Keesokan malamnya, Harry menjemput Felicite dirumahnya sesuai dengan janjinya.
"Hi Aunt. Ada Felicite-nya?"
Lelaki berambut keriting menampilkan senyum manisnya ketika pintu rumah dibukakan oleh seorang wanita berwajah keibuan.
"Ada. Tunggu sebentar ya, Aunt panggilkan dulu."
Wanita itu berpaling ke belakang dan berteriak, "Felicite! Turunlah! Ada yang mencarimu!"
Tak lama kemudian sahutan itu dibalas oleh Felicite. "I'm coming mom!"
"Silahkan masuk dulu dan menunggu di dalam. Felicite kalau berdandan biasanya lama loh," kata wanita itu dan mempersilahkan Harry masuk. Lelaki itu langsung mengikuti wanita yang notabenenya adalah ibu dari Felicite. Ia segera duduk di sofa ruang tamu.
"Siapa namamu nak?" tanya Sally.
"Harry, Aunt." jawab Harry sopan.
"Ooh, nice name. Jadi kamu ya pacarnya Felicite sekarang?" tanya Sally lagi.
Muka Harry langsung merah padam. Ia malu sekali. "Nope. Setidaknya belum, Aunt." katanya terkekeh.
"Ah, bisa saja kamu. Ya sudah, pokoknya Aunt titip Felicite sama kamu ya, jaga dia baik-baik dan Aunt mohon tolong jangan sakiti dia. Felicite kalau sudah kehilangan kepercayaan terhadap sesorang, susah sekali untuk mengembalikan kepercayaan itu."
Harry mengangguk mengerti dan tersenyum simpul. Calon mertuanya saja sudah mempercayainya, jadi tunggu apalagi? Haha.
"Hi, Curly. Maaf menunggu lama." tiba-tiba Felicite muncul entah darimana. Ia melihat ibunya sedang berbicara serius dengan Harry, "Ooh, kalian pasti sedang membicarakanku kan?" tanyanya.
Harry dan Sally langsung tertawa mendengarnya. "Nope, kau jangan kegeeran Felly sayang. Ya sudah ayo kita berangkat. Aunt, Harry permisi dulu ya." Harry pun menggandeng tangan Felicite dan tersenyum penuh arti pada Sally. Wanita itu pun mengangguk sementara Felicite mangut-mangut tak jelas karena ia sungguh ingin tau apa yang dibicarakan Harry dengan ibunya tadi.
"Okay, aku pergi dulu ya ma. I love you," kata Felicite sambil mencium pipi ibunya.
"Hati-hati ya. Be back at 11 pm," jawab Sally.
Harry dan Felicite pun berjalan menuju mobil. Harry begitu terpesona melihat penampilan Felicite. Gadis itu dibalut gaun berwarna kuning gading indah tanpa lengan dan high heels favoritnya yang berwarna hitam. Rambutnya digelung rapi dan sebuah kalung berkilau melingkar di lehernya. Riasan wajahnya sederhana namun anggun.
"You're beautiful as always," kata Harry begitu mereka sudah berangkat. Felicite merasakan wajahnya berubah menjadi kemerahan. Mendapat pujian dari seorang Harry Styles terasa sangat menyenangkan baginya.
"Thank you."
Ada keheningan yang lama di antara keduanya. Lagu Let It Go milik Demi Lovato mengalun di radio.
"Kita mau kemana?" tanya Felicite.
"Kan sudah aku bilang, kau tidak perlu tau. Aku sudah menyediakan tempat spesial untuk kita berdua."
"Tapi..."
"Sshhh, diam saja. Aku janji aku tidak akan melakukan yang aneh-aneh kepadamu. Aku hanya ingin membuatmu senang hari ini, sudah itu saja."
"Okay, whatever curly."
Setelah kurang lebih lima belas menit perjalanan, akhirnya mereka sampai. Harry segera memarkirkan mobilnya di tepi jalanan yang sepi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Stranger
FanfictionBagaimana rasanya mendapatkan beasiswa di negara impianmu, Inggris? Bagaimana pula jika kebetulan kau bisa bertemu seorang superstar di sana? Apa yang akan kau lakukan ketika dunia ini tidaklah seluas yang kau kira? Bagaimana jika ternyata kau punya...
