Hoho akhirnya chapter 5 kelar juga nih:") selamat menikmati ya;3
_____________________________________
*author's POV*
Niall memandangi gadis itu dengan amat sangat cermat. Ia tau kalau ia baru sekali bertemu dengan Annie, tapi ia sangat yakin gadis yang sedang duduk di pojok ruangan itu adalah Annie. Pertanyaannya sekarang, jika benar itu Annie, lalu apa yang ia perbuat di NY? Bukannya dia baru pindah ke London?
"Hey, dude! Melamun lagi ya?"
Suara Harry menyadarkan lamunannya. Ia pun segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Oh maaf. Jadi, sudah kau pesan?"
"Pesan apa? Kau saja aku tanya dari tadi tapi tidak menyahut," dengus Harry.
"Maaf, maaf. Ya sudah aku samakan saja denganmu."
Harry hanya mengangguk pelan lalu maju selangkah ke depan untuk segera memesan. Sementara Niall langsung mencari tempat duduk untuk mereka berdua yang nyaman.
Tak lama kemudian Harry kembali. Ia heran melihat tingkah sahabatnya itu yang sedikit aneh dan agak pendiam. Segera saja ia tau kalau Niall sedang mencuri-curi pandang ke arah seorang gadis cantik.
Segera saja Harry ikut memperhatikan gadis yang sama. Ia menyadari sesuatu: gadis itu sangatlah cantik.
"Hey, Hazz. Aku tantang kau untuk berkenalan dengan gadis berbaju merah yang duduk di pojok sana. Kalau bisa minta nomor teleponnya sekalian!" cetus Niall tiba-tiba.
"Baiklah, siapa takut. Kalau aku menang kau harus mau menjadi suruhanku selama sehari penuh okay?"
Niall pun terlihat sedikit ragu. Namun karena rasa penasaran yang berlebihan, ia pun menerimanya.
"Bolehlah, tapi kalau aku menang kau harus mentraktirku nandos ya?"
Harry menghela napas pelan. Ia akan tau apa akibatnya jika dia membuat taruhan dengan Niall. Tapi ya sudahlah, toh sebenarnya dia juga dia sangat ingin berkenalan dengan gadis itu.
"Deal."
***
Bagaimana cara yang tepat agar bisa berkenalan dengan gadis ini?
Pertanyaan itu berdengung di telinga Harry. Sebenarnya ia bisa saja langsung duduk di samping gadis itu lalu berkenalan. Tapi ia ingin perkenalannya kali ini berbeda. Ia ingin perkenalan kali ini meninggalkan sesuatu yang berbeda yang akan diingatnya nanti.
"Permisi, saya ingin bertanya sedikit. Apa kau bisa memilihkan minuman terbaik disini? Aku orang baru dan tidak punya rekomendasi yang pas..."
Harry berlagak seperti orang bodoh dan kampungan seolah dia belum pernah mengunjungi Starbucks sebelumnya. Mau tak mau gadis itu berusaha agar tawanya tidak lepas. Tetapi sedetik kemudian mukanya menjadi masam kembali.
"Oh, kau coba saja Cinnamon Dolce
Latte atau Cinnamon Dolce Frappuccino® Blended Beverage. Tapi favoritku sih Double Chocolaty Chip Frappuccino® Blended Crème ..."
Harry hanya mengangguk-angguk. Lalu ia segera pergi memesan. Tak lama kemudian ia kembali lagi ke meja gadis tadi.
"Thanks, ya, atas usulnya tadi. Ini enak ternyata..."
"hmm...ya sama-sama." jawab gadis itu dengan cuek. Ia terus sibuk berkutat dengan laptopnya dan tampak tak bisa di ganggu.
"Aku boleh duduk disini kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Stranger
FanfictionBagaimana rasanya mendapatkan beasiswa di negara impianmu, Inggris? Bagaimana pula jika kebetulan kau bisa bertemu seorang superstar di sana? Apa yang akan kau lakukan ketika dunia ini tidaklah seluas yang kau kira? Bagaimana jika ternyata kau punya...
