Gak Bisa Akur

3K 147 17
                                        

"Kalian lagi kalian lagi..!! Kalian ga bosen apa masuk sini, ibu udah capek tau gak, ngurusin kalian yang hobinya bolos terus! Bisa ga sih ga bolos gitu sehariii.. aja.. nurut sama ibu napa!!" Teriak wanita paruh baya yang tidak lain adalah guru BK di sekolah ini. Bu Rina

Mata yang bersembunyi dibalik kacamatanya menatap kedua siswa laki laki yang berdiri di hadapannya, di ruangan BK. Rhesa dan Nino.

'Rhesa Manuel Irzena'. Salah satu dari dua siswa jenius di sekolah ini, dan merupakan siswa akselerasi yang baru saja menginjak kelas XII jurusan IPA, walaupun umurnya baru 15 tahun. Memang usia yang cukup muda... lebih tepat jika kata 'cukup' di hilangkan ya.. karena standar umur siswa kelas XII adalah sekitar 17 atau 18 tahun.

Cowok ini memiliki wajah berparas tampan dengan model rambut ala cowok korea, dan tinggi yang tidak wajar untuk cowok seumurannya, 180 cm. Dan Merupakan 'Badboy most wanted' di SMA ini. Mata berwarna cokelat hazel yang hampir senada dengan rambutnya masih menatap Bu Rina dengan cengiran khas nya.

Dan yang satunya, nino alias 'Alnino Ranova Rhino' menyebut nama lengkapnya saja sudah membuat orang pusing, apa lagi ulahnya. Sahabat seperjuangan Rhesa semenjak SMA. Dia juga termasuk murid akselerasi. Umurnya memang berbeda 1 tahun dengan Rhesa.

Cowo berwajah tampan yang juga termasuk 'badboy most wanted' ya walaupun tidak sebanding dengan Rhesa ini memiliki mata hitam dengan model rambut di mohawk keren, dan badan dengan tinggi 175 cm. Ya, walaupun lebih tua dari rhesa, tapi tingginya masih kalah dari Rhesa.
Okay, back to the story

"Bu, kita kan nurut sama ibu. Ibu suruh ke ruang BK, kita nurut kan bu. Kita juga masuk sini kan juga kemauan ibu, bukan kemauan kita. Kita juga bosen lagian bu, kalo diem di kelas ngedengerin pelajaran yang jelas kita udah ngerti... belum belum tugasnya itu loh bu.. nggak kira kira" ucap Nino yang malah jadi curhat.

"Ya kalo Rhesa sih ibu masih percaya, walau sedikit. Lah kamu!? Ibu aja heran kenapa kamu bisa masuk kelas akselerasi!? Lagian juga, sejenius apapun kalian, peraturan tetaplah peraturan, ngerti kalian" sentak Bu Rina yang sudah hampir kehabisan tenaga.

"Ibu Rina yang cantik.. jangan marah marah terus dong.. nanti cepet tua loh bu. Ibu.. kita bolos juga ada alesannya kok bu. Secara, nino kan kalo di kelas kaya cacing kepanasan bu, jadi dari pada menganggu ketenangan dan kenyamanan belajar, makanya saya bawa dia keluar kelas. Tentang pelajaran yang ketinggalan, kan saya yang ajarin dia.

Jadi ibu tenang aja ya.. biar tetep cantik." Ucap Rhesa lembut. Biasanya, dengan suara begini, semua cewek bakal luluh sama dia. Kecuali satu orang sih.

"Rhesa anak kesayangan ibu, tapi ibu udah capek nulis nama kalian sekaligus ngurusin kalian.. untung aja kamu sering ngeharumin nama sekolah dengan berbagai prestasi kamu. Mulai dari basket, olimpiade matematika, ipa, semua pelajaran.. semua kamu menangin.

Itu yang bikin kepala sekolah maupun ibu juga ragu buat ngeluarin kamu, coba kamu gak punya segudang prestasi, pasti kamu udah ibu keluarin sejak dulu rhesa.." balas Bu Rina lembut dengan wajah memelasnya.

Tuh kan guru aja luluh.

"Ibu Rina yang cantik.. kan saya juga sering ngeharumin nama sekolah.. saya juga banyak prestasi, tapi kok ibu gak adil sama saya bu.." ucap Nino lembut, berharap bu rina juga akan luluh karenanya.

Tapi Tuhan berkehendak lain..

"Bawa nama harum apa aja sih kamu nino? Futsal doang!? Olimpiade MIPA 3bulan lalu yang cuma jadi pengganti itu? Untung aja kamu menang kalo engga ibu nyesel banget.

Yang asalnya mau milih rhesa, malah kamu karna Rhesa, dan anak kesayangan ibu juga adhisya harus ikut kuis kecerdasan atau sejenis olimpiade lagi tingkat SMA se-Indonesia yang di tayangin di TV, dan dapet juara 1 Nasional. Nasional loh.. yaa jadi ibu nggak nyesel banget" Teriak Bu Rina kembali.

Dizzy alphabet, makes crazy coupleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang