Yay! cepet kan update kali ini hihihi by the way thank you semt1004 who have helped me a little ^^
PS: Siap siap geregetan yaa wkwkwk
Happy Reading!
Dara mengerjap, cahaya kamera menghujani wajahnya tanpa ampun ketika ia duduk sendirian di tengah-tengah meja putih panjang, pihak media semuanya berkumpul di auditorium luas milik Hits. Dara mendekatkan dirinya ke microphone dan berbicara dengan suara yang jelas.
"Terimakasih untuk semua yang telah datang," kata Dara. "Aku sudah mengatur konferensi pers ini untuk membahas satu isu dan hanya satu isu itu. Berita mengenai Jiyong... adalah benar." Para reporter mengambil gambar dengan gila sementara suara berisik yang keras memenuhi auditorium. Dara menunggu sampai suara tersebut reda sebelum melanjutkan. "Jiyong adalah salah satu artis kami yang berharga dan akan menyebabkan kerugian yang besar jika ia memutuskan untuk meninggalkan perusahaan ini. Benar bahwa kami pernah mempunyai sebuah hubungan di masa lalu dan saya memanfaatkan hubungan tersebut." Dara memperhatikan seluruh ruangan sambil terus berbicara dan menemukan Jiyong sedang duduk di salah satu kursi di ujung paling jauh, menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang Dara katakan. Dara mengernyit. "Aku memanfaatkannya untuk membangun perusahaanku." Dara melihat Jiyong mengangguk lagi dan emosinya tiba-tiba naik. Beraninya dia setuju pada semua kebohongan yang sedang dia beberkan, membuat Dara terlihat buruk, hanya dengan begitu karirnya akan bisa terselamatkan. Dara berdiri dan siap untuk mengutuknya ketika sebuah tangan menyentuh bahunya dan Dara pun berbalik.
"Aku akan membawamu pulang," kata Donghae.
Kemarahannya tiba-tiba menghilang dan Dara rasanya ingin menangis ketika melihat tatapan penuh cinta milik Donghae. "Maafkan aku, Donghae."
"Tidak apa-apa," kata Donghae saat ia menarik Dara ke dalam pelukannya.
Dara tersedu, merasa tenang, saat ia mengalungkan tangannya di sekitar leher Donghae. "Wangimu sangat enak," ujar Dara tiba-tiba.
Kepala Donghae terangkat beberapa inci dari Dara dan mereka berdua saling menatap satu sama lain. Dara memejamkan matanya dan membawa wajah Donghae mendekat padanya, hidungnya menyentuh ujung hidung milik Donghae. "Bisakah aku menciummu?" bisik Dara.
Donghae tiba-tiba mengambil langkah menjauh dari Dara sambil menggelengkan kepalanya. "Maafkan aku, Dara. Aku jatuh cinta dengan orang lain." Donghae menolehkan kepalanya dan seorang wanita dengan balutan gaun pengantin tiba-tiba muncul dari pintu. Dara langsung melebarkan matanya saat ia melihat Clara tersenyum lebar sambil berjalan ke arah Donghae. Dara kembali menatap Donghae, akhirnya menyadari jika pria itu sudah memakai tuksedo. Dara melihatnya saat Donghae mengulurkan tangannya dan meraih tangan Clara. Lonceng berbunyi saat Donghae dan Clara keduanya berjalan menuju altar. Kemudian saat itulah Dara menyadari mereka sedang berada di dalam sebuah gereja.
"Tidak!" teriaknya namun tidak ada satupun yang sepertinya mendengarnya. Dara berusaha untuk mengejar mereka namun rasanya seperti ia berlari terlalu lambat untuk menyusul mereka. "Berhenti!" Tidak, ini tidak boleh terjadi! Tidak, ia akan benar-benar mati jika ini terjadi. Donghe tidak boleh! Pokoknya tidak boleh!
"BERHENTIIIIIIIIIIII!" jeritnya.
"Berhenti!" Dara terbangun langsung terduduk, meneriakkan kata-katanya. Napasnya terengah-engah saat matanya dengan liar menyapu ruangan di mana ia berada, kepalanya masih belum memahaminya. Butuh beberapa saat baginya sebelum menyadari bahwa ia sedang berada di kamarnya. Dan sesegera saat ia menyadarinya, sakit kepala langsung menyerangnya dan ia kembali terjatuh ke bantalnya, memejamkan matanya, tangannya menyentuh keningnya. Apa yang telah terjadi? Dara memeras kepalanya namun semuanya campur aduk. Tuhan, kepalanya sakit sekali seperti–
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You (Indonesian Translation) - COMPLETED
FanfictionDara terbangun di sebuah rumah sakit dengan 15 tahun hidupnya hilang dari ingatannya. Dari seorang gadis sederhana dan ceria yang sedang berusaha menamatkan sekolahnya, ia terbangun menjadi seorang CEO dari salah satu perusahaan hiburan musik terbes...
