"Felicite!"
Louis memanggil gadis yang tengah berjalan kearahnya. Suasana rumah sakit saat itu sangat lengang, dan Louis sangat bersyukur karenanya. Kecelakaan itu... Harry... Semuanya masih dirahasiakan, tidak boleh ada media yang tau tentang kecelakaan yang menimpa pria malang itu.
"Louis! Bagaimana...keadaannya?" tanya Felicite dengan napas memburu. Mukanya pucat pasi begitu mendengar Harry kecelakaan.
"Dia masih diruang ICU, tim dokter sedang memeriksanya, bersabarlah." jawab Louis sambil mengusap punggung gadis itu pelan. Felicite menggosok-gosok kedua tangannya seperti biasa apabila ia sedang gugup.
"Sebenarnya dia kenapa? Kenapa bisa kecelakaan?"
"He's drunk." jawab Zayn pelan. Ya, seluruh anggota One Direction kecuali Niall sudah berada dirumah sakit subuh itu.
Felicite menunduk lemas. Stupid Harry! Mabuk bukanlah hal yang baik dan anak itu terlalu bodoh untuk mengetahuinya.
"Duduk dulu, Fel, kita tunggu dokter bersama-sama." kata Liam menenangkan. Felicite menurut dan ia pun duduk disalah satu bangku yang telah disediakan. Tangannya gemetaran, keringat dingin bercucuran didahinya. Ia menyanyangi Harry, dan tidak ingin pria itu kenapa-kenapa.
Tak lama kemudian Niall datang bersama Annabeth. Begitu melihat kakaknya disana, Annabeth langsung memeluk Felicite.
"Ann... Harry... Ann..."
Tangis Felicite pecah begitu ia memeluk adiknya. Annabeth memeluk erat-erat Felicite dan mengusap rambutnya pelan, "Tenangkan dirimu, Tuhan pasti tau yang terbaik untuk kita semua," katanya.
Sedetik kemudian dokter keluar dari ruangan ICU. Mereka semua pun langsung menyerbu dokter itu.
"Saya perlu bicara dengan keluarga Mr. Styles." katanya.
Louis langsung mengajukan diri. "Saya saudaranya dok." dokter itu pun mengangguk. "Silahkan ikuti saya ke ruangan saya."
Tanpa banyak bicara Louis mengikuti dokter itu. Hatinya begitu cemas memikirkan sahabatnya itu. Semua yang ada disana menunggu Louis kembali dengan cemas.
Tak beberapa lama kemudian Louis keluar dari ruangan dokter. "Kira-kira kapan Harry sadar dok?" tanya Louis. Dokter itu memegang pudak Louis pelan, "Saya tidak tahu pasti, tapi jika Tuhan mengizinkan, dalam minggu ini dia akan sadar. Banyak-banyak berdoalah nak." kemudian dokter itu pergi meninggalkan Louis.
Louis berjalan kearah teman-temannya. Mukanya ditekuk dan tampaknya ia ingin menangis. Sebelumnya Louis tidak pernah menangis, tapi kali ini ia tak bisa menahannya lagi. Ia begitu kasihan melihat Harry terbaring tak berdaya di ruangan ICU.
"Dia mengalami pendarahan di otak dan itu cukup parah untuk membuatnya tak sadarkan diri selama beberapa hari..."
Felicite merasakan lututnya goyah. Tubuhnya lemas. Pendarahan bukanlah hal yang sepele, apalagi pendarahan di otak. Ia merutuki dirinya sendiri.
Niall yang selama ini diam akhirnya membuka suara. Kecelakaan maut itu telah membuatnya gusar. "guys, ada yang harus aku sampaikan..." katanya.
Semua mata tertuju pada pria berambut pirang itu. Kecuali Annabeth, yang tentunya sudah tau apa yang dibicarakan pria itu.
"Tadi malam aku dan Annabeth pergi ke pub. Disana aku bertemu temanku bersama kekasihnya yang ternyata adalah sepupu Annabeth, Leah. Karena tak ingin menganggu, akhirnya kedua gadis ini meninggalkan kami untuk berbincang-bincang berdua. Setelah itu entah kenapa aku melihat Annabeth duduk dipangkuan Harry. Aku tidak tau kapan Harry datang, namun yang pasti ia mabuk. He's raping Annabeth!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Stranger
FanfictionBagaimana rasanya mendapatkan beasiswa di negara impianmu, Inggris? Bagaimana pula jika kebetulan kau bisa bertemu seorang superstar di sana? Apa yang akan kau lakukan ketika dunia ini tidaklah seluas yang kau kira? Bagaimana jika ternyata kau punya...
