eighteenth

384 18 10
                                        

"Apa yang kalian lakukan disini ?" Sosok suara tak asing membuat mereka terkejut, ditatapnya sosok itu berdiri tak jauh dari mereka, dia adalah sunggyu.

Woohyun dan sungyeol menatap sunggyu dengan penuh terkejut. "Kenapa kalian diam saja ? Yak !! kenapa menatapku seperti melihat hantu ?!" ucap sunggyu yang kini sudah berdiri menengahi sungyeol dan woohyun. "Aaahh,, anniyo hyung.." bata sungyeol. "Apa yang sedang kalian bicarakan ?" Tanya sunggyu. "Ah, hahaha.." tawa woohyun membuat sunggyu menatapnya begitupula sungyeol yang heran dengan reaksi woohyun. "Tadi sungyeol sedang membujukku agar aku saja yang pergi denganmu ke gangnam, aku sudah bilang padanya kalau aku tidak bisa. Sungyeol bilang pergi denganmu akan sangat membosankan hyung." Ucap woohyun, lalu segera melangkah pergi. "Mwo ?!" Kejut sungyeol mendengar semua pembicaraan woohyun. "Kau bilang seperti itu pada woohyun ?" Tanya sunggyu. "Aaaa..anniyo hyung.." seru sungyeol yang berhasil kabur dari sunggyu. "Yak !!!" Kesal sunggyu lalu mengejar kedua dongsaengnya itu.

Ke esokkan harinya, chorong mengajak woohyun ke taman bermain lotte world . "Kenapa kau mengajakku kemari ?" tanya woohyun. "Kajja.." ajak chorong membenarkan topi woohyun kemudian menggandengnya masuk kedalam taman hiburan itu. Bermain ice ski, menonton pertunjukan pementasan karya seni yang bertemakan frozen dan sampai pada akhirnya mereka menunggangi bianglala, chorong menatap raut wajah woohyun yang sedang cemas. "Apa kau takut ketinggian ?" Tanya chorong. "Aa,..." bata woohyun. Chorong pun menggenggam tangannya, membuat woohyun menatapnya tersenyum.
                             ***
hoya sedang menanti sang pujaan hatinya yang kini baru tiba di bandara. "Oppa.." panggil sosok yang ditunggunya. "Eunji-ah.." balas hoya langsung menghampiri eunji. "Bagaimana perjalananmu ? Pasti sangat lelah, kita langsung ke apartement mu yah." Bujuk hoya. "Anni oppa, berhubung kau free hari ini, aku ingin kita ke lotte world." Pinta eunji. "Baiklah.." angguk hoya. Eunji pun langsung merangkul lengan hoya. "Kajja.." ajak hoya menarik koper eunji dan berjalan beriringan dengannya. "Beruntung sekali tidak ada wartawan yang mengetahui kita" sahut hoya yang di respon dengan senyuman eunji. Sunggyu dan sungyeol berjalan menuju tiap.tiap toko baju. "Hyung, kita mau kemana lagi ?" Tanya sungyeol. "lihatlah sebentar lagi petang." Lanjutnya. "Iya aku tahu, kita pergi beli ice cream dulu nanti selepas itu kita pergi ke hangang park, bukankah tidak terlalu jauh dari sini." Ucap sunggyu kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan sungyeol dengan barang bawaannya. "Haisss.. jeongmal !! Gyu hyung !!!" Seru sungyeol mengejar langkah sunggyu yang sudah melangkah sedikit jauh darinya.
                            ***
Sesampai di lotte world, eunji sudah siap dengan kostum tertutupnya begitu pula dengan hoya berpakaian rapat semaksimal mungkin untuk menyembunyikan identitasnya. "Kajja.." ajak eunji begitu antusias. Hoya pun langsung menggandeng tangannya. Sesampai di salah satu wahana, eunji pamit sebentar untuk membeli sesuatu. Sedangkan hoya mengitari pandangannya pada keramaian yang tak terlalu ramai di sekitar wahana permainan itu. matanya tak sengaja menatap sosok yang dia kenal sedang tertawa bersama dengan seorang gadis. "Woohyunie.." kejutnya. "Bukankah gadis itu park chorong." Lanjutnya kemudian mengingat pembicaraan sunggyu dan woohyun, saat dia berhasil mendengarkannya secara diam.diam. "oppa.. waeyo ?" Tanya eunji. "Aaa..anniyo.." jawab hoya. "Kajja.." ajaknya.
                             ***
"Haisss.. jeongmal !!" Kesal naeun, dia begitu kesal karena keputusan chorong bagaimana tidak, dia begitu khawatir jika ada sesuatu yang terjadi. Yah, kejadian hebat seperti apa jika sunggyu mengetahui hubungan mereka. "Hey kau !!" Seru sosok namja yang duduk tak jauh darinya. "Yak !! Kau tidak mendengarku ?" Tanyanya, naeun pun mengalihkan pandangannya menuju sosok namja itu. "Apa kau memanggilku ?" Tanya naeun. "Tentu saja aku memanggilmu, memangnya ada siapa lagi di kafe ini." jawab namja itu. Naeun pun melihat kesekeliling, yah memang hanya ada dia dan namja itu. "Hentikan celotehmu !! kalau makan yah makan saja, jangan bermain.main dengan makanan." Ucap namja itu. "Khah..." kesal naeun, dia menyipitkan matanya menatap jelas wajah namja yang begitu tertutupi topi dan kerah bajunya. "Yak !! Kau kim myungsoo !!" Seru naeun. Membuat myungsoo sontak langsung menengok kepenjuru ruangan takut akan ada yang mendengarnya. "Haisss.. jeongmal..."dengus myungsoo lalu menghampiri tempat duduk naeun. "Yak !! memangnya kau tak bisa memanggilku dengan pelan." kata myungsoo. "Waeyo ? memangnya apa urusanmu." Ucap naeun. "Haiss.. jeongmal.." kesal myungsoo. Percakapan mereka terhenti ketika sosok laki laki paruh baya berdiri menatap mereka tak jauh dari tempat duduk mereka. Myungsoo pun mengalihkan pandangannya menuju tatapan naeun. "Oh, ahjussii.." panggil myungsoo lalu menghampirinya dan memberikan salam pada laki.laki paruh baya itu. "Ahjusii, bagaimana kabarmu ?" Tanya myungsoo. "baik.." jawab laki.laki itu. "Aaa,, kalau begitu silahkan melanjutkan aktifitas anda." Ucap myungsoo. "Ne, gomawo." Sahutnya menatap kembali menuju naeun yang sudah mengalihkan pandangan dari-nya, myungsoo pun ikut menatap. "Kalau begitu aku pergi memesan dulu yah." Pamitnya. "Oh, ne.." angguk myungsoo, matanya melihat naeun yang sudah berjalan pergi. "Yak !!eodiga !!!" Seru myungsoo segera mengejarnya.
                              ***
Malam pun tiba, woohyun dan haru kini berada di hangang park. "apa kau ingin melihat pertunjukan kembang api ?" Tanya woohyun menatap lekat wajah chorong. "Emm, apa kau lupa kalau aku menyukainya." chorong pun membenarkan posisi topi woohyun yang agak ke atas, takut jika ada yang mengenalinya dia pun membawahkan sedikit posisinya, woohyun pun melakukan hal yang sama ke chorong. "Aku tak pernah sedikit pun melupakan semua tentangmu." Ucap woohyun dengan senyum manisnya. chorong pun membalasnya, disentuhnya pipi lembut chorong. "Saranghae.." ungkap woohyun. "Nado.." balas chorong, percikan kembang api pun melayang di langit malam yang indah. Woohyun dan chorong memalingkan pandangannya sejenak melihat betapa indahnya kembang api itu. "Huah, kyeopta.." kagum chorong.

You're My Snow WhiteTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang