[LAST] Chapter 21: Epilogue

1.2K 116 22
                                        

nih dedicated buat kamu lagi @Tiarazzh mwah:*

***

Beberapa bulan kemudian ...

"Annabeth, babe! Tolong ambilkan sebotol coca cola dari kulkas ya?" kata Niall sambil terus memfokuskan matanya ke layar tv yang menampilkan film The Hunger Games: Catching Fire.

Annabeth langsung melemparkan sebotol coca cola kearah Niall yang ditangkap dengan cekatan oleh lelaki itu. Lalu ia melanjutkan menghias kue tart yang sedang dibuatnya.

"Oh iya, hari ini kau temani aku ya ke pesta memperingati hari jadi One Direction yang ke 4. Mau kan?" tanya Niall sambil melirik kearah Annabeth yang masih sibuk berkutat didapur.

Annabeth menyeka keringatnya pelan. "Sure. Aku merasa terhormat bisa diundang ke acara besar One Direction." jawabnya.

"Bagus! Kalau begitu dandan secantik mungkin ya, aku tidak ingin melihat kau jadi tomboy lagi dengan baju kaus laki-laki dan celana jeans. Aku mau malam ini kau tampil anggun," kata Niall serius.

"Baiklah-baiklah, kali ini aku mengikuti kemauanmu. Aku akan mengenakan gaun yang anggun sesuai dengan kemauanmu,"

"good gurl."

***

Malamnya Niall dan Annabeth sudah sampai di hotel tempat acara berlangsung. Suasana disana sudah sangat ramai. Tamu undangannya lumayan banyak. Terdiri dari beberapa kru One Direction dan banyak pula artis-artis terkenal yang turut andil dalam 'pembuatan' One Direction seperti Simon Cowell dan Katy Perry.

"Baiklah, mari kita sambut lima lelaki tampan yang menjadi raja untuk malam ini: Louis Tomlinson, Harry Styles, Zayn Malik, Liam Payne dan Niall Horan!" kata pembawa acara. Kelimanya pun maju ke podium.

"Pertama, aku ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada orang yang selama ini sudah mendukung kami. Tanpa kalian, One Direction tidak akan pernah ada." kata Louis.

"Aku ingin berterima kasih kepada keluargaku yang telah mempercayaiku untuk bergabung di One Direction, I love you all especially my beloved mother." kata Zayn sambil melambaikan tangan kearah Ibunya yang berdiri tak jauh dari podium. Mata wanita itu tampak berkaca-kaca menatap anaknya.

"Untuk Uncle Simon yang telah bersedia memberikan kami kesempatan untuk tetap melanjutkan X Factor sebagai sebuah band," kata Liam.

"Untuk para penggemar yang tak pernah bosan mendukung kami, aku sangat mencintai kalian semua! aku berharap aku bisa bertemu dengan seluruh penggemar dan memeluk mereka satu persatu," Niall menyambung.

"Aku sangat bangga dan bersyukur bahwa kini One Direction bisa bertahan selama empat tahun lamanya. Semua ini tak akan terjadi jika tidak ada orang yang tetap setia memberikan kami dukungan." kata Harry.

"Selamat untuk kami, selamat untuk One Direction untuk tahun keempatnya! Semoga di tahun-tahun yang akan datang kita akan tetap bersama-sama,"

"Cheers!" kata Louis sambil mengangkat gelasnya yang diikuti oleh seluruh tamu undangan. "cheers." terdengar gumaman dari tamu undangan.

Lalu Niall turun dari podium dan menghampiri Annabeth yang terlihat sedang mengobrol dengan Felicite dan Taylor. Sesekali ia menyambut salaman dari beberapa kerabat dan sahabat yang mengucapkan selamat.

"Hi gurls," kata Niall.

Ketiganya langsung menjawab bersamaan, "Hello Horan."

"Kalian bertiga cantik sekali malam ini. Terima kasih ya Felicite dan Taylor yang sudah menyempatkan datang ke acara kami." kata Niall lagi.

Lalu Harry dan Louis datang kearah mereka berempat. "Well, Niall... sebaiknya kau jangan mengganggu gadis lain jika pacarmu sendiri ada disana." kata Harry tergelak.

"Ya, Niall. Jangan ganggu mereka, jangan ganggu Taylor..." sambung Louis sambil merapatkan tubuhnya kepada Taylor.

"Tunggu...tunggu. Louis, kau... itu?" tanya Annabeth sambil menunjuk tangan Louis yang berada di pinggang Taylor. Ia mengkerutkan keningnya. Apa maksud Louis melakukan itu?

"Yap, aku dengan Taylor sudah resmi, iya kan hun?" jawab Louis sambil mengedipkan matanya. Taylor pun tergelak melihatnya. "Ya... begitulah,"

"Ooh, tapi... El?" tanya Felicite ikut-ikutan.

"Dia cheating dariku," gumam Louis seolah ia tak ingin ada orang yang mendengarnya.

"I'm sorry to hear that."

"Ya sudahlah tidak apa kok. Lagi pula kenapa kita jadi membahas ini? Ayo kita bersenang-senang!" kata Louis semangat.

Lalu Zayn dan Liam bergabung bersama mereka. Kini lengkap sudah anggota One Direction. Mereka membicarakan hal-hal yang tidak penting dan tertawa bersama-sama. Hari yang terlalu indah untuk dilupakan begitu saja.

"Um, guys, aku kesana sebentar ya." kata Niall sambil berlalu pergi. Yang lain hanya membiarkannya pergi, termasuk Annabeth.

Setelah beberapa menit, Niall tak kunjung kembali. Annabeth pun berniat mencari lelaki itu untuk memintanya menemani dirinya karena tak ada orang lain yang dikenalnya disini, kecuali One Direction dan Felicite bersama Taylor tentunya.

Akhirnya ia melihat kekasihnya sedang mengobrol dengan seorang wanita. Annabeth tak dapat melihat dengan jelas bagaimana rupa wanita itu karena ia membelakangi dirinya. Namun jika dilihat-lihat, wanita itu punya badan yang...uhm, sexy.

Annabeth pun berniat menghampirinya namun langkahnya terhenti melihat adegan selanjutnya. Wanita itu tampak menggelayutkan tangannya dengan manja di leher Niall. Ia seperti menggoda lelaki itu. Dan kemudian hal itu terjadi begitu saja... Sebuah ciuman mesra mendarat di bibir Niall. Hati Annabeth teriris melihatnya. Niall... Tega sekali ia berbuat seperti itu di depan mata kepalanya sendiri.

Dan kemudian Niall melepaskan ciuman itu. Ia melihat Annabeth yang berdiri tak jauh darinya. Ia kaget karenanya. "Annabeth, no..." kata Niall dengan suara serak. Ia berusaha mengejar gadisnya.

"Niall..." kata Annabeth pelan. Tangisnya pecah. Lalu ia pun berlari keluar dari ruangan tanpa memperdulikan Niall lagi.

***

A/N: gimana endingnya? gantung ya? HAHAHAHAHAAHHAAHA sengaja. btw maaf ya kalau endingnya kurang sreg aku ngestuck parah:v 

coba deh yang selama ini jadi silent readers, ga pernah vomment tapi baca sampai abis, mohon keluarkan identitas kalian (?) vote last chapter ini yah, plis banget. hargain author yang udah capek bikin:)

kalau ada yg minat ini dibikin sequel, comment aja. kalau banyak yg mau insyaallah aku bikin. maafkan kesalahan author selama ini ya, maaf kalau ceritanya gak bagus gak asik gak seru boring atau apalah itu. Ini cerita pertamaku di wattpad dan alhamdulillah tembus 10k readers hahah thanks ya mwah *tebar bunga*

terakhir nih, aku mohon doa kalian buat masyarakat Riau yang sedang kena bencana asap. soalnya aku tinggal di Pekanbaru guys, jadi aku ikut jadi korban haha:') #PrayForRiau

Perfect StrangerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang