Chapter 12

995 91 10
                                        

Yeah, Donghae bersenang-senang dengan baik. Ia duduk di sofa sambil minum anggur sementara Eunhyuk, Heechul, Kangin, Zhoumi, dan Henry dengan pacarnya berkumpul di ruang santai milik Siwon. Eunhyuk, Siwon, dan Heechul sedang bilyar dan yang lain hanya duduk di kursi sambil ngobrol dan tertawa juga minum. Mereka terus menggoda Henry saat Henry akan mengenalkan pacarnya kepada keluarganya dan mereka harus pergi sekarang.

Donghae melirik jam dinding di depannya. Ia menutup matanya, dalam dirinya bergejolak, saat jam menunjukkan pukul 11:20 malam. Dalam dirinya ada dorongan untuk tak peduli saat matanya selalu melihat apapun yang menunjukkan waktu. Jam tangannya, ponselnya, jam di dinding, jam di dashbor mobilnya saat ia menyetir ke sini. Ia perlu berhenti memikirkan ini. Ia seharusnya berada di sana, bergurau dengan teman-temannya namun di sinilah ia, terlihat seperti ada awan hitam di atas kepalanya dan ia tidak bisa menyingkirkannya sekuat apapun ia mencoba, Donghae telah mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia akan melupakan apapun malam ini, untuk sekali bersenang-senang pada malam Natal. Namun ia tidak bisa menahan dorongan untuk pulang ke rumah. Ia telah menendang gagasan mengenai Dara yang sedang menunggunya. Dara mungkin sedang mendengkur saat ia sampai di rumah.

Donghae sejujurnya tidak bisa menyebutkan pikiran apa yang sedang ada pada gadis itu. Semua hal yang ia lakukan beberapa hari belakangan ini selalu mengejutkannya dan sekali lagi ia harus mengambil jalan untuk menghindari Dara sebisa mungkin untuk menghentikan dirinya sendiri mengatakan pada Dara mengenai perceraian mereka. Apa yang akan terjadi saat Dara memperoleh ingatannya? Kalau begitu hal tersebut merupakan neraka bagi Donghae saat Dara menandatangani surat cerainya dan kabur bersama dengan pria yang benar-benar ia inginkan.

Donghae menghela napasnya dalam frustrasi dan mencoba untuk mengingat saat-saat ia menunggu Dara pada setiap liburan dan kecewa lagi dan lagi. Kali ini dalah satu-satunya cara yang ia tahu untuk mencegahnya menembak kepalanya sendiri.

"Yo, Donghae kami akan pergi sekarang."

Donghae mendongak dan melihat Henry dengan pacarnya yang melambaikan salam perpisahan kepadanya.

"Ah yeah," jawabnya. Donghae membetulkan duduknya, meluruskan punggungnya. Ia tidak sadar ia sudah merosot. Donghae sedang akan meminum minumannya saat ponselnya berdering. Dari nomor yang tidak dikenal. Donghae mengangkatnya.

"Halo?"

"Selamat Natal," terdengar suara menyapa.

Donghae tersenyum. "Ah Mrs. Rey, selamat Natal. Bagaimana saudaramu?"

"Dia masih besar dan gendut. Katakan pada Dara untuk memanaskan wadah yang kutaruh di kulkas. Rasanya akan enak jika disajikan panas-panas."

"Uh... oke. Aku akan memberitahunya saat aku pulang. Tapi lebih baik kalau kau menghubunginya juga, aku mungkin lupa."

Mrs. Rey diam sesaat. "Kau tidak di rumah?"

"Tidak, aku sedang bersama Eunhyuk dan yang lain."

"Dan kapan kau akan pulang? Ini sudah jam 11:30."

"Mungkin besok."

"Lee Donghae! Ini Natal dan kau seharusnya menghabiskan Natal ini bersama Dara."

Donghae membuka mulutnya namun Mrs. Rey terus mengomel. "Dia sedang menunggumu. Dia sangat bersemangat untuk menghabiskan Natal denganmu. Apa ada yang salah denganmu, huh?"

"Sejak kapan kau menjadi penggemarnya?" Balas Donghae.

"Sejak aku bertemu dengan gadis yang membuatmu tidak bisa diam. Pulang ke rumah."

Donghae mendengus. "Aku akan pulang besok. Kau bisa memberitahunya untuk tidur. Jika ia bahkan masih bangun."

"Donghae—"

Only You (Indonesian Translation) - COMPLETEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang