Chapter 16

871 82 5
                                        


"Dara! Dara!"

"Tolong telepon ambulans!"

"Ya Tuhan! Maafkan aku! Dia tiba-tiba muncul entah dari mana!"

Dara merasa butuh waktu yang sangat lama sampai sakit di kepalanya pelan-pelan mereda, namun kemudian ia kembali terkesiap saat memori demi memorinya seakan berpencar di otaknya seperti air yang mengalir, sekeping puzzle yang kembali ke tempatnya. Kronologi hidupnya diputar dalam rentang waktu satu menit. Dara memejamkan matanya, berharap semuanya berhenti.

Dara membuka matanya, penglihatannya buram. Butuh beberapa saat untuknya sadar bahwa ada banyak orang yang mengerumuninya dan Bom sedang berlutut di sampingnya, terlihat panik.

"Dara! Apa kau baik-baik saja? Ya Tuhan!" Seru Bom.

Kepalanya sakit. Dara bisa mendengar sirine di kejauhan. Apa yang sedang terjadi?

"Kau melihatnya, kan? Gadis itu berlari di tengah lampu yang sedang menyala hijau!" Kata sebuah suara laki-laki. "Itu bukan salahku!"

Kesadaran Dara muncul dan hilang. Saat ia sedang digotong dalam tandu dan Bom berada di sampingnya dengan wajah yang penuh air mata, Dara samar-samar ingat saat ia berlari di tengah jalan raya.

"Dara! Ibumu pasti akan membunuhku!" Raung Bom. "Itu bukanlah salahku tapi dia pasti akan menyalahkanku, jadi tetaplah hidup, Dara!"

"Laguku..." ucap Dara dengan lemah.

Bom berhenti meraung sambil berjalan di samping tandu yang sedang dibawa ke ambulans. "Apa?"

"Laguku," ulang Dara, sekarang lebih keras dan lebih jelas. "Ujian akhirku!" Dara mencoba bangun namun seorang perempuan dengan pakaian putih memerintahkannya untuk tetap berbaring. "Tidak! Laguku! Ujian akhirku!" Dara mengulurkan tangannya, sekarang sudah benar-benar paham apa yang sedang terjadi. Dara mengulurkan tangannya ke arah di mana ia melihat tumpukan kertas yang berserakan di trotoar saat tandunya diangkat ke dalam ambulans. "Laguku!" Dara menangis sedih saat pintu ambulans ditutup, ujian akhirnya, masa depannya, sekarang hilang. Dara mencoba mengusap keringat yang bisa ia rasakan di keningnya saat kemudian ia melihat sesuatu berwarna merah dan lengket di tangannya. Serangan rasa panik memenuhinya saat ia melihat darah di tangannya. "Ya Tuhan!" Seru Dara tiba tiba merasa pusing dan lemah sebelum kemudian ia merasakan ketidaksadaran kembali menelannya lagi.

Dara terbangun di rumah sakit dengan Bom dan orangtuanya di sisinya. Bom terlihat seperti ia baru saja lari maraton. Rambutnya acak-acakan dan seragamnya berantakan sedangkan orangtuanya melihat Dara dengan khawatir. Dokter mengatakan Dara hanya menderita gegar otak ringan dan ia hanya butuh istirahat. Ada perban yang membalut kepalanya dan Dokter menyarankan untuk membersihkan lukanya setiap hari untuk mencegah infeksi. Tidak ada luka lain kecuali luka di kepalanya. Dara pikir, luka itu menggores setengah dari keningnya namun ternyata hanya luka kecil. Dara senang luar biasa saat Bom menyerahkan beberapa lembar kertas padanya. Kertas-kertas itu kusut dan basah namun dia menemukan lagu milik Dara. Bom memberengut saat memberitahu Dara bahwa ia membutuhkan hampir sepanjang hari untuk mencari lagu bodoh itu.

Dara tidak sadar matanya sudah terbuka dan memandang kosong saat hidupnya kembali diputar di dalam kepalanya. Ia ingat saat tinggal satu malam di rumah sakit dan pulang ke rumah pada hari berikutnya. Ia ingat hari itu adalah hari saat ia pertama kalinya bertemu dengan Donghae. Ia sedang berada di ruang musik ayahnya, duduk di depan piano sambil mencoba untuk mengurutkan lagunya saat ibunya memberitahu kalau ada tamu untuk ayahnya. Dara tidak begitu memperhatikan karena ia sedang sibuk berusaha untuk mengurutkan lagunya. Dara sedang berusaha menemukan kata yang tepat untuk menemani kata senyum ketika Donghae lewat dan Dara memaksanya untuk mendengarkan lagu yang ia buat. Donghae memberitahu Dara kalau lagu itu sangatlah mengerikan dan ia ngotot agar Dara menerima bantuannya. Dara merasa terhina karena ia merasa dirinya adalah yang terbaik. Dara pun mengusir Donghae keluar dari ruang musik.

Only You (Indonesian Translation) - COMPLETEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang