Yang belum baca One Month In Muggle World, mendingan baca dulu deh.. biar ngerti sama part ini. Kalo nggak mau baca, ya gapapa, tapi jangan salahin aku kalau kalian nggak ngerti ya 😁
Happy reading
🍒
"Kau itu dendam padaku ya, Blaise?" Wanita berambut cokelat bergelombang itu berdiri tegak dengan kedua tangan dipinggang.
"Oh, ayolah.. itu hanya cerita. Hanya fiksi." Bela Blaise.
Wajah sang wanita sudah memerah. Terlihat kepulan asap dari atas kepalanya. Ia sudah terlihat seperti banteng sekarang.
"Tapi itu sama saja kau mendoakan aku mati!" Teriaknya. Blaise semakin menciut. Ia memandang kedua temannya, Draco dan Theo untuk meminta pertolongan. Tapi yang ditatap pura-pura tidak lihat.
Wanita itu mengelus-elus tangannya sendiri yang terkepal kuat. Seakan sudah gatal ingin meninju pria menyebalkan di depannya ini.
"Wohoo, calm down Hermione.." Blaise membuat pertahanan. Badannya gemetar melihat salah satu trio hogwarts ini. Entah apa jadinya dia nanti.
"Hermione.. aku masih punya dua anak yang perlu aku biayai." Katanya memelas. Namun Hermione tidak peduli.
"Kau membuat cerita tidak bermutu, Blaise. Apa-apaan itu! Aku tidak terima kalau Draco menikah dengan si nyinyir Greengrass. Dan kalau kau lupa, My Scorpy itu anakku! Anakku! Bukannya anak Astoria!"
Hermione mengambil napas panjang lalu menghembuskan nya. "Dan dapat ide dari mana kau, membuat aku dan Ron menikah selama 14 tahun? Membayangkannya saja sudah sangat mustahil. Dan kalau Alisia sampai tahu, dia akan membunuhmu! Masa' kedua anaknya, Rose dan Hugo menjadi anakku? Ya, walaupun aku sudah menganggap mereka seperti anakku sendiri sih, tapi kan itu-" Hermione menutup matanya sesaat. Ia kembali mengambil napas lalu menghembuskannya. Mencoba untuk tetap bersabar. Jangan sampai Ia mengeluarkan kutukan tak termaafkan.
"Lagipula, tahu dari mana kau tentang penyakit kanker otak? Sok tahu betul."
"Ya aku 'kan membaca buku. Memangnya kau saja yang tahu segalanya?!" Sungut Blaise.
"Ah, yasudahlah. Pokoknya aku tidak akan mengizinkan buku itu rilis!"
"Ayolah, Hermione.." Mohon Blaise. Namun Hermione tetap bersikukuh.
"Tidak ya tidak! Terakhir kali kau menulis cerita tentangku itu membuat aku ditertawakan seluruh keluarga tahu! Apa-apaan itu, One Month In Muggle Word, berdasarkan kisah nyata dari Draco Malfoy dan Hermione Granger." cibirnya ketika mengingat beberapa waktu lalu Blaise sempat menulis buku tentang kisahnya dan juga Draco. Judulnya One Month In Muggle World.
"Hei! tapi buku itu laris manis ya!" Kata Blaise membela diri.
"Laris sih laris.. tapi kau itu terlalu melebih-lebihkan"
"Melebih-lebihkan bagaimana?" Wah, sepertinya akan terjadi kericuhan disini.
"Tidak mau mengaku?? Katanya kau menulis berdasarkan kisah nyata, tapi nyatanya? Nol!!"
Muka Blaise memerah. Bertanya Draco dan Theo sedang apa? Mereka hanya menonton. Hitung-hitung hiburan gratis.
"Aku menulis berdasarkan kenyataan!"
"Kenyataan bagaimana? Aku tidak pernah ya cemburu dengan Emma.. dan apa lagi itu? Aku menangis seharian dikamar dan mengurung diri? Yang benar saja.. bahkan setelah Draco mengatakan hal itu padaku, aku langsung menendang selangkangannya. Bukannya aku malah menangis dan menatap Draco dengan pandangan terluka! Cih, menggelikan"
KAMU SEDANG MEMBACA
Last Love [DRAMIONE]
FanficSequel of One Month In Muggle World. bingung kenapa nggak ada nyambung-nyambungnya? Baca aja sampe selesai. Entar juga ngerti :p ... [COMPLETED] Karna, jika cinta pertama bukankah takdirku, maka cinta terakhirlah yang akan menemaniku di surga sana...
![Last Love [DRAMIONE]](https://img.wattpad.com/cover/87458100-64-k398588.jpg)