"SIALAN!!" Abe membanting gitarnya, gitar coklat dengan stiker band mamanya itu kini tergeletak ngenes di atas lantai dingin karena dibuang oleh sang pemilik.
"Kakak kenapa sih! Brisik!" komentar adiknya yang sedang mengerjakan PR matematika di sampingnya. Keduanya memang berada di ruangan yang sama kini, yaitu ruang tamu.
"Kuncinya susah banget!" balas Abe yang malah membentak adiknya yang tak bersalah.
"Bagus kok, aku suka dengernya." Mandy terlihat tak peduli, maka dari itu ia berkata seadanya walaupun sebenarnya ia tidak mendengarkan permainan gitar kakaknya dari tadi.
Abe, bocah lelaki kelas dua smp yang sebentar lagi akan mengisi prom night perpisahan kelas tiga di sekolahnya sedang sibuk dan pusing bagaimana menguasai kunci The Girl Who Cried Wolf milik 5 Seconds Of Summer untuk ia mainkan nanti di atas panggung. Di hadapan para orang tua dan wali murid kelas tiga.
"Aku harus ngalahin papa.. papa main gitarnya bagus banget.. sedangkan aku? Mati aja lah.." gumamnya gundah. Menyesal selama ini tidak pernah mendengarkan lagu-lagu band papanya sendiri yang ternyata bagus dan sulit untuk dikuasai kuncinya.
"Kakak sih, rasain tuh. Sapa suruh ngeremehin papa," celetuk adiknya yang semakin memanaskan ubun-ubun si sulung.
"Lu diem bisa gak? Untung gue sayang. Kalo gak gue tendang lu."
Mandy hanya bisa terbahak dan malah menjulurkan lidihnya menantang sang kakak. Abe yang melihat tingkah adiknya hanya bisa memutar bola matanya malas.
Mencari udara segar, Abe keluar dari rumah tanpa meminta izin pada mamanya yang sedang sibuk bertelfon ria dengan papanya. Ia mengambil sepedanya di garasi, namun di luar dugaannya adiknya mengikutinya.
"Minggir!" usirnya pada Mandy yang berdiri di depannya, menghalangi jalannya untuk mengeluarkan sepeda.
Gadis kecil berusia 10 tahun itu tetap berdiri di hadapan kakaknya tanpa membiarkan Abe lewat, ia malah membonceng di depan dengan paksa. "LET'S GO!!" serunya semangat.
Abe yang memang sangat menyayangi adiknya hanya menghela nafas keras dan kemudian mulai menggenjot sepeda gunungnya yang membawa serta adiknya mengelilingi kompleks rumah.
Belum sempat 100 meter mereka melaju. Seseorang dengan rambut coklat yang juga menaiki sepeda yang sama menghalangi jalan Abe dan juga Mandy, dia adalah adik kelas Abe di sekolah. Lelaki berumur 12 tahun bernama Thomas yang diketahui selama ini naksir berat pada Amanda, adiknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Minggir lu tengil," usir Abe pada Thomas. Tapi bukannya minggir, Mandy malah melompat turun dan berpindah membonceng di sepeda Thomas.
"Gue kan mau jemput Mandy, kakak ipar." Ejek Thomas memeletkan lidahnya dan langsung pergi dengan sepedanya membawa serta Mandy.