Draco memberengut kesal ketika Hermione terkesan cuek padanya. Wanita itu sejak tadi hanya diam. Biasanya Ia akan menceramahi Draco kalau makan terlalu cepat atau tidak minum air putih dipagi hari. Tapi saat Draco melakukan hal-hal itu, Hermione seakan tidak perduli. Dan itu yang membuat moodnya jelek.
Draco sengaja makan roti lapis tanpa dikunyah sampai halus. Ia juga sengaja memakai dasinya tidak rapih. Tapi lihat? Hermione hanya membaca buku sialannya itu.
Menyebalkan!
"Aku tidak mau kerja hari ini!" Rajuk Draco. Hermione yang sedari tadi tenggelam dalam bukunya, mengangkat kepalanya dan melihat Draco dengan terkejut.
"Kenapa?"
"Memangnya aku tidak boleh dirumah?!" Sungut Draco.
"Tapi 'kan katanya kau ada rapat penting hari ini?"
Draco mendengus. Bahkan baginya rapat lebih penting!
"Memangnya kenapa kalau aku ada rapat?"
"Memang kenapa? Itu 'kan memang kewajibanmu, Draco. Sana kerja saja. Jangan jadi pemalas"
Draco menelan rotinya bulat-bulat. Rasanya kekesalannya sudah sampai ubun-ubun.
"Oke!! Aku kerja!"
Draco pun menggeser kursinya kebelakang dan berdiri. Ia sengaja semakin melonggarkan dasinya. Tapi Hermione malah semakin menenggelamkan wajahnya pada bukunya. Bloody hell!! Rambut semaaak!
Draco akhirnya berangkat dengan bersungut-sungut. Awas saja kau ya, batinnya geram.
.
Hermione mengintip dari balik bukunya ketika mendengar suara deru mobil. Ia menghembuskan napas lega ketika melihat mobil Draco telah pergi.
Hermione menyingkirkan buku besar itu dari hadapannya. Ia menyandarkan punggungnya yang sedari tadi duduk tegap.
Hermione bukan tidak mau memperhatikan Draco. Tapi Ia takut salah tingkah. Pasalnya sejak mereka tidur berpelukan di sofa tadi malam, Hermione tidak bisa menghilangkan rona merah diwajahnya. Dan Ia tidak mau Draco melihat itu. Ia juga sangat gugup didekat Draco. Rasanya jantungnya seperti akan jatuh keperut ketika melihat mata abu-abu itu.
***
Ponsel Hermione berdering ketika Ia sedang menonton televisi dengan cemilan keripik di tangannya.
Ia pun sedikit membungkuk untuk mengambil ponsel yang ada di meja dan memencat tombol hijau di layar yang menyala.
"Halo?"
"Her..mione"
Hermione langsung menegakkan tubuhnya ketika mendengar suara dari seberang sana.
"Kau kenapa?" Tanyanya panik.
"Aku..sakit"
"Sakit? Kok bisa? Sekarang kau ada dimana?"
"Rumah sakit Meurania, dekat kantorku"
"Baiklah, aku kesana sekarang"
.
Draco menutup telfonnya dengan menyeringai puas. Siapa suruh bermain-main dengan Draco Malfoy.
.
.
Niat hati ingin menghindari Draco, sekarang pria itu malah jatuh sakit. Berarti Hermione tidak bisa jauh-jauh darinya. Ia harus mengurus Draco sampai sembuh.
Hermione masuk kedalam ruang rawat setelah bertanya kepada salah satu perawat. Disana, Ia melihat Draco yang tengah berbaring diatas ranjang rumah sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Last Love [DRAMIONE]
FanfictionSequel of One Month In Muggle World. bingung kenapa nggak ada nyambung-nyambungnya? Baca aja sampe selesai. Entar juga ngerti :p ... [COMPLETED] Karna, jika cinta pertama bukankah takdirku, maka cinta terakhirlah yang akan menemaniku di surga sana...
![Last Love [DRAMIONE]](https://img.wattpad.com/cover/87458100-64-k398588.jpg)