20. Bad Wekeend

948 32 8
                                        

Semalam adalah ujianku semester dan aku bersyukur telah menjalaninya dengan lancar. Kini setengah tahun sudah aku berada disekolah bersama teman-temanku dan juga kakak-kakakku.

Dan sekarang aku sedang packing di kamar untuk esoknya bergegas liburan ke Amsterdam lagi. Wow, ini sangat mendebarkan. Walau sudah pernah berkunjung disana kemarin tapi kali ini mungkin lebih seru karena ada Emmy, James, Louis sahabat Niall, Liam teman sekelasku dan juga Kendall, ya walaupun aku tidak terlalu menyukai gadis sepertinya. Tidak tahu alasannya mengapa. Atau mungkin karena Harry. Aku mungkin cemburu jika Kendall dekat dengan Harry. Ahh aku tentu tidak siap untuk membayangkan mereka nanti. Mengingat aku dan Harry saling bertengkar.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarku.

"Edith, ini aku Niall. Boleh aku masuk? "

Aku terpenjat kaget saat Niall yang mengetuk pintu kamarku. Entah mengapa, akhir-akhir ini aku jadi lebih was-was padanya.

"ee... Iya masuk saja Niall, tidak dikunci kok." pekikku.

Dia membuka pintu kamar dengan perlahan dan diam mematung melihatku sedang beres-beres pakaian. Kemudian ia berjalan menghampiriku.

"Kau sudah selesai? Kami menunggumu di ruang tengah."

"Ah yaya! Sebentar lagi." aku mulai cepat-cepat memasuki segala jenis barang yang ingin aku bawa dan cepat mengancing koperku.

Kemudian Niall menyentuh bahuku saat aku sudah bangkit berdiri yang berusaha untuk melewatinya. "Ingat, kau tidak boleh terlalu dekat dengan Harry. Aku sengaja membawa Kendall. Biarkan mereka menikmati waktu mereka."

Aku berkeringat. "Kau tenang saja." lalu aku berjalan keluar kamar dan membiarkannya berdiri mematung.

***

Aku menuruni anak tangga menarik koperku dan melihat pemandangan kakak-kakakku beserta teman-temannya, juga ada Hellen kekasih Zayn.

"Hai, tuan puteri!" Emmy langsung menyapaku. Ya tuhan aku langsung ceria jika sudah bertemu dengan anak ini.

"Bagaimana sudah tidak ada yang ketinggalan Edith?" Tanya Zayn.

"Tunggu aku!" Niall berlari menuruni anak tangga dengan ekspresi yang lucu sambil membawa beberapa snack. Terkadang anak itu bisa sangat menjengkelkan dan terkadang juga sangat lucu. Sifat Niall menurutku sangat misterius.

Kemudian disusul oleh Harry dengan berjalan santai sambil membawa tas ransel dengan kaos oblong warna hitam ketat. Dan dia sangat tampan. Aku menoleh ke belakang melihat Kendall yang menatap Harry bak melihat sosok pangeran yang turun dari kayangan. Berlebihan sekali dia.

"Harry, kau terlihat sangat tampan." Sapa Kendall dan aku tahu ia terlihat mencari perhatian kepada Harry. Harry hanya tersenyum kepadanya dan tak lama kami pun keluar dari rumah tak lupa pamit kepada orang tuaku.

"Zayn, haruskah kita semua menaiki Van? Tidak bisakah kita menyetir sendiri-sendiri." Ucap Harry.

"Tidak. Kebersamaan itu lebih indah daripada sendiri. Memangnya kau mau bersama siapa dengan mobilmu?"

Harry melirik kearahku. Oh ayolah jangan kearahku, mereka akan curiga. "Tidak ada." Oh syukurlah ku kira ia akan berkata bersamaku. Mungkin dia melihat mimik wajahku yang ketakutan.

"Ayo tunggu apalagi?" Ucap Hellen dan kami semua bersorak untuk memasuki Van yang akan dikemudikan oleh Zayn.





***


Dan sekitar 4 jam kami sampai di amsterdam. Hah ini sungguh melelahkan dan saat tiba kami langsung mencari ruangan kami masing-masing dan beristirahat. Tentunya aku sekamar dengan Emmy dan Emmy bahkan sudah pergi ke halaman depan dan belakang melihat sekeliling pemandangan. Aku sangat yakin anak itu antusias. Jadi aku beringsut untuk keluar melihatnya.


Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 21, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Charming BrothersTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang