*Felicite's POV*
"Ma..."
Aku memanggilnya. Saat ini wanita yang merupakan ibuku itu sedang asyik merajut sesuatu yang kutebak itu adalah selimut. Wanita itu pun menoleh pelan, ia tersenyum memandangku. Senyuman itu adalah senyuman terindah yang pernah kulihat.
"Yes, honey?"
"Boleh aku bertanya?"
Air muka mama langsung menegang. Belakangan ini aku jarang berkomunakasi dengannya karena ucapanku tentang Annabeth. Mama sudah jelas menyembunyikan sesuatu dengan masa lalunya yang tak ingin diumbarnya. Aku heran bagaimana ia bisa hidup dengan masa lalu yang terus terbayang di benaknya.
"Aku ingin mama bertemu dengan Annabeth," pintaku.
Mama menggeleng cepat. "Sudah berapa kali mama bilang, anakku hanya kau, Felicite. Berhentilah bertanya dan memintaku dengan hal-hal bodoh seperti itu!"
Mukaku merah padam mendengarnya. Selama ini mama adalah orang yang sangat sabar dan lembut dalam berbicara, namun belakangan kata-kata dan nadanya sangat kasar terdengar ditelingaku.
"Kenapa mama benci sekali dengan Annabeth? Apa yang telah ia lakukan pada mama? Apa???" bentakku.
Ada sedikit rasa keterkejutan di wajah mama dan aku bisa melihat itu. Namun ia berusaha menutupinya.
"Kau tidak tahu apa-apa Felicite!"
"Kau tidak tahu apa-apa Felicite!" aku menirukan nada suara mama dengan maksud mengejek yang membuat wajahnya menjadi merah padam. "selalu itu yang mama katakan! Yes, I got no idea why you hate Annabeth!"
"Whatever," mama membanting kain hasil rajutannya ke atas meja lalu ia melangkah meninggalkan ruangan. Ia segera meraih kunci mobil dan dompetnya lalu pergi begitu saja tanpa pamit. Aku hanya bisa melihatnya hilang dibalik tikungan jalan dengan mobil merahnya.
Aku menghempaskan tubuh di sofa ruang tamu. Pikiranku kacau. Aku pun menghidupkan televisi mencari-cari saluran yang sedang menayangkan acara bagus. Namun jari-jariku berhenti menekan tombol remote ketika aku melihat berita yang menayangkan tentang Harry. Aku menyimak pembawa acara yang sedang membacakan gosip terbaru ditambah pula dengan foto-foto Harry bersamaku.
Harry Styles dikabarkan merayakan tahun baru bersama seorang gadis cantik yang bernama Felicite. Mereka menghabiskan malam tahun baru bersama member 1D lainnya dirumah 1D. Dikabarkan pula Harry sempat menjemput dan mengantar pulang Felicite. Lalu sebenarnya ada hubungan apa antara Harry dan Felicite? Mengapa...
"Shit!"
Aku mengumpat kesal dan segera mematikan televisi. Ini bukan sesuatu yang kuharapkan. Aku sedikit menyesal kenapa sudah kenal dengan Harry.
Perlahan aku ambil laptopku dan menghidupkannya. Aku membuka twitter yang sudah lama tidak kubuka. Dan aku sangat terkejut ketika tahu followers ku naik drastis. What the hell is happen?
Penasaran aku pun membuka interactions, dan berbagai orang tak dikenal mengirimiku tweet. Ada yang baik dan tak sedikit pula yang kasar.
"Lucky you:("
"stay away from Harry, bitch"
"go to the hell"
"die bitch"
"you're so lucky!! I ship you with Harry!:) #TeamHelicite"
Well ini adalah sesuatu yang baru bagiku. Entah mengapa tiba-tiba saja aku tertawa keras-keras. Maksudku, orang-orang ini sama sekali tidak mengenalku tapi ia seenak hati saja menyuruhku mati. Ew, who the hell you are?
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Stranger
FanfictionBagaimana rasanya mendapatkan beasiswa di negara impianmu, Inggris? Bagaimana pula jika kebetulan kau bisa bertemu seorang superstar di sana? Apa yang akan kau lakukan ketika dunia ini tidaklah seluas yang kau kira? Bagaimana jika ternyata kau punya...
