YEAY hari ini update dua kaliiiii. Seneng banget akhirnya bisa update lumayan hihi
Part ini tuh kasihan, nyebelin, lucu, dan pokoknya harus baca deh. Aku aja nulisnya sampe bentar-bentar berenti buat guling-guling dulu hehe
Happy Reading^^
Dara duduk bersandar ke kepala ranjang sambil menatap televisi, tak paham dengan apa yang sedang ditontonnya. Atau mengapa tadi ia menyalakan televisi. Ia hanya merasa sangat hancur sampai ia tak bisa mengatur tubuh dan pikirannya sesuai fungsinya. Dara sedang mengganti saluran televisi mencari sesuatu untuk mengalihkan pikirannya sejenak saat pintu terbuka dan Bom mengintip ke dalam.
"Kau masih bangun?" tanya Bom.
Dara memutar matanya. "Duh." Ia tersenyum kecil saat Bom memasuki kamarnya. Saat ini Dara bergantung pada belas kasihan Bom dan Seung Hyun. Ia sebenarnya bisa tinggal di hotel namun sekarang ia benar-benar tidak bisa sendirian.
Bom duduk di tepi ranjang dan mengulurkan tangannya ke Dara, ada sebuah ponsel di tangannya.
"Apa ini?" tanya Dara sambil menatap Bom.
"Kau bisa meminjam ponselku sementara ini. Ngomong-ngomong aku punya tiga ponsel."
"Kau pikir aku tidak mampu membeli satu ponsel baru?" gurau Dara sambil mengambil ponsel di tangannya.
"Kau bisa kejang-kejang kalau tidak memegang ponsel selama 24 jam dalam satu minggu," jawab Bom. "Aku hanya berusaha menyelamatkanmu."
Dara mendesah. "Well, kurasa aku harus membeli ponsel baru besok." Kemudian Dara ingat ponselnya hancur saat ia kecelakaan dan ia pun mengumpat.
"Apa?" tanya Bom khawatir.
Dara terlihat seakan ia sudah siap menangis. "Ponselku," ujar Dara dengan hati tersayat. "Semua foto yang kuambil diam-diam dari Donghae ada di sana."
Wajah Bom berubah masam. Dara meneruskan, "Bahkan gambar yang kuambil darinya saat ia sedang berada di kolam renang... itu adalah favoritku... ahhh sial."
Bom mengambil sebuah bantal kecil dan memukulkannya pada Dara.
"Aw!" seru Dara.
"Kau seperti pengecut!" ujar Bom. "Mengapa tidak kau katakan padanya saja daripada menguntitnya dan memfotonya diam-diam seperti paparazzi gila?"
"Aku akan melakukannya kalau aku bisa!" ujar Dara. "Tapi itu hanya..."
"Kau tahu kau membuat semuanya semakin rumit, 'kan?" kata Bom. "Kau membuat semuanya seperti drama di televisi atau apalah saat semuanya akan lebih mudah kalau kau bersamanya."
Kalau saja semuanya semudah yang Bom katakan. "Kau tidak paham." Dara menghembuskan napasnya kasar. "Karena jika seperti itu, aku akan bersama Donghae dalam sekejap. Hidupku berantakan sekarang ini dan... dan mungkin aku perlu melakukan ini untuk diriku sendiri juga. Jika... semua... kesalahan ini sudah dibenarkan dan... jika dengan keajaiban aku bisa membuat hidupku beres lagi, lalu..." Suara Dara menghilang.
"Kau tahu, akan lebih mudah membuat hidupmu beres jika kau juga mengatakan pada Donghae. Jadi dia bisa membantu."
Dara tertawa lebih pada dirinya sendiri. "Sekarang itu ide yang bagus."
"Ada banyak hal yang bisa kupikirkan yang tidak termasuk kau meninggalkannya," tekan Bom. "Dan, bagaimana jika, saat kau terlalu sibuk berusaha untuk membernarkan kesalahan dalam hidupmu, dia menemukan wanita lain. Sudahkan kau memikirkannya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You (Indonesian Translation) - COMPLETED
Fiksyen PeminatDara terbangun di sebuah rumah sakit dengan 15 tahun hidupnya hilang dari ingatannya. Dari seorang gadis sederhana dan ceria yang sedang berusaha menamatkan sekolahnya, ia terbangun menjadi seorang CEO dari salah satu perusahaan hiburan musik terbes...
