Aku tak berharap kesempurnaanmu.. Kerana aku ingin melengkapinya dengan kekuranganku..
====
Anisa mengaji seraya menunggu Daffa pulang dari menemui temannya.
Suara motor terdengar berhenti didepan tak lama suara ketukan pintu.
Tok
Tok
Tok
"Assalamu'alaikum." Anisa segera berdiri dari duduknya setelah mendengar suara Daffa.
"Wa'alikumsalam," jawab Anisa sambil membuka pintu.
Anisa mengambil tangan Daffa untuk disalamnya.
"Baru selesai sholat?" Tanya Daffa sambil meletakkan helmnya ditempat helm.
"Iya, kakak sudah sholat?" Tanya Anisa.
"Sudah tadi jama'ah sama teman-teman," kata Daffa.
Anisa melepas mukenanya dan menggantungnya di tempat gantungan yang ada di musollah, kemudian ia kembali dan duduk disamping Daffa.
"Kak, lusa ada reuni kampus. Nisa boleh pergi?" Tanya Anisa.
"Boleh, jam berapa emang?" Tanya Daffa.
"Sore sampai malem," jawab Anisa.
"Kakak free-kan?" Tanya Anisa.
"Kenapa tanya kakak?"
"La Nisa kan ajak kakak, kalau kakak tidak mau ya Nisa tidak datang," kata Nisa.
"Kenapa begitu?" Tanya Daffa.
"La kakak suami Nisa, Nisa harus kesana sama kakak lah," jawab Nisa.
"Bisa tidak? Kalau tidak ya Nisa tidak datang," kata Nisa.
"Kalau Nisa mau bersilaturahmi jangan ditunda, karana ada hadits "Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan" (H.R. Bukhari-Muslim), jadi kalau Nisa mau datang yaudah kakak temani," kata Daffa.
Anisa mengangguk, "alhamdulillah makasih kak," kata Anisa sambil mengecup pipi Daffa.
Daffa juga mengecup pipi Anisa.
Daffa membisikkan sesuatu yang membuat pipi Anisa merona malu.
"Gimana?" Tanya Daffa.
"Ya udah ayo, masak disini," kata Anisa akhirnya.
Membuat Daffa tersenyum, kemudian mengajak Anisa kekamar.
====
Selesai melaksanakan kewajibannya sebagai istri, Anisa terbangun di sepertiga malam terakhir, ia menoleh kekirinya suaminya sedang tidur lelap, diusapnya wajah tampan Daffa, dipandangnya alis tebalnya, bibir merahnya menandakan dia tidak merokok, betapa beruntungnya dia mendapat suami seperti Daffa.
Diusapnya pelahan lengan Daffa, mencoba untuk membangunkan Daffa.
"Kak, sholat malam yuk," ajak Anisa.
Daffa menggeliat pelan dan mulu membuka matanya.
"Jam berapa ini?" Tanya Daffa.
"Jam 3 ayo bangun," ajak Anisa.
Daffa bangun dan mengangkat tubuh Anisa, membuat Anisa menjerit kaget.
"Allahu Akbar," latah Anisa membuat Daffa tersenyum.
"Ish, kakak senengnya ya kagetkan Nisa,"
"Kita mandi bareng ya, nanti kalau giliran lama," kata Daffa.
Anisa cuma mengangguk saja.
Setelah mandi Anisa dan Daffa mulai melaksakan sholat malam.
"Ya Allah ampuni dosa kami berkahi pernikahan kami, lancarkan rizki kami, jadikan kami keluarga yang selalu berada dijalanMu, amin" do'a Daffa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jodoh Dari Langit
RomanceAku tidak pernah melihatnya tapi aku yakin dia dikirimkan Allah untuk menjadi kekasih halalku. Meski aku belum bertatap muka bahkan melihatnya aku sudah bisa merasa bahwa dia calon imam yang akan menuntunku kesurganya insyaallah.
