Happy Reading!
"Menurutmu apa yang bisa kuberikan kepadanya sebagai hadiah natal?"
Dara sedang berada di sebuah mall entah di mana itu di Seoul bagian bawah bersama dengan Bom. Bom sedang melakukan last minute shopping dan menyeretnya keluar dari rumah. Dara merasa lega ia bisa pergi ke tempat lain selain kamarnya, ruang keluarga, dan ruang makan tetapi kemudian ia panik saat Bom memberitahukan ke mana mereka akan pergi. Hari ini adalah satu hari sebelum natal dan Dara tidak tahu apa yang akan ia berikan kepada Donghae. Dara terlalu sibuk mencari kesempatan mendekati Donghae maka dari itu ia menanti hari libur. Dan rupanya juga ulang tahun Donghae.
Mereka berada di bagian pakaian pria dan Bom sedang memilah-milah pakaian demi pakaian untuk menemukan mana yang terlihat paling cocok untuk suaminya. Dara juga melakukan hal yang sama, namun sejujurnya ia tidak berpikir bahwa kemeja akan menjadi kado yang cocok untuk Donghae. Ia merasa seakan itu tidak akan cukup untuk menunjukkan kebahagiaannya dalam menghabiskan liburan bersama Donghae.
"Apakah kau yakin kau tidak ingin memberikannya kemeja?" tanya Bom sambil mengamati sebuah mantel biru gelap yang dipajang pada manekin.
"Tidak, rasanya itu terlalu... biasa."
Bom mendengus. "Tentu saja, kau ingin memberikan sesuatu yang bombastis."
"Well, aku jarang melihatnya belakangan ini. Aku bahkan tidak tahu ia sudah merayakan ulangtahunnya minggu lalu dan Mrs. Rey lah yang harus memberitahuku. Kurasa aku perlu memberikannya sesuatu yang lebih dari... ini." Dara melamun sambil mengelus-elus lengan mantel yang sedang Bom lihat, ia menyiksa kepalanya dengan memikirkan hadiah terbaik untuk diberikan kepada Donghae. Pria itu terlihat misterius beberapa hari belakangan ini. Ia selalu berada di tempat lain dan Dara mempunyai kecurigaan bulat bahwa mungkin ia lah penyebabnya. Dara dengan asamnya mengingat apa yang terjadi setelah percakapan mereka yang sangat buruk.
Setelah hari di mana ia membawakan Donghae makan malam ke kantornya, Dara bangun sangat awal esok paginya untuk memasakkan Donghae sarapan dengan, seperti biasa, bantuan Mrs. Rey. Di sana, lagi, Donghae hanya menatapnya seakan ia gila saat pria itu turun dari kamarnya dengan telah berpakaian lengkap untuk pergi kerja. Donghae hanya melirik makanan di meja dan mengatakan ia tidak lapar sebelum langsung berjalan keluar rumah. Namun itu tidak menghalangi Dara. Ia berlari mencegat Donghae dan membuatnya terkejut saat Dara tiba-tiba melopat ke belakangnya saat Donghae hendak membuka pintu mobilnya. Dara mencium pipi Donghae sebelum pria itu bisa menolehkan kepalanya dan kemudian Dara mengatakan padanya untuk mengemudi dengan hati-hati dan ia tidak boleh melewatkan makan di kantor. Dara melambaikan tangan sebelum memasuki rumah dan menutup pintu dengan Donghae yang masih dengan ekpresi bodohnya.
Pada malam yang sama, Dara sedang bermain dengan apa yang Bom beritahu sebagai sebuah X Box. Bom mampir lagi hari itu dan mengajarinya bagaimana memainkannya saat Bom melihat X Box itu di bawah TV. Dara sangat terkagum-kagum dan tidak sadar ternyata sudah sangat larut malam. Ia baru saja menyadarinya saat Donghae pulang dan berjalan memasuki ruang keluarga ketika Dara berteriak saat ia tertembak. Atau karakter yang ia mainkan tertembak. Donghae dengan datarnya menolak saat Dara bertanya padanya jika ia ingin bermain bersama. Dara hanya mengendikkan bahunya, untuk sekali ini tidak menghiraukan Donghae yang tidak merespon dan ia pun kembali bermain. Satu jam kemudian Dara sadar Donghae berada di belakangnya, sedang bersandar pada tembok, sambil meminum satu kaleng soda, melihatnya berteriak itu sangat tidak adil! Selama ia kalah pada setiap game. Donghae telah berganti baju dengan switer yang menggantung di pinggangnya dan kaos putih. Dara bisa merasakan dirinya merona malu saat ia mengembalikan perhatiannya kembali pada permainannya, mencoba untuk fokus, namun ia malah bermain semakin buruk dari sebelumnya jika bahkan itu mungkin. Dara tidak bisa mengerti bagaimana Donghae terlihat sangat tampan hanya dengan kaos putih. Mengapa Donghae tampak begitu ketat? Donghae harusnya pergi tidur jadi Dara bisa fokus pada pekerjaannya di sini. Bom sudah berkali-kali membunuhnya di game ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You (Indonesian Translation) - COMPLETED
FanfictionDara terbangun di sebuah rumah sakit dengan 15 tahun hidupnya hilang dari ingatannya. Dari seorang gadis sederhana dan ceria yang sedang berusaha menamatkan sekolahnya, ia terbangun menjadi seorang CEO dari salah satu perusahaan hiburan musik terbes...
