*Annabeth's POV*
Kulihat pria itu sedang menikmati sarapannya dimeja makan. Ia menghirup kopi yanh sudah kubuatkan lalu meneguknya sekali dan kemudian diletakkannya kembali cangkir itu diatas meja. Sepiring nasi goreng telah kubuatkan tadi pagi dan sekarang tersaji didepannya. Sarapan ala Indonesia itu sengaja kubuatkan untuknya karena aku rindu sekali momen-momen dipagi hari seperti ini. Dulu saat di Indonesia aku setiap hari memang selalu membuatkan sarapan untuk pria itu, Ayah. Kami berdua memang tidak ingin menyewa jasa seorang maid, karena kami berpikir mampu mengerjakan semuanya sendiri.
"Morning sweety, bagaimana tidurmu? Kau masih tetap rajin seperti dulu ya," kata Ayah yang lalu menyuap sesendok nasi goreng ke mulutnya.
"Morning too daddy, tidurku nyenyak. Ah, tentu saja, aku tidak akan menjadi pemalas hanya karena aku tinggal disini sendirian." Aku tersenyum.
"Good girl, itu baru anak Ayah." ia pun mengusap rambutku.
"Oh ya, hari ini aku ada kuliah jadi aku tidak bisa menemani Ayah, tak apa kan?"tanyaku. Aku pun duduk dikursi makan dan mulai menuangkan segelas teh hangat ke gelas.
"Its okay, honey. Hari ini ayah akan pergi ke rumah Uncle Phill, sudah lama aku tak bertemu dengannya."
Aku hanya menjawabnya dengan anggukan karena mulutku berisi teh. Cepat-cepat kutelan air teh tersebut. "Kalau mau pakai saja mobilku, aku bisa naik kendaraan umum ke kampus," kataku sambil menyerahkan kunci mobilku. Tapi Ayah langsung menolaknya, "No, tidak usah. Biar ayah saja yang naik kendaraan umum, lagipula ayah ingin menjelajahi kota ini, sudah dua puluh tahun ayah tidak pernah kemari lagi."
"Well, okay then. Aku berangkat dulu ya, takut terlambat. Oh ya, Ayah mau tidak kalau malam ini kita makan malam diluar? Aku ingin melepas rinduku pada Ayah. aku janji, aku akan memilih restoran terbaik di kota London!"
Ia tertawa, "tanpa kau minta pun pasti aku menyetujuinya. Ya sudah berangkat sana."
Aku bersorak dalam hati, langkah pertama dalam misi mempertemukan ayah dan mama berhasil. Felicite, get ready with mom.
"Okay, I'll see you tonight. I love you!" aku pun mencium pipinya pelan.
"take care honey! Love you too!"
***
*Felicite's POV*
From: Annabeth
To: Felicite
Felicite, I'm ready with dad. Now, your turn.
Aku tersenyum penuh arti memandangi ponselku. Good job, Ann. Ya, ini giliranku.
From: Felicite
To: Annabeth
Good job. Yea I got this.
Send.
Aku segera masuk ke kamar mama. Setelah tidak aktif menyanyi lagi, mama kini bekerja di sebuah agen majalah sebagai seorang hair stylist. Ia tampak sedang membaca sebuah majalah. Aku pun menuju kearahnya dan duduk dipinggir kasurnya.
"Ma, aku minta maaf karena perbuatanku belakangan ini. Entah kenapa aku menjadi sering naik darah begini. I'm so sorry ma, aku mau hubungan kita menjadi baik lagi." aku mengambil tangan mama dan meremasnya pelan.
"Its okay. Mama juga minta maaf karena mama sudah mengabaikanmu belakangan ini. Mama... Mama capek karena pekerjaan, jadi maafkan mama juga ya nak.." tangannya balas meremas tanganku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Stranger
FanfictionBagaimana rasanya mendapatkan beasiswa di negara impianmu, Inggris? Bagaimana pula jika kebetulan kau bisa bertemu seorang superstar di sana? Apa yang akan kau lakukan ketika dunia ini tidaklah seluas yang kau kira? Bagaimana jika ternyata kau punya...
