Ini adalah bulan desember pertama aku tanpamu. Kau sudah pergi selama tiga bulan lamanya. Tapi kenapa kau tidak pulang-pulang Hermione. Aku merindukanmu.
Mione, semua orang mengatakan aku gila. Memang apa salahnya kalau aku selalu menunggumu setiap hari didepan pintu? Kau akan pulang 'kan?
Aku selalu menelfonmu. Tapi kenapa tidak kau angkat? Beribu pesan sudah kukirim, kenapa tidak kau balas? Kau sedang apa, Mione?
.
"Hai, untuk saat ini aku tidak bisa mengangkat telfonnya. Kalau penting, silahkan hubungi lain waktu. Atau kau bisa memberikan pesan setelah bunyi 'Bip'."
Aku sangat merindukanmu, Hermione. Sampai-sampai aku selalu menelfonmu hanya untuk mendengar suaramu dari mailbox.
.
Mione, tadi aku masak nasi gorengnya gosong. Cepat pulang! Aku kelaparan tahu.
.
Hermione, apa kabar? Kau baik-baik saja 'kan disana? Kau terlalu betah ya sampai kau melupakan aku disini?
.
Wangi tubuhmu masih tercium dijaketmu. Hanya dengan mencium jaket ini aku bisa mengobati kerinduanku ini. Aku sangat amat merindukanmu.
.
Jangan marah ya, Mione. Aku meninju hidung potter karna dia bilang kau tidak akan pernah kembali. Kau akan kembali 'kan?
.
Mione, aku kedinginan. Biasanya kau selalu memelukku dan membelai rambutku. Dimana kamu? Disini sangat dingin, Mione.
.
Beberapa orang tadi datang ke rumah. Ibu bilang mereka psikiater. Mereka menyuruhku tidur dan melupakanmu, Mione. Itu tidak akan pernah terjadi. Tidak akan!
.
Aku tidak tahu kau bosan atau tidak mendengarnya. Tapi aku sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat merindukanmu.
.
Mione, kalau kau pulang sekarang aku akan lakukan apapun yang kamu mau. Aku akan belikan semua buku yang kamu mau. Atau kamu mau aku buatkan perpustakaan pribadi? Iya? Tapi kamu pulang dulu..
.
Hermione.. aku membutuhkanmu disini. Aku merindukanmu sampai rasanya dadaku sesak.
When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
When you're gone
The words I need to hear to always get me through the day
And make it OK
I miss you
***
Akhirnya kakiku berani untuk berpijak disini setelah hari pesakitan itu. Akhirnya aku bisa menatap tempat Hermione dengan kedua mataku.
Aku duduk bersila di samping makamnya. Kusentuh nisan putih yang bertuliskan namanya itu.
Perih. Setelah sekian lama dia pergi, hati ini masih belum sembuh ternyata. Masih ada luka besar yang menganga.
Entah kapan sembuhnya atau bahkan tidak akan pernah sembuh.
Kuletakkan seikat bunga krissan putih di depan nisannya. Bunga yang indah untuk seseorang yang indah.
Aku sadar dia telah pergi. Jauh. Sampai-sampai tanganku ini tak sanggup meraihnya lagi. Hanya doa yang bisa aku kirim.
Semenjak kepergiannya aku akui, aku menjadi seperti orang gila. Mengurung diri dikamar dan terkadang berbicara sendiri. Tapi sekarang aku sadar. Aku sadar kalau Hermione tidak akan suka aku begitu.
Aku terhanyut dalam pikiranku sendiri. Memikirkan bagaimana kehidupanku selanjutnya tanpa dirinya.
Pasti terasa kosong.
Aku kembali teringat, kenapa aku bisa sadar dari depresiku dan akhirnya berani menginjakkan kakiku disini.
Itu karenanya. Karna dia yang telah menyadarkan aku lewat mimpi.
Ya, dia datang. Saat itu musim salju. Ia memakai gaun putih seputih salju yang bertebaran. Wajahnya hangat seperti bidadari. Ia tersenyum kearahku. Meraih tanganku. Dan memelukku erat. Setelah itu Ia pergi tanpa mengatakan apapun. Tapi dari senyumnya aku tahu. Aku tahu kalau dia sudah bahagia.
Kematian bukanlah akhir dari segalanya. Aku percaya, Tuhan akan mempertemukan kami saat aku mati nanti.
Waktuku dan dia memang hanya sebentar. Tapi suatu saat nanti, pasti aku akan abadi bersamanya.
Aku memang sudah ikhlas. Tapi tetap saja hatiku masih perih saat mengingatnya. Semua hal yang berhubungan dengannya masih selalu hangat di hatiku.
Aku merasa dia tidak benar-benar pergi dariku. Dia selalu ada di hatiku. Dulu, sekarang dan untuk selamanya.
Aku tidak bisa bohong. Setiap saat hanya dia yang ada di pikiranku. Membayangkan sedang apa dia disana dan apa dia memikirkan aku atau tidak.
Semua tentangnya masih terekam jelas dibenakku. Caranya membangunkanku dipagi hari, rasa roti lapisnya yang tidak pernah tergantikan, omelannya dipagi hari, rambut megarnya, bahkan bayangannya yang sedang membolak-balikkan halaman buku masih terpatri jelas diotakku.
Aku sangat merindukannya. Tapi aku tidak tahu cara untuk melampiaskannya. Aku sudah tidak bisa melihat wajahnya lagi. Tidak bisa mendengar suaranya lagi. Tidak bisa menggenggam tangannya lagi.
Saat merindu, aku hanya pergi menatap bintang. Melihat ribuan kilau bintang sambil mendekap fotonya. Meyakinkan diriku kalau dia hanya pergi tuk sementara.
Aku berjanji pada diriku sendiri. Kalau tidak akan ada wanita yang bisa dan berhak menggantikannya. Aku tidak akan menikah lagi sampai ajal membawaku kepada istriku disurga sana.
Hermione adalah cinta terakhirku. Tidak ada yang bisa menggantikan sosoknya dihatiku.
Mencintai seseorang yang sangat jauh dari kita memang sangat menyakitkan. Tapi aku senang, hatiku memilih orang yang benar. Mungkin takdirku dengannya bukanlah didunia.
Aku akan selalu menunggu sampai takdir kembali mempersatukanku dengannya.
Hembusan angin terasa menggelitik pipiku. Kulirik sebentar jam yang bertengger ditangan kiriku. Jarumnya sudah menunjukkan pukul lima sore.
Aku harus pulang. Ku sentuh lagi nisannya. "Aku pulang ya."
Aku pun berdiri. Kujejalkan kedua tanganku pada saku celana. Aku berjalan menuju mobilku terparkir.
Sebelum sampai mobil, kutolehkan lagi kepalaku pada tempat peristirahatannya.
Tidur yang tenang ya, sayang. Rajin-rajin mampir dimimpiku. Aku sangat merindukanmu.
Aku tersenyum ketika melihatnya melambai kearahku. Wajahnya secerah matahari. Dia ditemani dengan banyak bidadari. Senyumnya melambangkan kebahagiaan abadi.
Hatiku menghangat. Aku tahu kalau dia baik-baik saja. Sekarang tinggal aku yang sendirian didunia ini tanpanya.
Tunggu aku, Hermione. Tunggu aku..
Cinta pertama belum tentu menjadi cinta terakhir. Namun, cinta terakhir mungkin saja menjadi cinta pertama yang sesungguhnya.
Merry Riana: Mimpi sejuta dollar.
[THE END]
Masih ada ekstra part kok 😉
KAMU SEDANG MEMBACA
Last Love [DRAMIONE]
Hayran KurguSequel of One Month In Muggle World. bingung kenapa nggak ada nyambung-nyambungnya? Baca aja sampe selesai. Entar juga ngerti :p ... [COMPLETED] Karna, jika cinta pertama bukankah takdirku, maka cinta terakhirlah yang akan menemaniku di surga sana...
![Last Love [DRAMIONE]](https://img.wattpad.com/cover/87458100-64-k398588.jpg)