Chapter 2: Stranger, huh?

2.7K 162 3
                                        


"maaf, tapi apakah boleh aku masuk dan bersembunyi disini sebentar? Penggemarku berkumpul diluar sana dan aku tidak bisa pulang karena mobilku dikepung oleh mereka." jawabnya sedikit ngos-ngosan.

Tawaku langsung meledak. Penggemar? Yang benar saja? Apakah pria ini bermimpi? Ataukah aku yang bermimpi?

"mengapa kau tertawa? Ada yang lucu, ya?" pria itu memperhatikan seluruh tubuhnya seolah-olah ada yang tidak beres dengannya.

Aku menggeleng dan dengan bersusah payah menghentikan tawaku. "penggemar? Yang benar saja kau"

"loh, memang benar kok. Kalau tidak percaya lihat saja di ujung gang sana." dia tampak biasa saja, malahan dia memasang tampang cool. Ralat, sok cool.

Dengan perlahan aku melihat ke jalanan depan dan benar saja, banyak gadis-gadis ada disana. Ternyata dia tidak berbohong, batinku dalam hati.

"jadi bagaimana?" tanyanya.

"baiklah, kau boleh masuk." aku pun mempersilakannya masuk. I know this is weird, but mata lelaki ini yang sebiru langit itu tak dapat berbohong, dia sangat cemas. Jadi mau tak mau aku menerimanya juga.

"Terimakasih banyak...uhmm.."

"Annabeth Zoe. But you can call me Annie."

"okay, thanks Annie. Im Niall, Niall Horan."

"well, nice to know you Mr. Horan,"

"Niall for you.."

"yea whatever."

Jadi begitulah, seorang pria bernama Niall datang kerumahku tanpa sengaja. Awalnya aku tak tau apa yang harus aku bicarakan dengannya, namun tampaknya Niall adalah orang yang cukup funny sehingga tak lama kemudian atmosfer diantara kami sedikit demi sedikit menjadi cair.

"jadi kau ini member One Direction ya?"

"hmm..."

"okay okay, aku tau aku ini norak kampungan atau apalah, tapi setidaknya aku tau bandmu. Tapi tidak dengan membernya.."

"its okay, Annie. Lagipula senang rasanya bisa bertemu gadis sepertimu. Kau mengenalku sebagai Niall Horan, bukan Niall One Direction."

Aku tak tau harus menjawab apa, maka dari itu aku hanya tersenyum sedikit.

"Kau mau minum apa?"

"terserahmu saja."

"cuma ada sirup orange di kulkas, maklumkan saja ya, aku baru pindah dari Indonesia. Dan ini adalah hari pertamaku disini..."

"are you serious, Annie? Wow, hari pertamamu saja sudah menerima tamu aneh yang datang tiba-tiba dirumahmu. Maaf jika aku mengganggumu"

"haha its okay Niall. Lagipula aku juga senang karena bertemu denganmu karena hari pertama disini aku sudah mendapat teman yang lucu sepertimu"

"syukurlah kalau begitu hahaha"

Suasana di rumah baruku cukup menyenangkan karena kehadiran Niall. Entah mengapa aku merasa senang karena ia telah menemaniku hari ini, yah walaupun hanya dirumah.

"Annie, I think I must go to camp. Fans sudah tidak ada lagi diluar sana. Lagipula ini sudah malam, tak baik ada seorang lelaki berada dirumah seorang gadis." Niall pamit padaku.

Aku mengangguk sembari meletakkan pajangan yang kupegang ketempat asalnya. "Okay, Niall. Hati-hati dijalan ya, dan maukah kau menyampaikan salamku pada 4/5 anggota bandmu yang lain? Aku tahu kita baru--"

Aku tak dapat melanjutkan kata-kataku karena sedetik kemudian Niall mencium pipiku. Aku melongo hingga pria itu tertawa melihatnya.

"Itu untuk hari ini. Anggap saja kita sudah kenal lama, dan ya tentu saja akan kukirimkan salam kepada yg lain. See ya soon, Annie!" pria itu pun masuk kedalam mobilnya.

Aku masih belum sadar apa yg sesungguhnya terjadi, jadi mataku hanya mengikuti gerak mobilnya yang melaju di jalanan.

"How dare you are,Niall." kataku sambil tersenyum.

_____________________________________

hiiiiiii.
ini chapter ke 2 Perfect Stranger. wdyt? vote+comment maybe?:)

love
velin xxx

Perfect StrangerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang