Sang Antagonis baru akhirnya tiba

1.1K 64 0
                                        

"NINOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!"

Teriakan shiela pagi ini sudah memenuhi koridor gedung di kampus ini.

Ya, kenapa lagi kalo bukan karna kejadian kemarin yang disebabkan daru ide gilanya Nino. Dan bodohnya gak disaring dulu sama Rhesa. Untung aja Rhesa cepet sadarnya. Kalo engga mungkin Shiela udah gila gara gara udah ga perawan di umur yang bahkan belum 17 tahun ini.

Yaa, walaupun mereka udah nikah juga tau umur lah. Kan gak lucu kalo shiela udah ngegendong anak pas umur masih 17 tahun lebih-an.

Rhesa hanya membuntuti shiela yang masih menyusuri koridor dengan wajah emosinya. Sesekali Rhesa terkekeh, lucu juga kalo liat Shiela lagi marah gini.

"Udah sih, gausah dicari. Dia mah kan datang tak diundang pulang tak diantar. Tar juga nongol sendiri" sahut Rhesa. Shiela menoleh dengan tatapan masih kesalnya, namun tak urung tetap menuruti perintah Rhesa juga.

"Se, gue pengen eskrim lah" rajuknya tanpa menoleh pada rhesa sedikitpun.

"Kalo minta sama orang tuh liat mukanya. Lo minta ama siapa kalo lo liat depan gitu?" Rhesa memang banyak bicara hanya dengan Shiela, Nino, Adhi, Dianna, dan keluarganya saja. Selebihnya ya dia irit ngomong banget.

"Suka suka gue lah, mata mata gue. Lo mau beliin ga sih? Kali ga mau sih ngomong aja gak mau. Ga usah modus gitu" balas shiela nyolot.

"Lo PMS ya? ANYING!!" Umpatnya setelah shiela nimpuk kepalanua pake tas yang lagi shiela pegang.

"Bacot banget sih, cuma diminta beli eskrim doang juga"

Rhesa mendengus, "yaudah gue beliin."

Shiela langsung nyengir. Dengan secepat kilat ia mencium pipi rhesa, "Makasihh rese" lalu langsung berlari begitu saja.

Rhesa yang masih mematung karena perlakuan shiela beberapa detik lalu itu langsung tersenyum sembaru memegangi pipinya yang baru saja menjadi sasaran shiela.

"Kalo dia PMS nya kek gini, mending PMS terus terusan aja lah"

---

Kedua makhluk itu berjalan menuju tempat duduk di salah satu taman di kampus ini. dan duduk disana

Menikmati eskrim vanilla yang baru mereka beli dari mobil pinggir jalan yang tadi mereka temukan.

"Mm, enak ya" goda rhesa melihat gadis di hadapannya itu dengan sebelah alis yang terangkat.

"Enak lah, kesukaan gue juga" balas shiela seadanya.

"Enak lah, orang ditraktir juga" ralat rhesa membuat gadis dihadapannya itu melempar tatapan horor padanya.

"Wajar lah, suami neraktir istrinya jajan beginian"

"Hal gini aja lu ngakuin gue laki lo. Dasar"

Rhesa memberengut kesal dan kembali memakan eskrim ditangannya.

"Tumben kalian akur? Dapet hidayah ya lo berdua?" Celetuk nino yang baru saja datang bersama ayang beb nya. Ya Adhi lah, siapa lagi?

"Baik pas ada maunya noh." Tutur rhesa menggerakkan dagunya ke arah shiela yang masih melahap eskrimnya dengan nikmat.

"Wihh... Eskrim, bagi bagi dong.." Pinta Adhi yang langsung menyambar eskrim milik shiela, membuat sang pemilik itu melotot kesal.

"Beli sendiri sono!!"

Rhesa menatao heran dengan gadis yang disebelahnya ini. Bukannya tadi dia ngamuk banget sama Nino? Sampe kaya kesetanan nyari nyari nino. Tapi ini udah ada Nino nya kok biasa aja ya?

Dizzy alphabet, makes crazy coupleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang