3. Emmy's Brother

4.1K 206 1
                                        

"Jadi ada apa, Dad?" Ucap Zayn. Sekarang ini kami semua sedang berkumpul di ruangan Dad ku. Kulihat Harry menggerutu di belakangku karena dia baru saja dibangunkan dari tidurnya yang nyenyak hingga tertidur selama 4 jam. Hebat.


"Dad ada urusan bisnis di Los Santos dan Dad sudah mengurus tiket untuk penerbangan besok. Jadi kira-kira Dad disana sekitar 2 bulan"

"Mengapa lama sekali Dad? Lalu kami bagaimana?" Ucapku antusias.

"Kalian kan sudah besar-besar. Lagian masih ada Jane dirumah ini. Jadi biar dia yang memasak untuk kalian"

Jane adalah pembanyu dirumah ini dan usianya sekitar 46 tahun. Dia sudah lama bekerja dirumahku. Mungkin sebelum aku lahir.

"Dasar perempuan manja" sahut Harry dibelakang. Aku tahu dia meledekku karena aku tidak mau ditinggal Dad. Oh ya tapi bagaimana dengan Mom?


"Mom akan menemani Dad-kalian disana. Jadi Mom sarankan Zayn yang akan menjaga kalian. Dan kalian harus patuh padanya."

"A-aku?" Ucap Zayn terbata bata.


"Ya sayang. Kau harus menjaga adik-adikmu. Lagi, kau yang paling tua diantara mereka"

Ya itu benar. Aku rasa pilihan Mom tepat. Jika Mom menyuruh Niall ataupun Harry, aku yakin tidak akan beres suasana dirumah ini.


"Apa aku harus menurut pada Zayn juga?" Sela Harry

"Tentu saja. Dia kakakmu" ucap Dad nada dengan sedikit kurang suka.

"Apa Edith juga termasuk?" Ucap Harry lagi dan kali ini terlihat jahat. Oh ya teruslah seperti itu, Harry. Kau membuatku kehilangan kesabaran. Aku sudah tidak perduli bahwa kau Kakakku ataupun bukan. Jadi aku memutar mataku. Aku yakin dia akan dimarahi oleh Dad.

"Harry, dengarkan aku. Jaga bicaramu. Jika kau tidak bisa menjaga bicaramu seperti itu lagi akan aku keluarkan kau dari rumah" Ucap Dad pasrah dan aku langsung terkejut. Sampai segitunya. Tapi sungguh aku sudah biasa dibegitukan oleh Harry sejak aku menginjak sekolah dasar.


"Apa?" Harry merasa tidak percaya.

"Kau sudah mendengarnya" bisik Niall.


"Oke terserah. Aku butuh udara" Ucap Harry dengan begitu Harry keluar dari ruangan Dad dan aku yakini dia akan pergi keluar dengan mobilnya.




***

Aku sedang makan dikantin bersama Emmy. Dad dan Mom sudah pergi pagi pagi buta. Sementara sejak sarapan pertama kami tanpa orang tua diliputi dengan keheningan kecuali Niall pastinya. Dia memang tidak akan pernah bisa diam. Oh ya aku ingin tahu bagaimana Emmy dengan Niall sekarang ini.

"Em, sudah ada kemajuan diantara kau dan kakakku?" Ucapku

"Belum. Dia bahkan tidak pernah membalas Line ku, Ed." Ucapnya dan oh apa barusan dia memanggilku 'Ed'? Well itu cukup aneh. Terdengar seperti pria dan familiar aku rasa. Karena pernah waktu kecil Harry memanggilku dengan sebutan itu saat ia memarahiku karena aku ikut bermain pasir-pasiran bersamanya di pantai. Tapi hanya sesekali. Bisa dihitung lagipula.


"Mengapa begitu?" Tanyaku


"Edith, ku kira kau lebih tahu tentangnya dibanding aku bahwa kakak pirangmu itu tidak suka mendekati perempuan"


"Oh ya memang. Dia punya ketakutan tersendiri dikarenakan saat menginjak smp dia bersekolah diasrama pria."

"Oke kalau begitu, aku juga tidak mau secepat ini. Semua butuh proses kan? Dan oh ya tadi saat apel pagi aku lihat Zayn bersama dengan Hellen. Apa mereka berpacaran?" Tanya Emmy.


My Charming BrothersTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang