Bonus Part II - She Looks So Perfect

1.1K 85 56
                                        


mature content[!]


Keempat keluarga besar 5 Seconds Of Summer: keluarga Irwin, keluarga Clifford, keluarga Hemmings dan keluarga Hood sedang menghabiskan masa liburan mereka di San Fransisco, California.

Dulu di pantai inilah juga Michael dan Chrissy membuat Abraham.

Pemandangan pantai yang bersih dan minim pengunjung menambah kesegaran udara yang berpadu dengan dinginnya deburan ombak.

Victoria asyik bermain pasir bersama dengan Mandy ditemani oleh Calum.

"Mandy, kamu bikin apa?" tanya Calum melihat Mandy membuat istana yang berbeda dari buatan Victoria yang menjulang, karena bentuknya datar dan melingkar.

"Istana pizza uncle!" sahut Mandy ceria yang langsung disusul Calum dengan wajah bengongnya.

Bella dan Abe mencari keong dan kerang di sepanjang tepi pantai bersama Luke.

"Bell, disana itu lho deketnya Abe ada kerang gede banget coba liat," usul Luke pada anaknya agar mendekati Abe yang berjalan jauh di depan ayah dan anak itu.

Bella dengan segera menuruti perintah ayahnya dan berlari mendekati Abe.

Tapi, saat mereka hampir berdekatan, Luke sengaja mengekori anaknya dan kemudian mendorong tubuh Bella hingga tubuh anak perempuannya terhuyung jatuh menubruk Abe di depannya.

Abe yang reflek berbalik karena teriakan Bella langsung memeluk gadis itu walaupun hasilnya mereka sama-sama terjatuh dan basah tersampar ombak. Meninggalkan senyuman dan kekehan bahagia dari Luke Hemmings.

Sarah berenang di laut bersama dengan papanya.

"Daddy, kulitku terbakar!"

Ashton yang masih asyik berenang pun menyuruh Sarah untuk segera menuju ke ibunya. "Ke tempat mommy dulu sayang, nanti kesini lagi." Suruhnya yang langsung membuat Sarah keluar dari laut.

Terakhir Acher, bocah berumur 10 tahun itu berjemur diantara para wanita dewasa. Bersama ibunya yang diapit oleh Gigi dan Barbara yang ada di antara mereka.

"Eh produk terbarunya Kylie bagus loh, gue kemarin diundang pas launching." Gigi mulai bergosip.

"Gak ah, gue lebih suka langganan produknya Citra." Barbara menyahut keras dari ujung.

"Guys, kalian tuh gak perlu habisin duit Cuma buat perawatan kecantikan, karena herbal lebih efektif, contohnya daun teh, teh hijau, minum teh hijau setiap pagi efektif banget menghalangi penuaan dini." Bryana memulai ceramahnya yang memang melakukan perawatan herbal untuk kecantikannya.

Acher yang mendengar obrolan ketiga mama sosialita tersebut hanya bisa mendengus pelan. "Gue mah, taunya cuma main gps sama ngelacak penjahat," keluhnya yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan mereka.

Keberadaan yang sampai saat ini belum diketahui adalah Michael dan Chrissy. Karena ternyata keduanya masih tertinggal di dalam van. Membiarkan semua orang keluar dan menikmati musim panas.

"Kita lakukan dengan cepat ya sayang." Ujar Michael dengan nafas terengah-engah karena melihat kemolekan istrinya ditambah libidonya yang naik. Ia sudah bertelanjang dada karena memang itulah kostum pantainya, sedangkan Chrissy:

She looks so perfect laying at the bottom of Michael in her American Apparel underwear.

Chrissy tersipu malu, wajahnya memerah karena memang sudah lama sekali ia dan suaminya tidak melakukan hubungan badan. Disibukkan dengan tour dan atau kadang pertengkaran kecil jika berada di rumah. Apalagi ketika kedua anak mereka berada di rumah dan dengan manja meminta perhatian.

Michael mengecup kening Chrissy, kemudian turun ke hidung istrinya dan berakhir di bibir Chrissy. Keduanya kini saling melumat hinggga basahnya air liur melumasi kedua bibir mereka.

Suara yang ditimbulkan kedua bibir yang memagut terdengar sangat jelas seperti sebuah kecapan tiada henti. Tangan Michael tidak diam begitu saja, ia meraba bagian atas tubuh Chrissy yang memang hanya menggunakan bikini.

Ketika sampai di atas payudaranya yang tiba-tiba saja mengeras terbungkus bra merah, Michael gemas meremasnya, membuat Chrissy membuka mulutnya di dalam ciuman mereka.

Wanita itu melenguh, meninggalkannya, bibir attractrive Michael kini beralih ke leher jenjang istrinya, meninggalkan beberapa tanda kasih sayang penuh cinta disana.

Satu. Dua. Banyak sekali hingga kini wajahnya sampai di atas payudara Chrissy yang masih terbungkus bra. Dengan cepat dan terampil, Michael melepasnya, menunjukkan gundukan payudara indah istrinya yang putih dan berisi, walaupun sedikit kendor karena sering sekali digigit dan ditarik oleh Abe dan Mandy dulu ketika keduanya masih butuh disusui.

Michael tersenyum melihat payudara istrinya yang ia tahu betul jarang sekali disentuh jika tidak olehnya. Pria itu pun segera melahapnya ganas dengan senyuman lebarnya.

Michael menjilat puting merah muda Chrissy dengan lembut, tangan kirinya meremas dan memilin-milin puting yang sebelah tanpa peduli dengan erangan-erangan eksotis istrinya dan juga gerakan menggelinjang karena ulahnya.

"Kau suka ini hm?" tanya Michael yang kini menenggelamkan wajahnya diantara kedua payudara Chrissy yang ia raih dengan kedua tangan besarnya dan ia dekatkan satu sama lain sehingga membuatnya terlihat tambah berisi.

Chrissy hanya bisa mengerang dan mendesah nikmat. Kedua tangannya memeluk Michael dan meremas rambut biru sang suami. Kakinya menendang-nendang pelan menahan kenikmatan, dengan celana dalamnya yang pelan-pelan basah karena cairan yang merembes keluar.

Tidak ada yang sadar diantara Michael ataupun Chrissy bahwa kegiatan mereka akan mengundang petaka. Yaitu pembulian dari para orang tua lainnya. Ketika nanti melihat leher dan dada Chrissy penuh dengan tanda dari Michael.

Pria yang sudah berkepala tiga tersebut kini dengan lembut menarik celana dalam sang istri dan melepaskannya hingga ke pangkal kaki. Meraba dinding kemaluan sang istri yang dilindungi bulu-bulu halus menggunakan jemari-jemari panjang dan besarnya.

Jari telunjuk dan tengahnya ia masukkan ke dalam lubang sang istri, mencari klitorisnya dan menggesek-gesekkannya langsung dengan tempo cepat. Membuat Chrissy mengerang hebat hampir mendudukkan dirinya, ia menarik Michael masih dengan kedua tangannya yang bergantung di leher suaminya.

"Ngghh—Michael—" erangnya lagi.

Michael menyeringai, membuatnya malah mempercepat tempo gesekkannya pada clitoris Chrissy. Wanita itu semakin merasa tak karuan hingga membuat kepalanya menengadah ke atas dengan kedua matanya yang memejam, kakinya menjejak kesana kemari dengan kedua pahanya yang merapat seolah ingin menenggelamkan tangan jemari Michael yang ada di dalam selangkangannya.

Melihat istrinya menengadah dengan kedua tangannya masih memeluk leher sang suami, Michael segera menyerang leher Chrissy lagi, menjilatinya sembari menutup mata. Merasakan sensasi hangat dan manis yang diberikan oleh tubuh istrinya.

Ia merasa panas dengan keringat yang pelan-pelan keluar dari pori-pori kulitnya. Kini keringat itu menetes dan menyatu dengan milik Chrissy. Keringat-keringat itu dihiasi dengan nafas terengah keduanya yang memenuhi pendengaran satu sama lain.

"Baiklah, pemanasan selesai." Ucap Michael masih dengan nafasnya yang memburu seolah tidak sabar untuk tahap selanjutnya, yang langsung membuka celananya, menampakkan kemaluannya yang sudah menegang dari tadi.

"Giliranku ya?" Chrissy masih mengatur nafasnya segera memasang posisi untuk mengulum milik sang suami.

Tapi..

"Aunt Chrissy, uncle Mike, kalian udah selesai belum? Aku mau ambil sunblock di dalam sana."

Suara Sarah Irwin yang berasal dari luar van menghancurkan semuanya.



The End of Bonus Part II 

Safety Pin [Cliffostanza]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang