"Bin"
Jinhwan membetulkan selimutnya sejak tadi.Ia tak dapat memejamkan matanya meski jarum jam sudah menunjukan pukul tiga pagi.Pikirannya dipenuhi Bin dan Hanbin.
Jinhwan memang mendapati beberapa kesamaan dari bentuk wajah Bin yang samar-samar pada tetangganya itu.Tapi sifat keduanya begitu berbeda.Bin gelap dan Hanbin abu-abu,Hanbin...Jinhwan belum dapat menilai namja itu,kadang ia melihat sisi cerah jenakanya tapi Jinhwan merasa janggal dengan semua itu.
"Uuhh..aku tidak bisa tidur.."Suatu kebiasaan dari Jinhwan jika ada yang mengganjal dipikirannya ia akan kesulitan tertidur.Jinhwan mengambil obat tidurnya lalu menelan dua butir tablet putih itu.
"Semoga aku besok tak tertidur di tempat kerja.."Doa Jinhwan sebelum benar-benar terlelap karena pengaruh obat.
'
'
'
'
'
'
'
'
"Jinhwan-ah "Panggil Hanbin dari ujung koridor apartemen menatap Jinhwan pagi ini dengan heran.
Namja mungil itu terlihat sedikit yah.. 'kacau'.Rambut hitamnya tak tersisir dengan benar dan poninya menutupi mata bulan sabitnya.
"ah..pagi hanbin.."Jinhwan menyandarkan tubuhnya pada tembok.
"Pagi...kau terlihat tak baik baik saja,ada masalah?"tanya hanbin mengamati wajah hingga ujung kaki jinhwan.
Jinhwan tertawa kecil lalu menggeleng.
"Aku tidak bisa tidur semalam.."
Karena kau-
jinhwan menatap hanbin heran yang sibuk mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
Ada sauce pan mini,tape recorder,headset,permen dan mobil-mobilan.Semuanya keluar dari ransel hanbin seperti kantong doraemon.
"Apa yang kau lakukaㅡ"
KAMU SEDANG MEMBACA
Apartemen No.292. (END)
FanfictionJUNHWANBIN comedy romance Hidup Kim Jinhwan kini berubah,Ia yang dulu gendut dan dijuluki Kim Dwejinhwan itu kini berubah menjadi kurus dan tampan,tidak..tepatnya manis. Jinhwan bekerja disebuah kantor penerbit majalah yang cukup terkenal di Seoul.H...
