Harry langsung menangkup kedua pipiku dan mengusapnya lembut hingga aku hampir tidak sadar. Oh astaga, ini tidak boleh.
"Harry, aku mohon--- berhenti bermain-main" ucapku kemudian melangkah mundur selangkah darinya. Apa dia sudah kehilangan akal sehat nya?
Kulihat ia menggerutu di tempat sambil membawa tangannya ke rambutnya sesekali menjambaknya seakan frustasi.
"Lupakan."
Apa? "Lupakan?"
"Ya. Lupakan tentang malam ini. Lupakan semua yang aku katakan. Aku yakin kau tidak akan menerima kenyataannya." Ucapnya kembali menjadi sosok yang keras lagi.
"Harry, apa kau tahu dimana aku berasal?" Ucapku.
Dia menatapku sejenak kemudian memalingkan wajahnha dariku. "Tidak. Aku tidak bisa memberitahukan ini padamu."
Berarti Harry sudah tahu. Dan oh ayolah mengapa dia tidak mau memberitahu? "Mengapa?"
"Karena Dad, Mom dan yang lainnya tidak akan senang jika aku memberitahu asal usulmu. Sudah lah sebaiknya kau pulang."
"Tidak. Sampai kau beritahu dimana asalku."
"Ed--"
"Kau mencintaiku?"
"Sangat" ucapnya sendu
"Kalau begitu beri tahu aku Harry." Aku memohon padanya tetapi dia tetap tidak memberikan jawabannya.
"Pulanglah, Ed. Dan lupakan kejadian ini. Kau tidak boleh memikirkan ini, kau mengerti?" Ucapnya kemudian meninggalkanku dan dia berjalan kearah mobilnya.
Garis batinku menggerutu kesal dari dalam hati. Percuma saja, ia bahkan malah membuatku semakin mati penasaran dengan alasannya yang kurang spesifik untuk ku cerna. Dengan begitu aku langsung berjalan menuju mobilku dan langsung pulang. Dan aku tidak tahu Harry akan kemana setelah ini.
***
"Baik anak-anak saya akhiri mata pelajaran sastra inggris pada hari ini, selamat siang."
"Siang, Mrs." Dengan begitu Mrs. Brenner baru saja keluar dari kelas.
"Makan siang di kantin?" Tanya Emmy sembari melihatku sedang memasukan semua buku ku ke dalam tasku.
"Tentu." Aku langsung bangkit berdiri bersamanya dan kemudian saat aku melewati pintu kelas terlihat Harry sedang menyender pada pintu dan terlihat sedang menunggu seseorang sampai tidak lama kemudian ia menyadari keberadaanku dan Emmy. Oh aku jadi merasa canggung mengingat Harry yang menyukaiku, aku jadi merasa aneh bila melihatnya. Maksudku mulai hari ini.
"Harry?" Ucapku saat dia menatapku. Kemudian sejurus itu pula Harry menarik tanganku sambil berjalan menjauhi Emmy. Ada apa ini?
"Harry, ada apa?" Tanyaku.
Kurasakan nafasnya yang menggebu gebu dan dada nya yang naik turun seperti habis lari marathon.
"Kita akan melewati pelajaran hari ini."
Apa? "Apa maksudmu? A-aku tidak mengerti." Ucapku bingung.
Dia memalingkan wajahnya kearah Emmy. Dan Emmy masih menatap kami berdua.
"Kita akan pergi ke tempat asalmu."
Hah? Tempat asal? Terdengar horror sekali. Aku mengerjapkan mataku satu kali. Dan dia melihat reaksiku.
"Maksudku tempat tinggal asalmu sebelum kau diangkat oleh Dad dan Mom." Ucapnya. Oh aku mendesah lega. Aku kira dia bicara apa tadi.
