Siang itu Harry Styles sedang berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan di kota London. Hari ini ia sudah libur dari pekerjaan karena natal dan tahun baru akan segera tiba. Ia menyamar menjadi lelaki berumur empat puluh tahunan agar fans tidak mengetahui keberadaanya.
Sebenarnya Harry tidak tahu harus membeli apa, ia hanya merasa bosan sendirian di rumah.
Tiba-tiba ada seorang gadis yang menabrak Harry.
"ugh I'm sorry..."
Terlambat untuk menghindar. Minuman yang dipegang gadis tadi tumpah ke baju Harry yang berwarna putih. Harry langsung mendongak dan melihat siapa yang telah menabraknya.
Wajah yang cantik dan anggun tetapi sedikit sombong. Rambut pirang yang digerai membuatnya bertambah cantik. Harry pun memperhatikan dengan seksama gadis ini. Ia merasa pernah bertemu dengannya sebelumnya.
Aha!
Harry ingat. Gadis ini Felicite, gadis sombong yang ditemuinya di starbucks di NY. Tapi apa yang dilakukannya di London?
"Hei kau..." kata Harry.
"Maaf, maafkan aku. Sini biar aku bersihkan,"
Gadis itu berusaha membersihkan baju Harry dengan menepuknya pelan. Tetapi bukannya semakin bersih, baju Harry malah menjadi semakin kotor.
"Sudahlah biarkan saja, Felicite."
Felicite terkejut mendengarnya. Darimana bapak tua di depannya ini bisa tahu namanya?
"Kau..."
"sshh, ini aku Harry. Dan karena kau telah membuat bajuku menjadi kotor begini, kau harus mau menemaniku membeli baju baru karena aku malu memakai baju kotor ini."
Harry pun langsung menarik tangan Felicite menuju sebuah toko baju. Felicite pun dalam hati mengomel sendiri karena harus bertemu pria idiot ini lagi dan terlebih lagi ia sudah menumpahkan minumannya di baju pria itu. Bisa mati kutu dia dibuat pria itu nanti!
"Here we go," kata Harry menyerahkan uang kepada kasir. Ia telah selesai berbelanja dan segera membayarnya. Sedangkan Felicite hanya bisa diam dan sesekali mengangguk atau menggeleng ketika Harry bertanya apakah-baju-ini-bagus kepadanya.
"Nah, aku akan ke toilet untuk mengganti baju. Kau tunggu disini ya, ingat! Jangan kemana-kemana," kata Harry.
Felicite pun membalasnya dengan tatapan sinisnya seolah berkata 'whatever'. Tapi Harry tidak peduli. Dia tetap berjalan menuju toilet dan berganti baju.
"woah, ternyata selera fashionmu bagus juga ya, aku semakin tampan menggunakan kaos ini," celoteh Harry begitu keluar dari toilet.
"jadi sebelumnya kau meragukanku? Fyi aku ini mahasiswi jurusan fashion, tau! Dan satu lagi, kau itu tidak tampan, bajunyalah yang membuatmu tampan dan itu adalah pilihanku,"
"wow, relax girl. Bukan begitu maksudku..."
"Ah, sudahlah. Karena urusan kita sudah selesai, aku ingin pulang sekarang. Dan jangan ganggu aku lagi, okay?!"
Harry pun menghela napas pelan. Menghadapi gadis yang berdiri di depannya ini tidaklah mudah. Gadis ini angkuh dan sombong , tapi juga ada sesuatu yang baik dalam dirinya. Inilah yang membuat Harry bingung.
"No, suka atau tidak, aku akan mengantarmu pulang karena tidak baik seorang gadis pulang sendirian."
"Aku bisa jaga diriku sendiri, curly."
"whatever,"
Felicite pun dengan pasrah membiarkan pria-menyebalkan itu menarik tangannya dan mengantarkannya pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Stranger
FanfictionBagaimana rasanya mendapatkan beasiswa di negara impianmu, Inggris? Bagaimana pula jika kebetulan kau bisa bertemu seorang superstar di sana? Apa yang akan kau lakukan ketika dunia ini tidaklah seluas yang kau kira? Bagaimana jika ternyata kau punya...
