17. Angry day

2.1K 129 2
                                        

Aku masuk ke dalam rumah dan aku melihat Zayn bersama James dan seorang wanita aku yakini adalah kekasih Zayn. Wow, ternyata mereka tiba lebih cepat dariku. Dan... mengapa Zayn membawa teman dan kekasihnya kerumah. Tumben sekali.

"Hey, Edith." Sapa James ramah padaku dan aku membalas sapaannya setelah itu Mom datang dengan membawakan napan diatasnya ada banyak gelas dan sepertinya Mom sedang membuat minuman untuk mereka.

"Minumlah dulu, Edith apa kau melihat Harry dan Niall? Mereka belum kembali daritadi." Ucap Mom cemas.

"Harry tadi sedang uhm- mengunjungi temannya sementara Niall. Entahlah aku tidak melihatnya. Kami berbeda kelas, Mom." Aku menghempaskan tubuhku di sofa sementara Hellen kekasih Zayn berjalan menghampiriku yang terduduk lesu di sofa.

"Edith, kau tidak apa-apa? Kau terlihat sangat kelelahan." Ucapnya yang mana membuatku tersenyum.

"Aku baik-baik saja. Terimakasih. Aku ingin ke kamar, kau mau ikut?"

Dia tersenyum ramah. "Tentu, kenapa tidak?" Langsung saja aku menggandeng tangan Hellen sementara Zayn menoleh kearah kami.

"Jangan menghancurkan barang-barang, mengerti."

Aku dan Hellen sama-sama terkekeh. "Kakakmu itu kelihatan Bossy sekali bukan?"

"Ya tetapi dia sangat baik dan dewasa." Ucapku kemudian kami berjalan lagi menuju kamarku sementara Zayn dan James sedang sibuk dengan kertas yang aku yakini adalah sebuah catatan penting yang harus mereka baca.



***

"Edith?"

"Hmm." Aku menoleh kepasa Hellen yang memainkan boneka kelinci besarku. Oh tidak...seketika aku mulai membayangkan Harry.

"Kau tahu, bulan depan aku dan Zayn akan bertunangan." Ucapnya yang mana aku terkejut. Mengapa aku baru tahu? Dan mereka baru saja akan lulus High School bukan? Mengapa terburu-buru?

"Mengapa terburu-buru? Disaat itu kalian baru tamat sekolah. Apa tidak melanjutkan ke perguruan tinggi?"

"Ayahmu yang menginginkan ini. Zayn tidak akan kuliah, dia langsung membantu Ayahmu membangun perusahaan tetapi aku tetaplah berkuliah. Kuliah itu sangat penting bagiku." Dia kemudian tersenyum dan memeluk boneka kelinciku.

"Darimana kau mendapatkan ini? Ini sangat nyaman ketika dipeluk." Ucap Hellen lagi. Dan disaat aku ingin mengatakannya seseorang langsung masuk ke kamarku tanpa izin.

"Dariku." Aku dan Hellen sama sama menoleh kearah sumber suara tersebut dan Harry sudah berada disini. Oh baguslah... entah mengapa suasana hatiku tidak enak begini mengingat tadi aku membiarkan dia berduaan bersama Kendall. Oh aku benci membayangkannya.

"Hai Harry." Sapa Hellen ramah sementara Harry, entahlah.. dia masih mengunci pandangannya kearahku dengan pandangan tidak suka tentu saja.

"Hai Hellen. Sudah lama kau disini?" Ucap Harry ramah.

"Baru saja." Ucapnya hangat.

"Kau dipanggil Zayn dibawah bersama dengan pria sialan itu."

"Pria apa?" Hellen mencoba mendengar lebih jelas lagi sementara aku berdehem keras. Oh aku yakin Harry sedang berbicara soal James. Ini tidak akan bagus.

"Ayo Hellen, apa aku harus mengantarmu ke Zayn?"

"Tidak perlu. Kalau begitu aku ke bawah dulu Edith, Harry." Ucap Hellen kemudian dia melangkah keluar dari kamarku dengan tergopoh-gopoh sementara aku melayangkan pandanganku pasa cermin di depanku. Berpura-pura merias padahal aku sedang tidak ingin bertatapan dengan Harry sekarang.

"Mengapa ada pria itu disana? Kau mengajaknya ke rumah?" Harry memekik dan aku terkejut saat itu pula.

"Harry apa maksudmu? James? Dia datang lebih awal dariku, dan mungkin Zayn yang mengajaknya bukan aku." Dan sekarang aku ingin marah padanya malah dia yang lebih mengerikan.

"Oh ya ya mengapa aku harus percaya padamu sementara kau tadi berkata bahwa kau akan jalan dengannya. Alasan yang bagus." Ucap Harry kemudian dia berjalan keluar kamarku dengan membanting pintunya lagi. Oh dia marah lagi. Dan itu menyeramkan.



***

Harry P.O.V

Benar-benar menyebalkan. Disaat-saat seperti ini malah pria sialan itu berada di rumahku, dan malah Zayn membawa mereka berdua? Membuat risih saja.

"Hey, Harry." James menyapaku. Oh bagus dan sekarang dia berlagak sok ramah rupanya.

Aku hanya tersenyum padanya. Tentunya dengan senyuman paksa. Dan hari ini apa yang ingin ku lakukan? Berduaan bersama Edith bukanlah ide bagus. Mom bisa datang ke kamar Edith kapan saja dia mau dan Dad, dia selalu saja disibukkan dengan uang...uang...dan uang.... Aku mulai bosan dengan keluarga ini. Ingin rasanya aku membawa Edith pergi dan melanjutkan hidup baru.

Disaat aku hendak berbalik lagi ke arah kamarku daripada harus melihat mereka semua yang ada di ruangan depan tiba-tiba saja ada yang memanggilku.

"Harry!" Oh sial jangan dia.

Aku berbalik badan dan kulihat Kendall bersama dengan Niall. Apa-apaan ini? Mengapa Niall membawanya kesini? Bagaimana reaksi Edith jika tahu. Tentu jelas aku bisa membaca raut wajah Edith saat ia melihat Kendall dan tentu saja dia cemburu. Kecemburuan dialah yang menghantarkan kami pada sebuah pertengkaran. Aku lelah bertengkar dengannya.

"Mengapa kau disini?"

"Aku ingin mengunjungi rumahmu. Kau sedang apa?"

"Mau tidur." Dustaku dan aku tetap melangkah kearah kamarku dengan cepat sebelum Kendall mengekorku atau mungkin menggandengku untuk bisa terus bersamanya. Itu jelas ide yang buruk.

Sebelum aku masuk ke kamar, aku berhenti tepat di kamar Edith. Tidak ada suara. Apa dia sudah tidur? Baguslah jika begitu. Jika dia bangun maka aku tidak sanggup melihatnya mengobrol bersama James atau mungkin melihatku bersama Kendall dan menuduhku yang tidak tidak. Alangkah baiknya aku cepat masuk ke kamarku supaya aku terbebas dari mereka.


***

"Benarkah? James ada dirumahmu sekarang?"

"Ya. Kau bisa kesini jika ada perlu dengannya. Sesekali mainlah kerumahku." Aku sedang berteleponan dengan Emmy dan dia menanyakan soal Kakaknya yang belum pulang.

"Oh aku ingin, tapi aku gugup jika bertemu Niall. Termasuk orang tuamu." Oh ya ini soal Niall. Emmy mungkin menyukai Niall sementara aku harus berpura-pura mendekati James. Tapi aku yakin suatu saat nanti Emmy mengerti.

"Kau tenang saja selama ada aku kau tidak perlu merasa malu. Cepatlah datang. Aku tunggu ya!"

"Baiklah wanita sok pengatur." Dengan begitu aku langsung mematikan teleponnya dan mencoba melangkah keluar dari kamarku. Saat aku membuka pintu kamarku terlihat jelas seorang wanita baru saja melewatiku dan hendak ke kamar Harry?!

"Harry buka pintunya. Ini aku... aku ingin bicara denganmu." Kendall mengetuk-ngetuk pintu kamar Harry sementara aku langsung menutup sedikit pi tu kamarku supaya bisa menguping mereka.

Tak lama kemudian terdengar suara decitan pintu dari sana. Oh sial apa yang Harry lakukan? 
"Kendall, masuklah." Ucap Harry dan aku benar-benar tidak menyangka Harry akan membawanya masuk. Sial sial sial. Tadi dia marah-marah denganku karena menuduhku mengajak James kesini, tau-tau dialah yang membawa Kendall kesini. Dasar pria menyebalkan! Aku benci padanya! Oh oke tentu nya James ada dibawah. Aku bisa memanfaatkan waktu ini dengannya. Lihat saja...




TO BE CONTINUED!
Hey 2 Part is here....  Please comment.  Thx u xxx.

My Charming BrothersTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang