[13] She's Back

5.6K 589 49
                                        

Hari yang terbilang cerah. Tanpa awan yang menggelantungi langit biru dipagi hari. Jam masih menunjukkan pukul sepuluh pagi. Namun, Hermione tidak sabar untuk pulang. Senyum kecil menghiasi wajah pucatnya. Ia merindukan Draco. Ia juga merindukan suara anak-anaknya. Sudah satu minggu, Ia tidak menelfon mereka.

Omong-omong tentang menelfon, Ia pikir lebih baik untuk menelfon mereka sebelum pulang. Hermione mengambil ponselnya kembali yang tadi sudah Ia masukkan kedalam tas.

"Hai, Princess" Sapanya ketika terdengar suara dari seberang sana.

"Ya ampun, Mummy! Kok liburan  tidak mengajak aku sih? Aku bosan tahu disekolah" Rajuk Rose.

Hermione tersenyum pedih.

"Kalian 'kan masih sekolah.. lain kali baru deh Mummy ajak. Bagaimana kabarmu?"

"Secara lahiriah sih baik, tapi aku kesal karna semua orang membicarakan aku karna aku sekarang bersaudara dengan Patung Es!"

Hermione tertawa.

"Aku dengar itu.." Desis suara dari seberang sana. Hermione semakin terkikik mendengar suara Scorpius.

"Kau mengatakan itu di depan nya langsung?" Tanya Hermione geli.

"Biar saja, Mummy. Anggap saja dia tidak mendengar"

"Kau ini, Rose.. berikan ponselnya pada Scorpius. Aku ingin bicara dengannya"

Rose pun menyerahkan ponselnya pada Scorpius dengan setengah hati. "Nih"

"Halo?" Ucap Scorpius.

"Hai, Scorp. Apa kabarmu?"

"Aku baik. Bagaimana denganmu?"

"Luar biasa"

"Liburanmu menyenangkan?"

Hermione merasa jantungnya jatuh keperut. "Mmm.. ya! Sangat menyenangkan"

Scorpius menganggukkan kepalanya. Walaupun Ia tahu Hermione tidak melihatnya. "Kami akan pulang tiga hari lagi. Aku rasa izin beberapa hari diperbolehkan"

"Bagus, Scorp. Ingat ya, jangan bocorkan ini semua pada siapapun. Katakan pada Rose juga. Kadang dia terlalu bersemangat"

"Oke.. kau tenang saja"

"Baiklah, sudah dulu ya. Jaga diri kalian. Kalau sakit atau apapun, jangan lupa menberitahuku, ingat?"

"Y-ya.. aku akan selalu ingat" Scorpius merasa dadanya menghangat. Ia tidak pernah diperhatikan seperti ini. Bahkan oleh ibunya sendiri. Omong-omong dia belum bicara dengan ibunya selama satu bulan.

"Good boy! Bye"

"Bye"

Sambungan terputus. Setelah itu, Ia mencari nomer Ronald dan menekan tombol hijau. Ia juga ingin bicara dengan anak bungsunya, Hugo. Ia merasa kehilangan. Seharusnya dia bisa melihat setiap tumbuh kembang Hugo. Tapi Ia bisa apa? Hak asuh Hugo jatuh pada Ronald. Dan Ia mempercayai penuh kepada Ron untuk menjaga Hugo.

Setelah berbicara pada Hugo, yang kebanyakan tentang lapangan basket barunya, Hermione memasukkan kembali ponselnya kedalam tas. Ia lalu memeriksa bekas luka infus dipunggung tangan kirinya. Semoga itu tidak terlihat.

Ia berdiri, lalu meraih kopernya dan melangkah keluar ruangan. Ia sudah tidak sabar untuk pulang.

***

Rumah tampak sepi ketika Hermione sampai. Ia menyeret kopernya dan masuk ke ruang tamu. Disana Ia melihat asisten rumah tangganya sedang mengelap perabotan yang sudah licin itu.

Last Love [DRAMIONE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang