Benar seperti apa yang Dara prediksi, berita mengenai konferensi persnya menjadi berita utama mengalahkan berita sebelumnya tentang Jiyong yang mengunjungi rumah mereka. Seluruh media gila-gilaan memberitakannya. Dan hal itu bukan tentang bagaimana rencana Dara untuk menyerahkan sahamnya, perusahaannya, kepada Lee Donghae, namun bagaimana dia mempermainkan kedua pria yang dihubungkan dengannya setelah memanfaatkan mereka. Dara harus berusaha untuk menahan teriakannya. Ada apa dengan orang-orang ini! Mengapa mereka sangat tergoda dengan kehidupan cintanya?? Tidak bisakah mereka fokus pada fakta bahwa dia meninggalkan bisnisnya untuk suaminya yang sekarang diceraikannya? Tapi tidak. Dara kira itu terlalu banyak untuk ditanyakan. Ada banyak spekulasi mengenai keputusan-keputusannya dan tidak ada yang bahkan mendekati kebenaran. Beberapa orang sangat berlebihan dan Dara hanya bisa tertawa pahit. Baru satu hari setelah konferensi pers itu dan sekarang berita sudah menyebar seperti api, berpindah dari satu mulut ke mulut yang lain, sebuah cerita yang terus berubah tergantung orang yang menceritakannya.
Halaman media sosialnya sekarang dipenuhi komentar benci dan ancaman dari penggemar Jiyong yang mengatakan hal yang sama terus-menerus.
Bagaimana bisa kau memanfaatkan Jiyong oppa?
Kau adalah seorang monster. Aku harap kau mati.
Tinggalkan negara ini! Kami lebih baik tanpamu. Jiyong oppa akan lebih baik tanpamu. Jalang!
Aku harap kau dilindas oleh truk beroda 10 dan hancur sampai mati!
Dara menonaktifkan media sosialnya karena tidak ingin melihatnya lagi. Ia memutuskan untuk tidak membuka situs perusahaan karena ia sangat yakin ada ribuan komentar buruk yang menunggunya di sana. Satu-satunya hal yang baik adalah, mereka mengabaikan Donghae. sekarang Dara menjadi pusat kebencian mereka. Hal tersebut merupakan satu hal yang membuat Dara merasa lebih baik.
Dara sudah bertemu dengan pengacaranya pagi ini untuk mendiskusikan perceraiannya dan ketentuan yang dibuatnya membuat pengacaranya menganga tidak percaya. Jika dia tidak begitu patah hati, dia mungkin akan tertawa melihat ekspresi di wajah pengacaranya saat ia memberitahukan apa yang diinginkannya–atau apa yang tidak dia inginkan untuk masalah itu–pada perceraiannya.
"Apa anda yakin ini yang anda inginkan?" tanya pengacaranya lagi untuk yang keempat kalinya. "Saya sudah melihat berita namun..."
Dara menyeruput cokelat panasnya saat ia menganggukkan kepalanya. Mereka berada di dalam sebuah kedai kopi dan jumlah orang yang sedikit membuat Dara merasa mudah.
"Ya, inilah apa yang saya inginkan," Dara menekankan.
"Karena kita bisa meminta pembagian aset," pengacaranya berusaha sekali lagi. "Anda bisa mendapatkan rumah, kita bisa memperjuangkannya. Anda bisa mendapatkan 50% sahamnya... kita bisa menyetujui penyelesaian..." suaranya menghilang saat Dara menggelengkan kepalanya.
"Saya tidak ingin apapun. Saya tidak ingin..." Dara menghela napasnya. Aku hanya ingin Donghae. Tapi jelas-jelas dia tidak bisa memilikinya. "Saya ingin perceraian ini selesai secepat mungkin. Saya ingin menyerahkan perusahaan kepada Lee Donghae, melepaskan hak saya atas SP. Saham milik saya. Jika ada sesuatu yang perlu saya tandatangani, kirimkan saja ke kantor. Saya ingin semuanya beres sebelum saya pergi ke New York. Saya ingin semuanya selesai sebelum saya pergi demi kebaikan."
Pengacaranya mengangguk setelah melihat wajah penuh tekad milik Dara. "Sepertinya saya tidak bisa mengubah jalan pikiran anda, kalau begitu saya akan memprosesnya langsung. Saya akan menghubungi pengacara suami anda untuk mendiskusikan ketentuan anda."
Dara mengangguk saat melihat pengacaranya mengambil seluruh kertas yang telah ditandatanganinya ke dalam amplop dan memasukkannya ke dalam tas kerjanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You (Indonesian Translation) - COMPLETED
FanfictionDara terbangun di sebuah rumah sakit dengan 15 tahun hidupnya hilang dari ingatannya. Dari seorang gadis sederhana dan ceria yang sedang berusaha menamatkan sekolahnya, ia terbangun menjadi seorang CEO dari salah satu perusahaan hiburan musik terbes...
