berhenti sedikit pun. Dara sudah berdiri di luar pintu ruang kerja Donghae dan berdebat dengan dirinya sendiri apakah ia harus mendobrak pintu itu sampai terbuka dan melumpuhkan Donghae dengan pukulannya. Tapi kemudian Dara berpikir bahwa mungkin Donghae memang benar-benar sibuk. Ia pun pergi menjauh dengan cemberut.

Paginya pada hari itu, Dara bangun awal sehingga mereka bisa sarapan bersama namun kemudian diberitahu oleh Mrs. Rey dengan sangat kecewa bahwa Donghae sudah pergi sekitar pukul 3 sore dan tidak pulang ke rumah tadi malam. Dara memakan semua hidangan sarapan, kesal. Satu-satunya hal yang membuatnya semangat adalah ketika Lee Hi memberitahunya bahwa ia telah menemukan Bom dan berkata akan mencoba mengunjunginya lusa setelah Bom kembali dari Jepang.

Jepang! Dara dikejutkan dengan fakta bahwa Bom berada di negara lain padahal temannya itu bahkan tidak fasih dengan bahasanya sendiri. Dibiarkan sendiri lagi. Bagaimana ia bisa berjuang hidup di Jepang tanpa berbicara dengan siapapun?

Setelah bergumul dengan bantal yang ia bayangkan sebagai Donghae, Dara berjalan menuju komputernya dan mulai berpikir untuk membuat lirik lagu guna menyibukkan pikirannya. 30 menit telah berlalu dan ia hanya duduk di sana seperti orang idiot yang memelototi layar monitor.

Seharusnya Dara tidak pernah meminta Donghae untuk membawanya ke Jeju karena, kenyataannya adalah – satu yang tidak ingin Dara akui bahkan pada dirinya sendiri –, bahkan sejak perjalanan itu, ia sudah merindukan Donghae. 

Bahkan ketika Donghae sangat dingin kepadanya, paling tidak Dara bersama dengannya. Bahkan jika mereka bertengkar, paling tidak Donghae berbicara kepadanya. Ia tidur dan terbangun dengan tangan Donghae yang masih menggenggamnya di ferry saat mereka pulang. Jadi apa yang berubah? Dara tidak melakukan apapun sejauh yang ia ketahui. 

Apakah Dara ngiler di baju Donghae yang mahal? Apakah Dara menghancurkan mobilnya?

Ya Tuhan, mungkinkah karena foto dirinya yang ia ambil menggunakan ponsel Donghae! Mungkin Donghae adalah seseorang yang tidak ingin siapapun menyentuh barang-barangnya.

Dara memutar kedua matanya karena itu sangat tidak mungkin. Dara mengetik di keyboard:

Donghae.

Kau seperti bajingan. Mengapa kau seperti ini? Aku bersumpah aku akan menendangmu ketika aku melihatmu.

Setelah menatapnya selama beberapa detik, Dara merasa sedikit lebih baik. Bagus, sekarang ia merasa nyaman dengan MS. Word. Dara berdiri dan menjatuhkan dirinya di kasur, meninggalkan komputernya yang masih menyala.

Only You (Indonesian Translation) - COMPLETEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang