Aku sedang mengerjakan tugas makalah dari Mr. Robinson dan ini sungguh menguras waktu banyak karena ya memang sangat banyak. Sambil menghilangkan kantukku, aku menyeruput kopi yang baru saja aku buat di dapur. Tapi tiba tiba aku ingat sesuatu bahwa Apakah Harry sedang mengerjakan tugasnya juga? Jika ia berarti aku yakini ia akan bergadang sepertiku saat ini, mengingat tentang masalah kami berdua, kami jadi tidak sempat mengerjakan tugas sekolah. Aku harus pergi mengecek Harry, aku takut jika ia melupakan tugasnya atau dia malas mengerjakan tugasnya. Tapi tunggu, aku akan membuatkannya kopi terlebih dahulu agar ia semangat dalam mengerjakan tugas.
Lantas aku turun kebawah-kedapur, dan membuatkannya kopi dengan gelas kaca besar tentu saja.
Setelah selesai aku langsung membawa segelas kopi dengan sangat hati-hati sambil berjalan ke kamar Harry yang tak jauh dari kamarku. Dan mulai mengetuknya ketika sudah didepan pintunya.
Aku mengetuknya tiga kali barulah dia membuka pintunya, menampakkan dirinya hanya dalam balutan handuk yang melilit di pingganhnya. Oh sial pemandangan apa ini?
Aku langsung saja menutup mataku. Dan tak ingin melihatnya setengah telanjang.
"Ed, ada apa?" Ucapnya yang mana bisa kudengar tanpa ku melihat dirinya.
Sebelum aku menjawab dengan cepat dia langsung menarik tanganku masuk ke dalam kamarnya dan aku mendengar suara pintu tertutup. Oh apa aku sudah di dalam kamarnya sekarang?
"Hey, buka matamu." Ucapnya dan perlahan-lahan aku membuka mataku dan langsung menampakkan dirinya sudah mengenakan boxer hitam ketat miliknya. Tapi tetap saja itu mengganggu pandanganku jadi aku menutup mataku kembali. Dan aku mendengarnya terkekeh.
"Harry, cepat pakai celanamu."
"Aku sudah mengenakannya." Oh dan aku yakini ia tersenyum menyeringai sekarang.
"Celana yang sopan." Tukasku.
"Kau cek saja." Dan saat ia berkata seperti itu aku langsung membuka mataku perlahan-lahan dan dia sudah mengenakan celana panjang tapi dia tidak memakai baju. Hanya bertelanjang dada.
"Mengapa kau tidak memakai kausmu?."
"Aku tidak suka saat akan tidur mengenakan baju. Sangat gerah." Ucapnya.
"Well, kau kan bisa menghidupkan AC nya." Ucapku.
"Tetap saja tidak suka. Well, apa itu untukku?" Tanya nya sembari melihat kopi yang aku pegang.
"Oh ya. Ini untuk menambah semangatmu mengerjakan tugas dari Mr. Robinson. Kau sudah mengerjakannya?"
"Sudah." Ucapnya biasa saja sambik menyeruput kopi yang aku buat. Sudah? Wow bahkan dia lebih dahulu siap daripada aku. Kemudian aku melihat meja belajarnya ya memang laptopnya masih menyala dan kurasa dia sudah selesai.
"Kapan kau mengerjakannya?" Tanyaku penasaran.
"Sehabis kita pulang dari panti aku langsung mengerjakkannya ya walaupun terkadang terhambat karena mandi, makan malam, dan...."
"Dan?" Tanyaku.
"Dan memikirkanmu." Godanya.
Ya Tuhan apa yang dia katakan. Aku merasa malu dibuatnya dengan begitu aku langsung berjalan menuju tempat tidurnya dan duduk.
"Kau sangat pandai menggoda wanita. Pantas banyak wanita yang menggandrungimu." Ucapku.
Ia meletakkan kopinya diatas meja belajarnya dan ikut duduk bersamaku di tempat tidurnya. "Ya jika menggoda wanita lain aku hanya tidak serius. Aku hanya suka membuat mereka salah tingkah." Ucapnya dan oh hampir saja aku salah tingkah dibuatnya tadi, jika ia maka aku tentu saja tidak ada bedanya dengan wanita-nya.
