Sore itu Annie sedang meringkuk dibawah selimut. Penghangat ruang dihidupkannya, begitu pula televisi yang sedang menayangkan acara favoritnya: Glee. Namun konsentrasi menontonnya buyar ketika ponsel gadis itu berdering. Setengah malas ia pun beranjak dari sofa menuju meja yang terletak tak jauh darinya. Terlihat nama seseorang pada layar ponselnya.
"Hello, Ni! Ada apa? " tanya gadis itu.
"Hi Ann! Mau datang kerumah ku malam tahun baru besok?" jawab Niall.
Annie pun berpikir sejenak. Seingatnya ia tak punya janji tahun baru bersama orang lain, jadi ia mengangguk. Tapi ia langsung sadar bahwa Niall tidak bisa melihat anggukannya itu, maka dari itu ia pun menjawab, "tentu saja, kebetulan aku juga belum punya acara."
"baiklah! Aku akan menjemputmu jam tujuh malam. Dandan yang cantik ya. I love you," Niall pun memutuskan sambungan.
Annie melongo mendengarnya. Benarkah Niall menyuruhnya untuk berdandan dan tampil secantik mungkin? Dan apa benar Niall mengucapkan I love you padanya?
Ah, pasti itu hanya ucapan biasa. Orang Inggris memang terbiasa mengucapkan kata I love you pada siapa saja. Harusnya Annie tak berharap banyak dari Niall. Mana mungkin pria itu menaruh hati padanya. Ia hanya gadis biasa yang terlalu banyak belajar hingga bisa mendapatkan beasiswa. Ia hanya gadis biasa yang bahkan tidak peduli pada fashion. Ia cenderung lebih suka dengan sesuatu yang berbau seni seperti lagu, gambar dan banyak lagi.
Setelah percakapan singkat tadi, Annie segera mengecek kalender. Hari ini masih tanggal 28 Desember, jadi masih ada tiga hari lagi menuju tahun baru. Dan ia tidak tahu harus mengenakan apa pada acara malam tahun baru nanti.
Akhirnya Annie mengajak Leah untuk shopping dan ia akan meminta sepupunya itu untuk mendandaninya nanti.
***
"Jadi itu benar kau diundang ke private party-nya One Direction?" tanya Leah menyelidik.
"Ya begitulah. Kau mau ikut?"
Leah menghela napas pelan, "ah tidak, aku tidak diundang. Lagipula aku sudah punya acara," gadis itu pun senyum-senyum sendiri.
Melihat itu Annie langsung tertawa. "kencan dengan Conor kan?"
"kau ini! Itu bukan kencan. Lagipula dia mengajakku merayakan tahun baru dengan keluarganya, jadi kami tidak berdua saja." Leah mendorong bahu Annie pelan.
"wow, Conor bahkan akan mengenalkanmu pada keluarganya! He is so cute, isn't he?" jawab Annie tergelak.
Mendengar itu pipi Leah menjadi merah. Ia sendiri masih ragu dengan perasaannya sendiri. Maksudnya Conor itu seniornya dan ia memiliki banyak penggemar di kampus. Mungkinkah lelaki itu jatuh cinta padanya? Leah rasa tidak.
***
London, 31 Desember 2013.
"nah sekarang silahkan lihat dirimu di cermin. Kau cantik sekali!"
Annie langsung menuruti perkataan sepupunya. Hari ini adalah malam tahun baru dan dari siang tadi Leah sudah datang ke rumahnya. Berdua mereka menghabiskan waktu bersama untuk mempercantik diri. Annie yang akan menghabiskan malam tahun baru bersama Niall dan One Direction, dan Leah bersama Conor dan keluarganya. Kedua gadis itu semangat sekali.
"Oh my God! Ini aku kan?" teriak Annie. Ia menatap cermin besar di depannya. Disana terpantul bayangan seorang gadis mengenakan gaun selutut berwarna biru yang simpel tapi elegan. Sedangkan sepatunya ia menggunakan flat shoes berwarna hitam pula. Awalnya Leah memberikannya sebuah heels tapi Annie langsung menolak mentah-mentah dengan alibi tidak terbiasa memakai heels.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Stranger
FanfictionBagaimana rasanya mendapatkan beasiswa di negara impianmu, Inggris? Bagaimana pula jika kebetulan kau bisa bertemu seorang superstar di sana? Apa yang akan kau lakukan ketika dunia ini tidaklah seluas yang kau kira? Bagaimana jika ternyata kau punya...
