Taukah kalian tentang sepasang boneka yang terbuat dari kelapa yang dikeringkan ?
Jika tangan keduanya dikaitkan itu artinya kau ingin bertemu seseorang,
Jika kedua kakinya dikaitkan,artinya kau akan bertemu dengan orang itu kembali..
Hanbin mengalihkan pandangannya pada namja manis didepan Junhoe yang terpaku menatapnya.Hanbin mengerjap bingung karena merasa tak asing dari wajah apalagi mata sipit kecilnya.
"June-ya, nu..gu..?"Bisik Hanbin pelan,Jinhwan mengerjap kebingungan.seseorang berakhiran nama bin dulu yang ia kenal di SMA tidak sebodoh ini dan orang yang bernama Hanbin didepannya terlihat agak 'sinting'.Jinhwan menggeleng pelan,nama Bin begitu banyak di korea.
"Namanya Kim Jinhwan,editor baru di tim ku.."Ujar Junhoe dengan malas,Hanbin hanya mengangguk-angguk dengan ekspresi konyolnya kemudian memakan kacang merah yang ada dipiring Jinhwan.Jinhwan tentu saja terkejut melihatnya.
"Hei bocah,kau tak suka kacang ya? Aigoo lihat tubuhmu? Pendek.."Hanbin mencibir menatap kaki pendek Jinhwan,Junhoe hanya bisa mendengus kesal atas perlakuan sepupunya.
"Hei bodoh,kau mau kerja apa memangnya ? Bukankah kau sudah lulus kuliahmu? Aku tidak tahu harus berbicara apa lagi padamu.."Junhoe memukul kepala Hanbin dengan sumpitnya.
"Aku sudah bekerja sebagai produser music di GY Entertaiment sekki-ya!"teriakan Hanbin membuat seisi kafetaria kantor menoleh kearah meja mereka.Jinhwan hanya diam kebingungan dengan tingkah orang asing itu.
"Baiklah..terserah kau hanbin,aku tidak ingin membantumu.."Junhoe mendorong Hanbin agar menjauhinya.Hanbin hanya bisa mencibir kesal.
"Arraso! Aku akan mencari apartemen sendiri! Oke ?! dasar manusia kaku!"Hanbin pergi meninggalkan Junhoe dan Jinhwan sambil menenteng koper dan tas-tasnya.Sungguh konyol sekali tingkah dan penampilan namja itu.
"Ah..maaf dia sepupuku,maaf kalau membuatmu merasa tak nyaman.."Junhoe menatap Jinhwan tak enak,kali ini ia tidak menunjukan senyumnya lagi.Entahlah..Jinhwan rasa sebuah senyum adalah sesuatu yang asing dikehidupan Goo Junhoe.
"Gwenchana..dia terlihat sedikit yah...aneh"Jinhwan tersenyum kecil.Lalu mereka berdua melanjutkan makan siangnya dengan obrolan ringan.
"Bodoh kenapa kau makan kalori banyak sekali Kim Jinhwan!"Jinhwan terus saja mengumpat sambil berlari-lari mengelilingi lapangan didekat apartemennya.Jinhwan merutuki makan siangnya bersama Goo Junhoe itu kelewatan.Ia makan sup sapi,dadar,babi asam pedas dan kepiting rebus,bukankah semuanya adalah kalori ??
Tapi sedetik kemudian ia tersenyum sambil memegangi pipinya,melihat Goo Junhoe makan didepannya membuat seakan dunia berubah hitam putih dan hanya Goo Junhoe yang memiliki warna.Jinwan menunduk lalu tertawa kecil merutuki kebodohannya yang memikirkan Junhoe akan menjadi suaminya.Okay Kim Jinhwan,kau terlalu berkhayal.
Jinhwan menatap foto yang tertempel di pintu kulkas mini nya.Foto Ketua Goo yang ia ambil dari sns dan dicetak sedemikian rupa sehingga Jinhwan selalu saja tersenyum saat menatapnya.Jinhwan meminum air mineralnya sambil terus menatap foto itu.
"Bersabarlah ketua Goo..kau akan makan masakanku setiap hari.."Jinhwan terkikik geli bak gadis dilanda asmara.Jinhwan mengelap keringatnya dengan perasaan bahagia.Ia jadi memiliki semangat untuk mengerjakan tugas majalahnya.Namun setelah melihat beberapa lembar memo terpasang di pintu kulkas mininya ia kembali muram.
Hidup yang ia jalani sekarang berbanding terbalik dengan yang dulu.Jinhwan kini disenangi banyak orang,dipuji karena wajah manis dan murah senyumnya dan memiliki pekerjaan yang dihormati orang.Jinhwan menghela nafas,ia tidak akan mengingat masa itu lagi.Jinhwan 6 tahun yang lalu bukanlah Jinhwan.Dia hanya orang lain yang kebetulan melintas di memori Jinhwan.Jinhwan meyakinkan pikirannya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Apartemen No.292. (END)
FanfictionJUNHWANBIN comedy romance Hidup Kim Jinhwan kini berubah,Ia yang dulu gendut dan dijuluki Kim Dwejinhwan itu kini berubah menjadi kurus dan tampan,tidak..tepatnya manis. Jinhwan bekerja disebuah kantor penerbit majalah yang cukup terkenal di Seoul.H...
